It'S Me

It'S Me
Episode 202



Arkan memandang wajah Ariana, yang berada di sampingnya. Mata Ariana tengah memandang lukisan dirinya, atau jiwanya yang tengah berpetualang, ketika bersama dengan pangeran Bao Ling. Ariana masih ingat jelas bagaimana, lukisan itu di ambil, berapa lama mereka harus mematung untuk di lukis. Namun itu sangat menyenangkan, karna mereka benar benar, menikmati waktu itu.


Ariana terkejut ketika merasakan, genggaman tangan Arkan, yang menguat di sela sela jarinya. Membuat Ariana mengalihkan pandangannya, ke arah Arkan, yang saat ini tengah memandanginya juga.


...


Arkan menyunggingkan senyum, saat pandangan mereka bertemu. Membuat detak jantung Ariana berdetak kencang. Arkan menarik tangan Ariana, kemudian berdiri bersama Ariana, untuk segera minta di foto.


"Ayo sayang ini moment langkah." kata Arkan membuat yang lain tersenyum.


"Langkah? Masuk penangkaran aja, biar bisa lestari lagi." balas Ariana, membuat tawa mereka pecah, Ariana memang pintar memecahkan suasana, agar lebih riang lagi. Membuat Arkan mencubit pelan pipi Ariana.


Setelah besuah foto, Ariana dan Maxim mulai bermain, mengenang masa mereka, melintasi waktu. Namun bukan Maxim dan Ariana, jika tidak bertengkar di dalam permainan.


Pertengkaran mereka pagi itu berasal dari permainan Cuju, atau permainan bola. Tampa sengaja Maxim melempar bola tersebut, hingga mengenai kepala Ariana. Ariana yang terkejut, sontak di buat terhuyung. Untung saja Armin dengan sigap, dapat menangkap Ariana agar tak terjatuh. Ariana segera membalikkan badannya, melihat tajam ke arah Maxim. Maxim yang di tatap tajam, segera memandang ke arah Ariana, tampa merasa bersalah.


Dengan segala ke kesalan yang ada, Ariana segera membalas lemparan dari Maxim, yang tepat mengenai wajah Maxim. Maxim yang tak terima melempar kembali, bola tersebut ke arah Ariana. Namun dengan segala kesiapan yang ada, Ariana menghindari lemparan tersebut, dan segera berlari menghindari.


Maxim kini menggunakan kekuatan penuh, mengejar Ariana. Maxim sedikit kewalahan, ketika mengejar Ariana. Ariana tampak sangat lihai, dalam menghindari Maxim. Membuat Maxim kesal, dan segera menambah kecepatan. Dan... hap. Maxim menangkap Ariana, dengan wajah penuh kebahagiaan.


"Ketangkap lo Maemunah." ucap Maxim sembari menjewer telinga Ariana, sehingga Arian meringis kesakitan, di buatnya, dan segera memegang telinganya, yang berada di tangan Maxim.


"Aduh... Paijo ampun..." teriak Ariana, meringis meminta ampun. "Paijo... nanti tiket konser untuk nonton saskia gotik deh." tawar Ariana mengada ada, membuat yang lain sontak tertawa, di buatnya. Namun tidak untuk Arkan, Arkan selalu merasa, hal ini merupakan hal biasa. Arkan seolah sering melihat hal ini. Sedikit bayangan Ariana sedang bertengkar, kepada seorang anak kecil, tiba tiba terlintas.


"Ga sekarang gue ga suka Saskia Gotik, gue suka soimah, mau apa lo?" tanya Maxim tak mau kalah, membuat Ariana merasa kalah, namuan tidak sepenuhnya.


"Tarek sis... " teriak Jasson membuat Ariana dan Maxim, berhenti bertengkar. Dan menghadap ke arah Jasson.


"Semongko!!!" teriak Ariana dan Maxim bersamaan, sembari menirukan gaya ala Toktok. "Ah mantap." kata Ariana, membuat yang lain tertawa. Jasson mendekati kedua sahabat nya, dan menepuk bahu mereka.


"Perdamaian perdamaian, banyak yang cinta damai, tapi perang semakin ramai." nyanyikan Jasson membuat Ariana dan Maxim, memilih untuk berdamai, kemudian berniat untuk menutup mulut Jasson, agar tak mendengar suara cempreng itu, bernyanyi lagi. Ariana dan Maxim takut, jika mereka akan di usir dari tempat tersebut, jikalau Jasson terus bernyanyi. Pemikiran aneh mereka berdua memang benar benar aneh, bagaimana tidak. Jika ada orang yang Alan di usir karna berbuat gaduh, pastilah mereka berdua karna sikap mereka yang tak bisa berdamai.


Saat Ariana dan Maxim ingin membekap mulut Jasson, tampa di sengaja hanfu mereka saling terikat di bagian belakang, sehingga membuat mereka, kesulitan dalam membalikkan badannya. Hampir saja mereka berdua terjatuh, namun dengan segala kekompakan, yang tiba tiba muncul, merka mampu mempertahankan badan mereka, dari tanah, meskipun mereka tetap berjongkok.


Sang pelaku segera berlari, ketika melihat Ariana dan Maxim, sibuk membuka hanfu mereka, yang terikat satu sama lain. Setelah terbebas, Ariana dan Maxim segera berpandangan, mereka seolah sedang mengatur rencana, dalam bahasa kalbu atau mata atau apalah itu, hanya mereka berdua yang faham. Ariana dan Maxim sama sama tersenyum menyeramkan, kemudian Maxim mulai melambungkan bola, lalu dengan gerakan yang lihai. Ariana segera berlari dan melakukan salto, menendang bola ke arah target, dengan kekuatan penuh. Dan... Shot... tepat mengenai kepala belakang dari Jasson, membuat Ariana dan Maxim, berjingkrak penuh kemenangan.


Kali ini yang biasa diam, Armin tiba tiba tergabung di lapangan. Armin bertepuk tangan, merayakan kemenangan Ariana dan Maxim, membuat Jasson berdengus kesal. Sementara yang lain yang melihat, tingkah Armin yang aneh, hanya menganga di buatnya. Tiba tiba Armin yang tengah berada di belakang Ariana, mengurung Ariana ke dalam pelukannya. Maxim dan Jasson melihat hal itu, segera mendekat ke arah Ariana.


Mereka bernostalgia, dengan cara mencubit pipi Ariana, dengan sangat gemas. Jasson dengan kekesalannya yang tersisa, mencubit pipi Ariana, dengan gemas. Jangan lupakan cubitan super dari Maxim.


"Aaaaaa..." teriak Ariana membahana. ketika pipinya di tarik oleh Maxim dan Jasson, dan tak mampu berbuat apa apa, karna pergerakannya sudah di kunci oleh Armin. "Dasar kejam, pipi ku yang cantik, di cubit para lelaki kejam." teriak Ariana, memberontak. Membuat para pelaku tertawa, mendengar teriakan dari Ariana.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.