
Hari ini adalah hari ulangtahun Ratu Xu Yian, banyak dari anggota kerajaan yang datang Gu Ana, Gu Jun dan Gu Min serta para anggota paduan suara sangat antusias dan gugup karna akan tampil, mereka semua bersiap-siap untuk tampil di panggung.
Tiba saat penampilan mereka Gu Min, dan Gu Ana telah memegang gitar di tangan masing, sementara Gu Jun berdiri di antara mereka. Sedang dibelakang mereka terdapat 10 anak perempuan berbaris setengah lingkaran, dan di belakang 10 anak perempuan tersebut terdapat 10 anak laki-laki.
“Let me hear you sing (Let me hear you).”
You think you've gotta hide it.
“Let me hear you sing (Let me hear you).”
Don't keep it on the shelf.
“Let me hear you sing (Let me hear you).”
Let your waist start movin'.
Watch the way I do it, do it.
See me do it like nobody else.
Lagu yang mereka nyanyikan adalah lagu “Just sing.”dan “Can’t Stop thr feeling.” cover by Rise Up Children’s Choir. Di inringi dengan tepuk tangan secara serentak membuat paduan yang begitu menarik dan enak di dengar, serta iringan gitar yang selaras, terlebih lagi cara mereka membawakan lagu itu sangat unik sehingga membuat Raja dan Ratu serta para tamu undangan terkesima.
Dua mata terus memperhatikan Gu Ana dengan penuh minat, di menit-menit akhir tanpa sengaja Gu Ana bertemu pangang dengan orang tersebut sontak membuat Gu Ana bergetar hebat dan pucat pasi, hampir saja permainannya berantakan, untung saja Gu Ana berhasil mengembalikan fokusnya.
Setelah selesai pertunjukkan Gu Ana mereka pamit kembali, Gu Ana yang sejak tadi menahan getaran ketakutan dan menampakkan wajah pucat pasinya membuat Tuan Gu cemas.
Setelah Tuan Gu pamit untuk melihat Gu Ana, Tuan Gu berlari kecil menuju tempat anak-anaknya berganti baju. Tuan Gu panik saat melihat Gu Ana terduduk lemas dengan dipenuhi air mata dalam dekapan Gu Min, sedangkan yang lain tak kalah panik segera Gu Jun mengambilkan Gu Ana segelas air putih.
“Permisi Tuan dan Nona, Yang Mulia memerintahkan kami untuk membawa nona muda Gu untuk ke pafilium bulan.” kata seorang pengawal.
“Baiklah, antar kami kesana.” Kata tuan Gu.
“Oh ya untuk kalian terimakasih banyak atas partisipasinya, namun untuk keselamatan kalian sendiri sebaiknya kalian pulang sekarang, kami akan mengirimkan pengawal kami untuk menjaga kalian, dan besok berkumpullah di tempat biasanya untuk mengambil upah dan hadiah kalian dari Yang Mulia Ratu…” kata Gu Min mencoba memberi pengertian.
“Aku mohon mengerti lah… kami tak ingin terjadi sesuatu terhadap kalian, jika sesuatu terjadi terhadap kalian maka kami akan sangat merasa bersalah.” lanjut Gu Min dengan tulus.
“Baik Gege, kalian juga jaga diri kalian baik-baik. Tolong Jaga An’er kami, sungguh kami sangat menghawatirkan nya.” kata mereka mengerti dengan keadaan tersebut.
“Terimakasih, tolong jangan memberitahu siapa pun keadaan An’er, hanya kita yang boleh mengetahuinya.” pinta Gu Min.
Pafilium Bulan.
Gu Ana sudah tidak sadarkan diri dalam pelukan ayahnya, setelah sebelumnya seluruh tubuhnya bergetar ketakutan.
“Ayah… ini aku sudah membawakan tabib untuk An’er.” kata Gu Min sambil memperhatikan Gu Ana dengan seksama.
Tiba-tiba Raja dan Putra mahkota dari kerajaan Bei menanyakan keberadaan keluarga Gu, sedangkan Raja Zang Zuan mengerti keadaan dan tujuan mereka hanya mengatakan bahwa keluarga Gu mungkin pulang lebih awal.
Setah mengetahui hal tersebut Raja dan Putra mahkota Bei pamit kembali ke penginapan yang telah mereka pesan.
“Gadis itu tambah cantik saja, aku semakin menginginkannya.” kata Raja dan Putra mahkota di dalam hati mereka dengan senyum menyeramkan.
“Paman kaisar, kau tahu nama-nama yang bernyanyi paduan suara tadi?” tiba-tiba pangeran Nan Cheng bertanya kepada Raja Zang Zuan dari belakang.
“Ah Cheng’er, kenapa kau ingin mengetahuinya?” tanya raja Zang Zuan penasaran.
“Ah tidak paman aku hanya penasaran, aku rasa aku mengenal mereka. Aku juga ingin menanyakan sesuatu kepada mereka.” kata pangeran Nan Cheng kepada Raja Zang Zuan.
“Kau benar-bena ingin bertemu mereka?” tanya raja Zang Zuan.
“Iya paman.” kata pangeran Nan Cheng yakin.
Saat mereka akan melangkahkan kakinya tiba-tiba Putra mahkota yang baru saja diangkat (Zang Liue), rombongan pangeran dan Ratu Xu Yian, beserta kedua nona mu Xu menghampiri Raja.
“Suamiku kami kana menemuai An’er, apa kau tak ingin ikut?” tanya ratu Xu Yian.
“Ah kebetulan kami juga akan segera kesana.” kata Raja Zang Zuan sambil tersenyum lembut kepada Raju Xu Yian.
Pafilium Bulan.
“Yang mulia Raja, Ratu, Pangeran mahkota, para Pangeran, dan kedua Nona Xu datang.” kata kasir mengumumkan kedatangan rombongan Raja.
“Hormat kami Yang Mulia.” kata Tuan Gu, Gu Min dan Gu Jun secara serentak.
“Bagaimana keadaan An’er?” tanya Raja Zang Zuan.
“An’er demam tinggi dan terus mengigau Yang Mulia…” Kata tuan Gu dengan penuh rasa kecemasan. “Dia terus berguman ‘tolong’ dalam tidurnya Yang Mulia.” tamba tuan Gu sendu.
“Apa sebenarnya yang terjadi?” tanya putra mahkota Zang Liue khawatir.
“Tadi saat pertunjukan hamba tak sengaja menyaksikan Gu Ana bertemu pandang dengan Raja dan Putra Mahkota Bei. Semenjak itu Jiejie terlihat khawatir, dan gelisah. Bahkan setelah kembali ke ruang ganti Jiejie terus menangis lalu pingsan.” jelas Gu Jun.
“Ah… maaf sebelumnya bisa saya berbicara dengan yang namanya Gu Min dan Gu Jun?” kata pangeran Nan Cheng, diikuti dengan anggukan Gu Min dan Gu Jun.
Kemudian mereka bertiga keluar meninggalkan tempat itu, sesampainya di tempat yang cukup sepi tiba-tiba pangeran Nan Cheng menghentikan langkahnya dan berbalik kearah Gu Min dan Gu Jun.
“Who are you?” tiba-tiba pangeran Nan Cheng bertanya.