
Arkan tampak bahagia menghampiri Ariana, dan segera mengusap lembut kepala Ariana, sembari mengecup seluruh wajah Ariana.
"Sayang terimakasih." kata Arkan lagi lagi berterima kasih sembari memeluk Ariana dengan erat.
...
Ariana menunduk bahagia sembari air matanya berlinang menandakan bahwa Ariana sangat bahagia. Seorang pelayan membawakan Ariana semangkok bubur, kemudian Arkan segera mengambil alih bubur tersebut dan mempersilahkan pelayan tersebut untuk keluar dari kamarnya.
Arkan rasanya ingin menghabiskan waktu berdua hanya dengan Ariana, Arkan yang benar-benar bahagia kini mencoba memanjakan istrinya itu. Arkan menyuapi Ariana, dengan perlahan.
Arkan menyuapi istrinya itu hingga tandas kemudian mengambilkan obat yang telah diresepkan oleh dokter kandungan untuk Ariana. Ariana hanya tersenyum mendapatkan perlakuan manis itu dari suaminya.
"Mas kamu nggak kerja ya Mas?" tanya Ariana karena suaminya hingga jam 10 ini belum berangkat kekantornya.
"Tidak sayang mas mau jagain kamu, pokoknya kamu jangan capek-capek kalau perlu kamu cuti aja dulu kampusnya sayang." kata Arkan sembari mengusap kepala Ariana. "Sayang kamu mau makan sesuatu nggak biar nanti dibeliin." tanya Arkan membuat Ariana sedikit berpikir tentang perkataan suaminya.
"Mas Ana mau es krim durian sama bakso bakar." kata Ariana tiba-tiba mengingat bakso bakar dan es krim durian, membuat Arkan segera memanggil pelayan untuk meminta pesanan Ariana.
"Sayang pokoknya ke manapun Mas dimanapun Mas kamu harus ada disamping Mas biar mas bisa jagain kamu terus." kata Arkan sembari merebahkan badannya di paha Ariana dan mengecup perut Ariana sembari mengusap nya.
"Mas tapi kuliah Ana gimana?" tanya Ariana bingung kepada suaminya.
"Gampang kan bisa cuti sayang, Mas juga nanti bakalan enggak ngajar dulu setelah kamu melahirkan, baru masuk ngajar jadi kamu bisa bebas ikut dengan Mas di kantor." kata Arkan memeluk perut Ariana.
"Bisa itu mas?" tanya Ariana jengah dengan sikap over protektif dari Arkan, sebelum hamil saja suaminya ini sudah overprotektif ditambah lagi saat ini Ariana hamil.
"Bisa lah itu kan kampus punya temannya Mas, jadi nanti bisa mas bicarain sama teman Mas." kata Arkan tegas kepada istrinya. "Sayang nya Papa, tolong bilangin sama mommy nya jangan keras kepala ya." kata Arkan seolah berbicara dengan perut Ariana yang masih rata.
"Iya papanya dedek." kata Ariana menirukan suara bayi membuat Arkan terkekeh dan sekali lagi mengecup perut istrinya itu.
"Sayang mulai sekarang Mas nggak bakalan manja lagi sama kamu Mas yang akan manjain kamu." janji Arkan kepada Ariana membuat Ariana tersenyum mendengar janji tersebut, sebenarnya mau Arkan manja ataupun tidak Ariana tetap senang memanjakan suami nya itu.
"Aduh jadi nggak mau mau jadi big baby nya Mommy lagi nih?" goda Ariana kepada Arkan karena Aryana lucu melihat mimik wajah Arkan yang sedang berjanji tadi.
"Aih Sayang jangan gitu dong sini peluk." kata Arkan kembali ke model manjanya kepada istri tercintanya, padahal baru saja akan berjanji untuk tidak bermanja lagi kepada istrinya. Namun ternyata dalam sekejap dapat runtuh.
Ariana terkekeh melihat tingkah suaminya yang menurutnya menggemaskan. Padahal jika orang lihat suaminya ini adalah orang yang dingin dan dewasa.
"Sayang Mas ambil buah dulu ya untuk kamu, sambil nemenin kamu nonton." kata Arkan sembari menutup pintu kamarnya dan meninggalkan istrinya di dalam sendirian. Ariana segera menghidupkan televisi untuk menonton acara yang ada di televisi.
Ariana berhenti mencari acara televisi lain ketika melihat Ali sedang berada di salah satu acara talk show. Ariana memperhatikan dengan seksama topik pembicaraan mereka, Ariana sesekali tertawa dengan tingkah para host dan pengisi acara tersebut.
Tak lama kemudian Arkan masuk dengan membawa nampan yang berisi buah-buahan yang telah dikupas, dan susu ibu hamil untuk Ariana. Arkan segera meletakkan minuman tersebut disamping nakas tempat tidur yang berada di dekat, sementara buah-buahannya Arkan bawa ke tempat tidur agar Ariana dapat dengan mudah metaih buah-buahan tersebut.
Arkan mendudukkan dirinya di atas tempat tidur di samping Ariana, Arkan belum menyadari acara televisi tersebut. Hingga akhirnya tak sengaja Arkan melihat Ali di dalam acara talk show, membuat Arkan mengernyit tidak suka. Arkan segera menutup mata istrinya ketika, kamera mengarah kepada Ali sehingga tertera lah wajah Ali di televisi.
"Hah kenapa Mas kok mata Anda ditutupin?" tanya Ariana bingung dengan tindakan suaminya, menurutnya di dalam acara tersebut tidak ada hal yang tidak senonoh yang mereka lakukan yang membuat Arkan harus menutup matanya.
"Ga kamu nggak boleh lihat dia Mas enggak suka." kata Arkan cemburu kepada Ariana yang melihat Ali di televisi.
"Mas dia siapa Mas?" tanya Aryana Binong dengan tindakan Arkan.
"Ali mantan gebetan kamu itu." kata Arkan berdecak tak suka, Arkan merebut remote televisi dari istrinya kemudian memindahkannya ke acara kartun agar Ariana tak melihat Ali kembali.
"Ya ampun Mas nggak akan terjadi apa-apa Mas kan cuman di televisi." kata Ariana jengah dengan sikap suaminya yang pencemburu.
"Ga pokoknya kamu cuman boleh lihat Mas." kata Arkan memeluk Ariana sembari mengecup pipi Ariana, Ariana sedikit tersenyum dengan sikap cemburu suaminya ini, dan sikap over protektif suaminya ini, sehingga Ariana diharuskan untuk mengikuti suaminya ini kemana-mana. Membuat Ariana lebih mudah mengawasi Arkan dari para penggemar suaminya. Terlebih lagi dari Ririn orang yang mencintai suaminya ini dengan sangat dalam.
Ariana teringat song syue mantan tunangan dari pangeran Bao Ling yang hampir mencelakai diriny, membuat Ariana sedikit waspada. Namun kini Aryana sedikit lega karena Arkan ingin Ariana mengikutinya kemanapun, sehingga Ariana lebih mudah untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi.
Karena Aroan yakin Ririn tidak akan tinggal diam, Ririn akan melakukan 1001 Cara untuk merebut Arkan darinya, meskipun Arkan adalah suaminya.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.