It'S Me

It'S Me
Episode 179



"Mas Ana minta maaf ya, ga ngasih tau kamu, Ana juga minta maaf udah bikin kamu khawatir, sampai sampai tidur di ruang tamu, buat nungguin Ana." kata Ariana memandangi wajah tampan Arkan, yang saat ini tersenyum menawan, saat mendengarkan penuturan Ariana.


Arkan membelai wajah Ariana dengan sangat lembut, penuh kasih sayang. Kemudian mengecup kepala Ariana.


"Ana percaya kok sama mas, jadi mas jangan macam macam ya." kata Ariana tersenyum ke arah Arkan.


...


"Makasih ya udah percaya sama mas." kata Arkan kembali tersenyum, sambil terus memandangi Ariana. Tiba tiba Arkan teringat telfon genggam Ariana, dan seluruh isi pesan yang hampir semua berasal dari laki laki. "Jadi bisa di jelasin tentang asrama putra kamu sayang?" tanya Arkan, sambil menatap serius wajah Ariana.


"Amboi tak kirain sudah lupa dia, ternyata masih lekang di ingatan." guman Ariana masih bisa di dengarkan oleh Arkan.


"Jadi bagaiman sayang bisa kamu jelasin?" tanya Arkan kini menggendong Ariana, membuat Arian harus mengalungkan tangannya di leher Arkan. Arkan berjalan menuju naklas meja tempat tidur Ariana. tangan sebelah kanan Arkan menopang tubuh Ariana, sedangkan tangan sebelah kiri Arkan menyomot ponsel Ariana. Kemudian kembali lagi ke balkon kamar Ariana.


Arkan mendudukkan pantatnya, di kursi yang baru saja Arkan tunggal kan. Kemudian meraih telunjuk Ariana, dan membuka kode ponsel Ariana. Arkan membuka isi chat Ariana satu persatu, dan mulai meminta penjelasan, hingga membuat Ariana menelan ludahnya.


Ariana sangat tau, beberapa lelaki yang cukup tampan, di dalam ponselnya terus saja merayunya. Dan Arkan mengenal salah satu di antar pria tersebut.


"Dia gebetan kamu?" tanya Arkan serius, memandang Ariana dengan sangat tajam. Dia adalah Ali seorang aktris hebat, dengan wajah yang menawan, saat ini menduduki salah satu aktris dengan bayaran termahalbdi Indonesia.


Ariana menggaruk kepalanya, yang tidak gatal. Ariana saat ini benar benar terpojokkan, entah bagaimana menjawabnya. Tak mungkin Ariana mengatakan, bahwa Ali benar benar dekat dengannya.


"Eeee... gini Mas, kan kita mulai dekat itu baru beberapa hari ini, nah kalau dengan si Ali ini sebenarnya sudah lama." kata Ariana sedikit hati hati, dan memperhatikan ekspresi Arkan, yang tengah menahan cemburu dengan kesalnya. "Dia delatin Ana sudah lama, tapi Ana biasa aja." lanjut Ariana, menundukkan kepalanya. Membuat Arkan menghela nafas kasarnya.


"Jangan di ladenin, atau nomor kamu ganti aja ya." tawar Arkan membuat Ariana sedikit menganga tak percaya. "Terus ini chef Around ini siapa?" tanya Arkan, karna melihat pengiriman pesan yang rutin dari chef Around untuk Ariana, tentang resep masakan.


"Oh dia mantan Ana, biasanya suka masak terus jadiin Ana tulang cicip nya." kata Ariana enteng, sambil membayangkan masakan lezat dari chef Around.


"Orang Indonesia?" tanya Arkan mengerutkan keningnya, tak suka Ariana membicarakan kelebihan chef Around.


"Iya tapi menetap di Australia, sekarang dia lagi di Indonesia, soalnya mommy juga lagi di Indonesia, nemenin kakaknya." jelas Ariana tak ada yang di tutupi.


"Kamu manggil mommy nya dengan sebutan mommy juga?" tanya Arkan kesal dengan kedekatan antara, Ariana dan chef Around.


"Iya soalnya dulu dekat dengan keluarganya, jadi terbiasa manggil mommy." jujur Ariana santai.


"Ga lah." kata Ariana sepontan, memebuat Arkan tersenyum.


"Tapi kan bisa jadi dia suka sama kamu." kata Arkan, mulai menebak.


"Dia ga mungkin suka, orang dia udah punya pacar." kata Ariana santai, sambil cengengesan.


"Kok kamu tau?" tanya Arkan lagi.


"Ya Kan kami berteman baik sekarang, makanya Ana yang cantik ini, bisa jadi tester nya." kata Ariana bangga diri.


"Ok, bisa di terima, terus kenapa cowok cowok ini semua, nge chat kamu dengan seperti ini?" selidik Arkan, membuat Ariana sedikit tersenyum.


"Itu barisan para penggemar Ana, dari dunia nyata." kata Ariana bangga, sambil tersenyum senang. "Dan sisanya, itu biasanya rekan kerja Ana, kalau kami ketemu cuman ngomongin kerjaan, gitu aja sih." jelas Ariana jujur. "Nah kalau asrama putra itu, Ana jarang punya temen cewek, soalnya Ana biasa bergabung dengan cowok militer, terus Ana homeschooling." lanjut Ariana membuat Arkan, sedikit mengangkat sudut bibir nya, karna merasa Ariana sudah mulai terbuka, untuk kehidupan pribadinya.


"Lah terus di galeri banyak foto selfie bareng cowok cowok?" tanya Arkan, karna bahkan foto dirinya tidak ada di dalam galeri tersebut, yang ada hanya lukisan, yang mirip dirinya.


"Ya sama kaya tadi, karna temen Ana itu cowok semua rata rata." jelas Ariana tenang Dan santai.


"Kalau yang ini?" Arkan kembali ketika melihat foto dirinya, tengah berpose dengan salah satu personil BTS. Meski itu hasil editan temannya, sungguh sangat mirip dengan yang asli, membuat siapa pun yang melihat akan mengatakan bahwa itu adalah asli.


Ariana sedikit tercekal, bagaiman cara menjawab nya, tidak mungkin mengatakan itu hanya editan, hanya akan menurunkan harga dirinya, tapi jika mengatakan itu nyata maka Arkan akan marah besar padanya.


"Itu hanya kebetulan Mas, maklum penggemar BTS." kata Ariana asal, meski begitu terdengar meyakinkan.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload