
"Iya nanti papa bilangin ke Erick biar secepatnya, kalau perlu dua minggu lagi." goda Farid tersenyum ke arah Arkan, membuat wajah Arkan kembali memerah karna malu bahkan sampai ke telinga Arkan.
Arkan tak menghiraukan godaan Farid Dan segera melangkah ke bioskop mini, karna tak ingin membuat Ariana menunggu terlalu lama.
"Loh Om eh mas... kok lama?" tanya Ariana saat melihat Arkan menutup pintu kembali. Ariana sedikit terkejut melihat wajah memerah Arkan, saat Arkan duduk di samping Ariana. "Mas sakit ya? Muka Mas merah." tanya Ariana memegang jidat Arkan.
...
"Mas kalau sakit, kita ga usah nonton aja Mas, Mas istirahat aja." kata Ariana, sembari memegang wajah Arkan.
Arkan menyunggingkan senyum, karna merasa Arkan merasa Ariana sedang menghawatirkan dirinya.
"Mas ga papa sayang, Mas cuman butuh di temani sama kamu disini." kata Arkan tersenyum ke arah Ariana, kemudian Arkan segera membaringkan kepalanya di paha Ariana. "Gini aja dulu, biar mas bisa istirahat. Mas banyak kerjaan yang bikin pusing, kamu temani Mas ya sayang." kata Arkan beralasan.
Ariana hanya tersenyum dan mengusap lembut kepala Arkan, sembari menatap layar yang menampilkan adegan komedi.
"Sayang, gimana kalau kita nikah nya dua minggu lagi?" tanya Arkan tiba tiba dengan mata tertutup.
Ariana segera memandang Arkan dengan heran, membuatnya menghentikan usapan nya di kepala Arkan. Sedangkan Arkan segera membuka matanya.
"Kenapa sayang? Kamu ga mau ya sama Mas?" tanya Arkan mengerutkan dahinya, merasa di tolak Ariana. Ariana hanya menghela nafas beratnya.
"Mas, emang Daddy boleh?" tanya Ariana melihat wajah Arkan.
"Iya sayang, mas udah izin sama Daddy kamu." kata Arkan kembali memegang tangan Ariana, dan menuntunnya untuk kembali mengusap kepala Arkan. Ariana pun kembali mengusap kepala Arkan dengan lembut, sambil kembali menonton layar tersebut.
"Minggu depan Daddy kamu pulang." kata Arkan sembari memandang wajah Ariana.
"Hah bukannya tahun depan." kata Ariana setengah berteriak kaget.
"Iya itu rencananya, tapi setelah tahu kalau Mas mau ngelamar anak gadis satu satunya, jadi dia pulang dulu ke sini." kata Arkan menarik tangan kiri Ariana dan menautkan di sela sela jarinya.
"Sayang, kamu mau kan terima lamaran Mas?" tanya Arkan, memandang wajah Ariana sambil mencium tangan Ariana dengan lembut.
"Eh Mas... Ana kan masih kuliah." kata Ariana, sambil kembali mengusap kepala Arkan. Arkan segera bangkit dari tidurnya, dan mendudukkan badannya di samping Ariana.
"Sayang Mas takut semakin banyak dosa, kalau kita gini terus." kata Arkan memegang pundak Ariana. "Kamu tahu kan sayang kalau Mas sudah beberapa kali hampir kelepasan, Mas sering ga bisa nahan diri kalau di samping kamu." kata Arkan membaringkan kepalanya di pundak Ariana
Ariana seakan merinding seketika, ketika merasakan nafas Arkan menerpa lehernya. Arkan segera memeluk Ariana, dengan santainya mengangkat Ariana ke dalam pangkuannya.
Arkan segera mencium telinga Ariana dengan lembut, hingga membuat Ariana kembali merinding, dengan sentuhan Arkan.
"Ana percaya kok dengan Mas." kata Ariana sedikit gugup.
"Jadi kamu mau kan nikah sama Mas?" tanya Arkan dengan antusias.
"Tapi gimana kalau aku hamil saat masih kuliah Mas?" tanya Ariana sembari menundukkan kepalanya malu malu.
"Ya bagus dong, mas jadi punya anak deh." kekeh Arkan, mencubit hidung Ariana.
"Ihh... Mas maksud Ana tu kuliahnya gimana?" kesal Ariana.
"Ya cuti lah, kalau memang ga kuat sayang." kata Arkan kembali mencium pipi Ariana.
Sementara di tempat lain, Erick dan Rayen mendapatkan sebuah pesan, yang menghebohkan. Sehingga membuat mereka mempercepat kepulangannya ke Indonesia.
"Halo Dad... ada dapat pesan dari om Farid ga Dad." tanya Rayen kepada Daddy nya yang berada di ujung telfon sana.
"Iya, kita bertemu di mansion." kata Erick, sambil memutar video Arkan yang tengah be*rc*iu*man dengan Ariana, di bioskop mini mereka.
Setelah itu Mereka segera mematikan telfon dan kembali ke Mansion mereka, yang berada di Prancis.
"Daddy emang dasar ya mereka, gayanya Aja ga mau di jodohkan, eh ternyata gitu di belakang." kata Rayen jengah dengan sikap Ariana dan Arkan, yang awalnya menentang dengan sangat perjodohan di antara mereka, namun kini mereka malah ketahuan be*rc*iu*man di bioskop mini.
"Hah... entah malu malu kucing saat itu, atau mereka baru ngerasa cinta? Baru juga ditinggal dua hari, eh ternyata gini." kata Erick menghela nafas. "Kalau gini takut mereka bablas, mending kita balik ke Indonesia." lanjut Erick.
"Yah bikahin mereka juga tidak apa apa, jadi kita tenang kalau ninggalin Ana di Indonesia." kata Rayen di angguki Erick.
...
Sorry guys kemarin aku sibuk, sepanjang hari. Pas balik rasanya badan remuk semua, jadi langsung tidur. mohon pengertiannya ya.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.