It'S Me

It'S Me
Episode 234



Arkan melonggarkan pelukannya kemudian mengecup puncak kepala Ariana, kemudian menuntun Aryana agar segera berbaring kembali.


"Jangan pernah tinggalin Mas." kata Arkan terus mengeratkan pelukannya kepada Ariana, sembari peninggalan kan kepala Ariana di dalam pelukannya.


...


Ariana hanya diam, sembari membalas pelukan suaminya, yang saat ini memeluknya begitu erat. Ariana mulai merasakan nafas teratur Arkan, menandakan Arkan sudah mulai tertidur. Ariana mencoba melepaskan pelukannya, namun ditahan oleh Arkan.


"Jangan pergi." Arkan mengigau di sela-sela tidurnya, membuat Ariana tak tega untuk melepaskan pelukannya. Ariana kemudian mengusap lembut punggung suaminya, agar suaminya kembali tertidur nyenyak.


Setelah sekian lama Ariana mengelus punggung suaminya, Ariana pun tertidur dengan pulas.


Saat pagi hari Ariana terbangun lebih dahulu, Ariana menatap wajah suaminya masih dalam keadaan terlelap. Ariana kemudian mengecup pipi kanan Arkan, hingga membuat tidur Arkan sedikit terganggu.


Arkan membuka matanya sembari mengerjapkan matanya beberapa kali, Arkan kemudian kembali memeluk Ariana, dengan erat.


"Mas pagi loh ini." kata Ariana sembari mencoba melepaskan pelukan suaminya. Namun Arkan tetap memeluk Ariana dengan erat.


"Udah tidur aja dulu Sayang, Ling Ling sangat merindukan mu An'er nya Ling Ling?" kata Arkan sontak membuat Ariana terkejut.


Ariana mendengarkan hal tersebut sontak saja mengerutkan keningnya, bagaimana mungkin akan mengetahui tentang Gu Ana dan Pangeran Bao Ling. Ling Ling merupakan panggilan kesayangan Gu Ana kepada Pangeran Bao Ling.


"Kenapa sayang? Hm...?" tanya Arkan karena melihat wajah Ariana yang yang bingung.


Saat mendengar pertanyaan dari Arkan Ariana tersadar dari lamunannya, dan memandang wajah Arkan dengan seksama.


"Kamu ngomong apa tadi Mas? Apa kuping Ana yang salah ya atau tak Ana yang bermasalah." woman Ariana yang masih dapat didengar oleh, Arkan membuat Arkan terkekeh mendengarnya.


"An'er ternyata benar kita adalah pasangan abadi." kata Arkan kembali mengeratkan pelukannya dan mengecup puncak kepala Ariana, semakin membuat Ariana melongo tak percaya.


"Siapa kamu Ayo jawab?" kata Ariana melonggarkan pelukannya sembari menatap suaminya penuh curiga. Arkan seketika terkekeh melihat tingkah Ariana.


"Kamu nanya yang sekarang atau yang dulu Sayang?" tanya par kan kembali membawa Ariana ke dalam pelukannya.


"Yang sekarang sama yang dulu sama aja, terserah siapa kamu?" tanya Ariana menatap Arkan penuh selidik, bagaimana tidak rasanya Ariana tidak pernah melepas akan dari pelukannya. Tapi entah kenapa pagi ini akan sangat berbeda, bahkan akan memanggilnya dengan kata-kata An'er dan menyebut dirinya Ling Ling.


"Dulu saya adalah Ling Ling nya An'er dan sekarang Mas adalah ah Arkan nya Ana." kata Arkan dengan santainya, sembari melonggarkan pelukannya dan menatap mata Ariana.


Arkan menatap Ariana dengan sangat dalam, seolah melancarkan sebuah rasa rindu yang amat sangat mendalam. Ariana bingung dengan maksud dari Arkan, ingin rasanya Ariana bertanya apakah Arkan sudah mengingat tentang mereka di masa lalu, atau Arkan hanya mencoba mengerjai nya.


Namun pertanyaan tersebut hanya tertinggal di tenggorokan tak ingin keluar, apalagi setelah melihat pancaran kerinduan yang ditunjukkan oleh Arkan.


"Siapa kamu dimana Arkan?" tanya Ariana semakin bingung, membuat akan semakin tertawa dibuatnya.


"Sejak kepan?" tanya Ariana bingung, menatap Arkan seolah butuh penjelasan.


"Tadi malam." jawab Arkan santai, membuat Ariana mengerutkan keningnya tak percaya.


"Karna itu kamau menangis semalam?" tanya Ariana menatap wajah suaminya tak percaya. Arkan hanya mengangguk membenarkan pertanyaan dari Ariana. "Kok kamu bisa ingat?" tanya Ariana kembali.


"Sebenarnya ingatan atau bayangan seperti ini sudah sering terjadi sebelum kita nikah." kata Arkan menjelaskan kepada Ariana. "Pantas saja setiap Mas melihat kamu, Mas selalu merasa rindu dengan kamu." lanjut Arkan melonggarkan pelukannya ke pada Ariana.


"Dulu kita tak sempat memiliki anak, tapi sekarang kita sudah akan menjadi orang tua." kata Arkan menggenggam tangan Ariana. "Mas janji kali ini Mas akan menjaga kamu, dan menjalani hari tua bersama dengan anak anak kita." kata akan kembali mendaratkan kecupan nya di puncak kepala Ariana. Membuat Ariana tersenyum mengangguk terharu mendengarkan ucapan dari Arkan. Tanpa Ariana sadari air matanya jatuh, di pipi mulusnya nya. Membuat Arkan mengusap air mata istrinya dengan jari jemarinya.


"Ayo mandi, terus kita hari ini pergi jalan-jalan." kata Arkan mengusap lembut kepala Ariana kemudian bangkit dari tidurnya. Arkan menarik Ariana dengan lembut ke kamar mandi.


"Mas mau ngapain?" tanya Ariana bingung karena diseret oleh Arkan ke kamar mandi.


"Ya mandilah Sayang habis ini kan kita mau jalan-jalan." kata Arkan sembari menarik Ariana ke dalam kamar mandi.


"Gantian aja ah Mas, nanti tangan kamu ke mana mana, ga bisa diam." kata Ariana protes kepada Arkan.


"Engga engga akan kok, ini soalnya kita mau pergi jalan-jalan." kata akan tidak memperdulikan protes Ariana.


Setelah perdebatan panjang akhirnya mereka mandi bersama, ya dan benar apa yang dipikirkan Ariana bahwa tangan Arkan akan menjalar ke mana-mana.


Setelah tiga puluh menit mereka mandi, akhirnya mereka keluar dari kamar mandi. Ariana segera mempersiapkan baju untuk suaminya dan dirinya, setelah mereka mengenakan baju. Mereka segera turun ke bawah, ternyata Farid telah selesai sarapan dan saat ini tengah bersiap-siap menuju rumah sakit, dijemput oleh anak sulungnya, Kakak dari Arkan.


"Papa mau ke mana?" tanya Ariana bingung melihat Farid yang telah rapi.


"Papa mau ke rumah sakit, mau terapi jantung sekaligus melihat perkembangan jantung papa." terang Farid membuat Ariana dan akan mengangguk mengerti.


"Dengan siapa pa kalau nggak biar kami aja yang ngantar." katanya Ariana membuat Arkan mengangguk setuju.


"Tidak papa sama Kakak kamu kan, paling sebentar lagi juga datang." kata Farid tersenyum karena mendapatkan perhatian dari anak dan menantunya. "Oh ya papa malam ini tidur di rumah kakak kalian, kalian baik baik di sini." kata Farid tersenyum ke arah anak dan menantunya.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.