
"Daddy Arkan, awas ya kalau buat Mommy nangis, kata guru di sekolah, laki laki tidak boleh memukul perempuan." kata Brayen terus memandangi Arkan dengan penuh selidik.
"Sayang tidak boleh bilang begitu dengan Daddy Arkan." tegus Around kepada Brayen, yang memang akan mengatakan apa yang di pikirkannya. "Arkan maaf ya Brayen memang begitu." kata Around meminta maaf kepada Arkan, karna merasa tidak enak.
...
"Mommy, teman Brayen yang laki laki, kemarin berkelahi dan memukul teman Brayen yang perempuan, terus guru sekolah Brayen datang, dan mengatakan bahwa. Anak anak kalian tidak boleh berkelahi, dan ingat bagi laki laki tidak boleh memukul wanita. Kata Guru Brayen." Brayen bercerita penuh semangat, sambil menirukan gaya dari gurunya saat menerangkan. Membuat Ariana semakin gemas kepada Brayen.
"Ah berayen kalau mau cerita sama Mommy lain kali saja ya..." kata Around sembari mengambil alih Brayen. "Ana saya pergi dulu ya, maaf mengganggu waktu kalian." kata Around berlalu meninggalkan Ariana dan yang lainnya.
Setelah Around meninggalkan mereka, mereka kembali berdiskusi dengan berbagai topik, mulai dari isu politik, sampai dengan pengamatan perekonomian saat ini, yang ada di Indonesia. Sementara Arkan sejak tadi menggenggam tangan Ariana, sembari meremas remas sedikit. Sejujurnya itu adalah rasa ungkapan cemburu yang di tunjukkan oleh Arkan, kepada Ariana. Ariana segera memandang Arkan, Ariana sudah dapat mengerti sikap Arkan yang sedikit pencemburu, dan posesif.
"Mas, dia cuman mantan Ana, lagian dia udah punya pacar kok." jelas Ariana, ketika memandang wajah Arkan, yang saat ini sedang menahan cemburu.
"Benerkan sayang?" tanya Arkan meyakinkan. Jujur saja Arkan sedikit takut, bagaimana tidak, Around adalah orang yang sangat ahli dalam masakan, sementara Ariana juga suka dalam masakan. Seluruh keluarga Around juga pasti mengenal Ariana dengan baik, bahkan anak dari Around, memanggil Ariana dengan sebutan mommy. Berarti hubungan mereka sudah cukup serius. Mengingat itu semua, sungguh membuat hati Arkan sangat kesal, belum lagi saat berbincang bincang dengan Around. Arkan seakan tak mengetahui apa apa tentang Ariana, sedangkan Around bahkan sepertinya mengetahui segalanya.
"Iya Mas..." kata Ariana tersenyum ke arah Arkan, sembari tangan kanannya di turunkan, dan mengelus punggung tangan Arkan, yang sejak tadi menggenggam nya dengan erat.
"Sayang jangan tinggalin Mas ya." pinta Arkan kembali mengeratkan tautan tangan mereka. Yang di tanggapi dengan anggukan dari Ariana. Untung saja saat ini yang lain tengah sibuk, dengan topik pembicaraan mereka, hingga tak memperhatikan interaksi antara Ariana dan Arkan. Arkan yang melihat jawaban dari Ariana, sungguh lega di buatnya, ingin rasanya Arkan membawa gadis itu me dalam pelukannya, memeluknya dan mencium nya.
Pagi ini Ariana sedang ada tugas tambahan dari dosennya, di karenakan Ariana yang kemarin tidak hadir. Kali ini Ariana menggunakan mobilnya sendiri, sehingga menimbulkan decak kagum, saat Ariana memasuki pekarangan kampus. Ariana turun dengan menggunakan celana kodok panjang, dengan atasan putih lengan pendek, hingga mengeluarkan kesan imut nan sexy, di mata para kaum Adam. Ariana berjalan dengan santai menuju ke kelasnya dengan berbagai pandangan, ada dengan pandangan muja, bahkan iri, tatapan tatapan itu bukanlah hal asing untuk Ariana, itu merupakan hal biasa.
"Pagi." sapa Ariana, kepada Bima, yang saat ini tengah bermain game di ponselnya.
"Hm..." jawab Bima yang saat ini tengah asyik bermain game. Ariana memandang layar ponsel Bima, hanya menghela nafas. Ariana kemudian mengambil ponselnya yang saat ini berada di tasnya, kemudian ikut bermain Game bersama Bima. Di antara Bima dan Ariana, pagi ini terjadi keheningan, mereka terlalu asyik dengan dunia masing masing. "Mabar yuk." kata Bima segera mengundang Ariana, ikut ke dalam permainan, area yang telah di persiapkan.
Tak lama kemudian seorang dosen masuk ke kelas Ariana, membuat Ariana dan Bima segera memperhatikan mata kuliah. Mereka tampak antusias dengan mata kuliah tersebut, karna dosen yang mengajarinya, juga sangat asyik dan menyenangkan. Ariana bahkan mampu nenyerat semua pengajaran yang diberikan, Ariana terus memperhatikan dosen tersebut. Bima merasakan sorotan tak enak menuju bangku mereka, benar saja Arkan saat ini tengah menyoroti Ariana yang saat ini, asyik menikmati wajah dosennya, yang memang super tampana, dan juga ramah. Ariana sesekali tersenyum saat pandangan mata nya dan dosen tersebut beradu.
...
Sorry Guys ☹️😥 entah kenapa review nya se abad, jadi Author ga bisa up banyak banyak. Mungkin terjadi kesalahan di pusatnya, mohon pengertiannya teman teman.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.