
"Tau tu mengganggu ketertiban umum." lanjut Ariana, mencibir Jasson. Jasson yang melihat Ariana mencibir nya, segera melemparkan ciki ke arah Ariana, yang di sambut bahagia oleh Ariana. "Makasih ya kayaknya enak ni." kekeh Ariana, membuat Arkan menarik Ariana untuk segera duduk. Arkan memasangkan sit bell Ariana, sembari kembali mengecup bibir Ariana.
"Duduk, dan segera istirahat, soalnya nanti malam kamu ga akan bisa tidur sayang." kata Arkan merebakan, kepala Ariana di pundaknya, sembari menggenggam tangan kanan Ariana.
...
Ariana tertidur selama di perjalanan, membuat Arkan segera memperbaiki posisi duduknya, agar Ariana dapat tertidur dengan nyenyak. Arkan terus menggenggam tangan Ariana, sesekali menciumnya. Arkan tampak sangat menyayangi Ariana, membuat Gilang tersenyum senang. Baru kali ini Gilang melihat Arkan bertingkah seperti itu, memanjakan, serta sangat mgungkapkan perasaannya, tampa segan segan. Perubahan Arkan sangat besar, ketika mulai dariengenal Ariana.
Gilang ingat betul, bagaiman Arkan mulai sedikit cerewet, dan banyak omong, ketika sedang bersama Ariana. Sikap Ariana terhadap Arkan, memberikan sebuah warna baru di dalam hidup Arkan. Ariana yang suka membantah, dan menantang Arkan, membuat Ariana mampu membuat Arkan menghadap, ke arah Ariana. Meskipun Arkan suka sekali menyangkalnya, namun sikap Arkan terhadap Ariana, dapat mereka lihat dengan jelas.
Apalagi setelah Ariana meninggalkan mereka, dengan keadaan terluka, membuat Arkan lebih banyak termenung. Arkan sedikit lebih dingin, dan lebih sedikit menyeramkan di kantor. Namun sikap Arkan berubah, setelah bertemu kembali dengan Ariana, di acara perjodohan. Ariana yang memiliki sikap apa adanya, membuat Arkan memandang Ariana, dengan pandangan berbeda.
Sudah lima jam mereka mengudara, kini mereka telah sampai di bandara international Tiongkok. Arkan segera membangunkan Ariana, dengan lembut.
"Sayang bangun sudah sampai." kata Arkan, mencubit hidung Ariana, membuat Ariana terbangun. Sedangkan Arkan terkekeh, melihat ekspresi wajah Ariana, yang menurutnya memang berbeda dengan wanita lainnya. Hal ini, yang membuat Arkan tertarik dengan Ariana, yang sebenarnya sedikit mengesalkan, dan jahil kepadanya. Namun justru hal itu lah yang selalu di rindukan Arkan, tampa sengaja membuat Arkan selalu teringat Ariana. Meskipun mereka pernah terpisah, namun senyum, wajah cemberut, dan setiap ekspresi, serta mata yang selalu memancarkan sejuta rasa bagi Arkan.
"Udah sampai, yuk turun." ajak Arkan. "Lanjut tidurnya di hotel aja ya sayang." kata Arkan, menarik tangan Ariana, agar segera berdiri. Ariana segera berdiri, ketika yang lain sudah bersiap meninggalkan, pesawat mereka. Arkan menggenggam tangan Ariana dengan lembut, menuntun Ariana layaknya sesuatu yang sangat berharga, yang harus di jaga dengan baik.
Mereka segera menaiki mobil, yang menjemput mereka. Mobil yang akan mengantar kan mereka menuju hotel, yang milik keluarga Candana group, yang cukup terkenal di Tiongkok. Candana group bekerja sama, dengan salah satu perusahaan terkemuka di Tiongkok. Ariana tampak memperlihatkan wajah, yang sangat bahagia. Keinginan Ariana yang ingin mempelajari, tentang sejarah di China. Bahkan Ariana penasaran ketika bertemu potret dirinya yang ada di museum kerajaan.
"Sayang seneng banget." kata Arkan, tersenyum ke arah Ariana, sembari mencium pipi Ariana.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.