It'S Me

It'S Me
Episode 192



Arkan dan rombongan segera duduk di kursi masing masing. Sementara Arkan kini dengan sangat gugup, menjabat tangan Erick, untuk melakukan ijab qabul.


Sementara Ariana yang berada di kamar, sama tegangnya dengan Arkan. Di temani pacar sahabatnya, karna Ariana tidak memiliki teman. Ariana tersenyum kikuk ketika di hibur oleh yang lainnya, sesekali di goda, hingga membuatnya memerah.


...


Sebelah menyelesaikan ijab qabul, Ariana segera turun ke lantai bawah, untuk menemui Arkan yang kini menjadi suaminya. Ariana tampak cantik mengenakan kebaya, dan make-up dari seorang make-up artist. Arkan tampak terus memandang Ariana, dengan seksama. Menurut Arkan Ariana tampak sangat catik hari ini, meski sedikit kesulitan dalam berjalan. Karna Ariana tak pernah memakai rok sempit. Membuat gaya jalan Ariana benar benar sulit.


"Sabar Ana... rok kamu memang sempit." kata Ayu, mengerti dengan mimik wajah Ariana yang tampak kesal. Sementara yang lain senyum senyum menahan tawa.


"Pegangin Ana kencang, kan ga lucu kalau Ana jatuh, habis malu Ana." keluh Ariana sembari sedikit mengangkat rok nya. Namun di hentikan Juli.


"Gila lo ya?" cegah Juli saat melihat Ariana akan mengangkat rok nya.


"Sempit Jul sumpah, kalau bisa pakai trening Gua, joger deh joger." tawar Ariana, membuat para pengiring pengantin wanita memutar bola matanya malas.


"Kalau ga di acara pengantinan lo, gue jolak lo." kesal Revan melihat Ariana. "Lo jangan jangan cewek jadi jadian ya?" lanjut Revan membuat para wanita, tak tahan menahan kekehannya.


Setelah berbagai drama, akhirnya mereka sampai di penghujung tangga. membuat semua orang jengah, melihat jalan pengantin wanita begitu lama.


"Kok lama sih?" tanya Maxim sedikit heran, dengan lamanya mereka berjalan.


"Biasa pengantin cewek nya, jadi jadian." cepetuk Rayen membuat para tamu tertawa sejadi jadinya, sedangkan Ariana memandang Rayen dengan kesal, karna Rayen masih saja mengolok ngoloknya, meski saat ini mereka tengah berada di acara, pernikahannya sendiri.


Setelah menyambut para tamu, Ariana segera mendudukkan pantatnya di kursi, yang ada di ruangan keluarga Hanvei, dan melihat sekitar yang sudah sepi. Rasanya lebih baik Ariana bermain di lapangan dari pada harus berdiri, denagan mengenakan sendal dengan sedikit tumit. Arkan melihat Ariana, rasanya tak tega. Arkan segera mendudukkan dirinya di samping Ariana.


"Om jangan kasar kasar." teriak Gilang, membuat semua orang terkekeh, sementara Ariana menenggelamkan kepalanya di dada bidang Arkan.


Sesampainya mereka di kamar, Arkan segera membaringkan tubuh Ariana, dengan pelan. Arkan kemudian beranjak ke arah pintu, dan menguncinya. Saat Arkan kembali, Ariana sudah melepas sepatunya, dan beranjak ke kamar mandi. Arkan menunggunya dengan sabar di kasur empuk milik Ariana, Arian memandang sekitar kamar tersebut.


Cklek...


Suara pintu terbuka membuat Arkan, mengalihkan pandangannya, ke arah sumber suara, dan terlihatlah Ariana dengan baju tidurnya. Jujur saja saat Arkan melihat Ariana dengan baju tidur lengkap, wajah basah, dan rambut yang basah membuat Arkan menelan ludahnya.


"Kamu keringkan rambutmu, Mas mau mandi dulu." kata Arkan mengalihkan perhatian nya. Ariana hanya mengangguk sembari menuju ke meja rias, dan mengeringkan rambutnya. Tak lama kemudian Arkan keluar dari kamarnya, dengan menggunakan handuk kecil di pinggangnya.


"Mas..." kata kata Ariana terhenti ketika melihat Arkan hanya mengenakan handuk yang melilit pinggangnya. "Aaaaaa... mas pakai hslanduknya yang bener." teriak Ariana panik, menutupi matanya. "Astaga mataku sudah tidak sesuci embun di pagi hari lagi." guman Ariana.


"Hei hei, kenapa panik? Aku kan suami mu." kata Arkan terkekeh melihat tingkah Ariana. Ariana tampak berfikir, kemudian terkekeh dengan tingkahnya sendiri. Pantas saja Maxim daj Jasson suka kesal dengan nya, rupanya dia sedikit aneh.


Arkan mendekat ke arah Ariana, membuat detak jantung Ariana, bagai drum yang di tabuh kencang. Arkan semakin mengikis jarak mereka, kemudian semakin mendekat, hingga tepat berada di depannya.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.