
"GGS, ganteng ganteng serigala maksud lu?" tanya Gilang penasaran dengan maksud dari Ariana. Gilang memang sering mendengarkan sinetron GGS yang sering di ceritakan oleh para suster, membuatnya mengerti arti dari kepanjangan dari GGS.
"Ya bukan lah, itu mah ke bagusan gelarnya." kata Ariana menggelengkan kepalanya, membuat wajahnya memancarkan aura imut. "Geer Geer Sarap." kata Ariana membuat semua orang tertawa, dengan kepanjangan dari GGS yang di sematkan Ariana, untuk kakaknya. Sontak membuat Rayen semakin kesal di buat oleh Ariana.
...
Saat tengah pertengkaran Rayen dan Ariana, Armin, Jasson dan Maxim masuk ke dalam. Mereka mendengarkan pertengkaran kakak dan adik tersebut, membuat Armin benar benar menggeleng. Ariana yang tak ingin mengalah, dan Armin yang keras kepala benar benar kombinasi yang pas untuk sebuah pertengkaran.
"Assalamualaikum." ucap Armin memecahkan pertengkaran Ariana dan Rayen.
Semua pandangan tertuju kepada Armin, yang tengah membawa beberapa tentengan, untuk Ariana. Sementara keributan pun ikut meredah. Ariana segera berlari dengan riang, saat melihat kehadiran Armin, Jasson dan Maxim.
"Hwaaa..." seru Ariana dengan girang saat melihat mereka berdua tengah masuk ke dalam ruang keluarga tersebut. Sementara Armin segera mendekati Ariana, degan menenteng barang.
"Jangan sok seneng deh ngeliat kita datang, lu cuman mau oleh oleh yang di bawa Gege kan?" kata Maxim sontak membuat Ariana tersenyum manis, sembari menyambar barang bawaan Armin.
Armin yang melihat tingkah Ariana menjadi gemas. Armin mencubit hidung Ariana, kemudian mengusap lembut kepala Ariana.
"Kasi ke pembantu aja, kamu duduk saja, jangan lari lari." terung Armin, membuat Ariana menyerahkan plastik yang penuh dengan ice cream, dan beberapa buah buahan. Ariana kemudian mengambil satu cap ice cream, dan membawanya ke tempat duduk, di mana Arkan dan Armin duduk.
Seperti biasa Arian duduk di antara Armin dan Arkan, entah kenapa duduk di antara mereka membuat Ariana merasa nyaman.
"Hai Ana katanya kau sudah siap untuk melawan ku? mana kartunya?" tanya Maxim membuat Ariana mengingat kartu yang ada di kamarnya.
"Bi Ijah tolong ambilkan kartu joker yang di atas meja, bawa kesini sama tas tasnya,." panggil Ariana kepada salah satu asisten rumah tangga, yang sedang membawa minuman untuk mereka, sembari menyuapkan ice cream ke dalam mulutnya. "Ah sama alat make up Ana ya Bi." lanjut Ariana. Membuat Arkan bergidik, mengingat bahwa dirinya tadi adalah korban dari istrinya sendiri.
Bi Ijah segera mengangguk, dan meninggalkan ruang keluarga kemudian melangkah menuju kamar Ariana. Tak butuh waktu lama, Bi Ijah kembali dengan membawa sebuah tas berwarna hitam, yang di dalamnya terdapat kartu Remi.
Bi Ijah segera mengundurkan diri, dan kembali ke dapur, untuk melaksanakan tugasnya yang lain.
"Makasih Bi." kata Ariana berterima kasih kepada Bi Ijah, yang hanya di angguki oleh bi Ijah. "Ayo." kata Ariana meletakkan cup ide krim yang kosong di bawah meja, membuat Arkan segera mencomot cup kosong tersebut, dan memberikannya kepada pengawal yang tengah berdiri di ruang keluarga tersebut, untuk membuangnya.
"Ayo... siap siap aja lu kalah An." kata Maxim di angguki oleh Jasson, Ariana memang yang paling lemah di antara mereka dalam bermain kartu joker. Ariana akan selalu menelan pil pahit kekalahan, jika bermain dengan mereka.
"Enak aja lu, liat aja kali ini gue pasti menang." kata Ariana penuh semangat, rasanya ingin sekali membalas perlakuan teman nya yang selama ini keterlaluan dengan nya.
Mereka memulai pertandingan tersebut, dengan menentukan sepuluh babak. Nah yang ter sedikit menangnya, itu yang di nyatakan kalah, namun jika ada salah dua nya yang imbang, maka harus ada pertandingan babak ke dua, dengan catatan ia harus yang paling tinggi, jika tidak maka yang kalah tetap harus di hukum.
Maxim melirik seringai di wajah Ariana, membuatnya sedikit merinding. Maxim menduga teman nya ini akan membalaskan dendamnya, sehingga membuatnya tersenyum se seram itu.
"Nah sekarang biarkan kedua make-up artis yang mengurusi semuanya jeng." kata Ariana sembari tersenyum meyakinkan.
"Ah iya di jamin kamu akan senang say." kata Jasson ikut meyakinkan.
Pandangan Maxim bergantian memandangi Jasson dan Ariana. Ada sebuah keraguan, ah tidak banyak keraguan di pancarkan Maxim. Yang jelas Maxim tahu kalau Jasson dan Ariana akan mengerjainya habis habisan.
"Ayo say ikut ke ruang make-over dulu." ajak Ariana menuju ke dalam salah satu ruangan.
Jasson saat ini tengah berpidato di depan yang lain, seolah tengah menenangkan massa yang menunggu idol mereka keluar.
"Sabar ya teman teman, artis kami lagi di dandanin, jadi di mohon untuk bersabar menunggu." kata Jasson seolah tengah menenangkan, membuat tawa di ruangan itu membahana, di tambah lagi gaya Jasson yang mengapit tas di ketiaknya, dan gaya bicaranya yang di buat ngondek. "Untuk hiburannya silahkan menikmati hiburan yang kami sediakan." kata Jasson meninggalkan mereka, sembari bertingkah seolah menyingkap rambutnya ke belakang telinga. Kemudian berjalan sembari melenggak lenggokkan pinggulnya, seperti seorang model yang berjalan di catwalk. Namun sesungguhnya di mata orang orang jalan Jasson lebih tepatnya seperti cacing kepanasan, sehingga kembali menimbulkan tawa yang meledak.
Para pelayan dan pengawal yang berada di sekitar mereka, mencoba menahan tawa sebisa mungkin. Hingga wajah mereka memerah, karna terus berusaha menahan tawa.
"Ketawa aja shay." kata Jasson sembari melambaikan tangan kananya ke arah para pelayan. "Jangan di tahan nanti sakit." Lanjut Jasson memegang area dada, membuatnya benar benar mirip wanita setenga pria. Semua orang yang berada di ruangan itu, kini tertawa baik itu pelayan, penjaga, maupun keluarga dan teman teman Ariana.
Tok, tok, tok.
Jasson mengetuk pintu kamar Ariana dan Maxim, untuk menanyakan kondisi mereka saat ini.
"Say udah jadi belum?" tanya Jasson dengan suara yang lembut, menirukan wanita. Namun tidak ada jawaban dari dalam. "Say sudah belum?" tanya Jasson kembali, dengan yang sedikit meninggi.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romants dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.