
"Kenapa ga ngaku ngaku aja sih sayang." tanya Arkan membuat Farid menggeleng, melihat perlakuan putra bungsunya.
"Ya nanti Ana di suruh buat lagi kan berabe." kata Ariana jujur, membuat Farid tertawa keras, karna tak mungkin juga mereka melakukan hal itu.
...
Arkan dan yang lain hanya menggeleng, mendengar pernyataan dari Ariana, bagaimana mungkin hanya untuk pembuktian Ia di minta mereka untuk kembali memasak.
"Hai papah kira Capten senior akan melakukan banyak siasat." kata Farid menggoda Ariana, membuat Ariana memanyunkan bibirnya.
"Ga juga pah... terkadang kita malam berkelit, atau pura pura." kata Ariana sembari menyuapkan sendok terakhir untuk nya.
"Mas ke kantor ga hari ini?" tanya Ariana kepada suaminya, membuat Arkan memandang ke arah Ariana.
"Iya sayang, kamu siap siap ya, temani Mas." kata Ariana sembari tersenyum ke arah Ariana.
"Ya sudah pah Ana duluan ya..." kata Ariana segera menaiki tangga, menuju kamarnya. Farid memperhatikan Ariana berjalan, menuju tangga, dan meninggalkan ruang makan.
"Kenapa Ana selalu kamu ikutkan Ar? Dia kan lagi hamil butuh istirahat." kata Farid sembari memandang ke arah Arkan.
"Biar Arkan bisa jagain Ana terus pa... Arkan takut kalau Arkan ga ada akan terjadi lagi kejadian kemarin." kata Arkan sembari meminum susunya.
"Kenapa kemarin? Ada kejadian apa?" tanya Farid penasaran, membuat Arkan tersenyum getir.
"Kemarin Ririn datang ngelabrak Ana." kata Arkan, mengingat kejadian itu.
"Hah terus bagaiman?" tanya Farid penasaran.
"Untungnya tidak masalah, setidaknya jika Ana dengan Arkan mungkin semua akan baik baik saja." kata Arkan menjelaskan kepada papahnya, membuat Farid bernafas lega.
"Sebaiknya kamu hati-hati dari apa yang kamu ceritakan, Papa takut kalau dia akan berbuat yang tidak-tidak." kata Farid menasehati anaknya, Arkan yang mendengarkan hal itu hanya mengangguk tanda mengerti. "Seperti nya dia anak yang nekat." kata Farid kembali.
Ariana yang melihat Arkan dan dan Farid masih di meja makan tersenyum dan menghampiri mereka.
"Ayo lagi ngomongin apa?" kata Ariana mengejutkan mereka berdua.
"Bukan apa apa sayang." kata Arkan berbohong. "Ayo kamu sudah siap?" tanya Arkan ketika melihat penampilan Ariana sudah berbeda. Ariana mengangguk mendengar pertanyaan dari Arkan.
"Pah pergi dulu." kata Ariana dan Arkan sembari menyalami dan mencium punggung tangan Farid.
Riana dan Arkan segera keluar dari rumah mewah tersebut, dan segera memasuki mobil. Ariana dan Arkan keluar dari pagar rumah besar tersebut, dengan menggunakan mobil mewah, keluaran terbaru. Hadiah dari Farid dan Erick untuk Ariana dan Arkan.
Ariana memainkan ponselnya, sembari melihat beberapa pesan yang masuk di ponselnya, serta beberapa email. Ariana tampak tersenyum samar, samar sekali bahkan Arkan yang berada di sampingnya tak menyadari hal itu, ketika melihat sebuah pesan di ponselnya.
Ririn memukul stir nya hingga terdengar bunyi yang memekakkan telinga, bagi orang orang sekitar. Mereka memperhatikan mobil Ririn bingung, sebagai sumber suara dari kebisingan pagi ini.
Setelah tiga menit Ririn segera melajukan, mobilnya melalui jalanan, yang terlihat ramai, karna sebuah kecelakaan, menyebabkan kemacetan. Ririn kembali harus bersabar, dan berdecak kesal dengan kesialan nya pagi ini. Tiba tiba ponsel Ririn berbunyi, membuat Ririn mengernyit bingung dengan nomor baru yang menelponnya.
"Halo." kata Ririn sedikit ketus ketika mengangkat telfonnya.
"Halo nona Ririn." kata orang tersebut, sontak membuat Ririn bingung dan menerka nerka. Suara itu adalah suara seorang laki laki, dengan suara yang sedikit berat dan serak.
"Ini siapa?" tanya Ririn ketus tak suka di permainkan.
"Aduh sepertinya ingatanmu sedikit pendek, baru saja kita bertemu di restoran seafood kemarin malam." kata laki laki tersebut dengan sedikit kekehan, membuat Ririn mengernyit tak suka, ketika mendengarkan suara lelaki tersebut.
"Apa maumu?" tanya Ririn dengan nada kesal, yang di tanggapi kekehan dari pria tersebut.
"Ah... aku hanya ingin mengetakan kepada mu, jangan menjadi penguntit, karna percayalah Arkan mengetahui hal itu, makanya pagimu bisa sesial itu." kekeh laki laki itu membuat Ririn benar benar kesal. Ririn segera mematikan ponselnya, sembari membantingnya di stir mobil, tepat mengenai klakson mobil, yang mengejutkan orang sekitar. Sementara ponsel Ririn secara tidak sengaja terpental mengenai kening Ririn, hingga membuatnya memerah karna pantulan ponsel tersebut cukup kencang. Membuat Ririn mengaduh kesakitan.
"Ah... Sial! Sial! Sial!." teriak Ririn dari dalam mobil, sembari memukul strir, sembari terisak kesal. Membuat orang orang yang berada di sekitar kemacetan tersebut, segera mengetuk pintu kaca mobil Ririn, karna khawatir dan bercampur penasaran dengan keadaan orang yang ada di dalam.
Tok, tok, tok.
Bunyi ketukan semakin membuat Ririn mengerang kesal, Ririn segera menurunkan kaca mobil tersebut, dengan kesal.
"Apa?" tanya Ririn dengan nada yang meninggi, membuat orang tersebut mengernyit bingung.
"Sebenarnya kami yang harus bertanya ada apa?" tanya orang tersebut, dengan nada tidak suka.
"Dasar orang kampung tidak ada sopan santunnya." hardik Ririn dengan nada tinggi membuat beberapa pengendara lain, yang sejak tadi memandangnya segera menyoroti Ririn. Bahkan beberapa di antar mereka, sejak tadi menggenggam ponsel untuk merekam kejadian tersebut.
"Maksud anda apa? Saya memang orang kecil, tapi anda tidak berhak mengatakan hal itu, lagian saya kesini karna khawatir dengan keadaan anda." kata orang tersebut tak kalah tinggi.
"Dengar ya saya tak butuh rasa khawatir anda, cepat menyingkir dari mobil saya, saya tidak mau mobil saya lecet dan kotor karna anda." kata Ririn semakin meninggi. Belum selesai rasa kesal dari kesialan yang Ia terima, kini tiba tiba ada yang membantah kata kata nya, semakin membuat Ririn naik pitam.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.