It'S Me

It'S Me
Episode 162



"Ana sayang, kamu lupa bagaimana manggil nama saya?" tanya Arkan sembari mengelus puncak kepala Ariana.


Ariana tampak berfikir sejenak, Ariana merasa bahwa panggilannya sudah benar, tidak ada yang tidak sopan pada panggilannya. Memanggil Om memang pantas, jika di ukur dari segi umur Ariana. bagaimana tidak Ariana kini belum menginjak delapan belas tahun, sedangkan Arkan sudah mengijak yang ke tiga puluh tiga tahun, membuat Ariana berfikir jika Ia tidak salah.


...


"Sayang kamu salah panggil loh." kata Arkan, dengan mencoba nada sedikit manja, namun terdengar kaku. Hingga membuat Ariana tertawa, bagaiman mungkin seorang prian dingin tiba tiba mengeluarkan nada manja, sungguh tidak sesuai. "Kenapa? Apa yang lucu?" tanya Arkan mengerutkan keningnya.


"Om suara Om, lucu." kata Ariana di sela sela tawanya.


Namun bukannya marah Arkan justru menikmati tawa lepas Ariana, yang menurutnya begitu cantik, hingga membuat senyum yang begitu menawan, di wajah Arkan. Arkan terus memandangi wajah Ariana yang kini masih tertawa, tak ingin rasanya lepas dari pemandangan indah tersebut. Ariana sedikit demi sedikit melemahkan tawanya karna perutnya sedikit terasa keram.


"Aduh Om, perut Ana sakit." kata Ariana sambil memegangi perutnya. "Om kok lucu banget sih Om." kata Ariana sedikit menenangkan perutnya.


"Kamu cantik." bibir Arkan tiba tiba meloloskan kata tersebut.


"Ya iya lah Om... siapa pun tau kalau Ana cantik, cantik dari lahir Om, tampa Om bilang Ana juga udah tau kali." kata Ariana menyombongkan diri sendiri. "Siapa itu Agnes Mo." lajut Ariana. "Dia mah lewat." kata Ariana bekacak pinggang.


"Lewat cantik nya?" tanya Arkan terkikik geli melihat tingkah Ariana, yang sangat menggemaskan.


"Lewat, ya Ana minta tanda tangan sama foto lah Om." kata Ariana sambil terkikik berhasil mengelabui Arkan. "Siapa Ana, bisa melewati kecantikan Agnes Mo, di mana mana juga kata orang cantikan Agnes Mo." kekeh Ariana, membuat Arkan ikut terkekeh dengan tingkah Ariana.


Cup.


Arkan mencium bibir Ariana sekilas, membuat Ariana terdiam tak percaya. Arkan kemudian tersenyum ke arah Ariana, menikmati keterkejutan gadis tersebut.


"Om main sosor aja, emang Om kira Ana mesin ATM apa." protes Ariana, memegangi bibirnya, yang di cium Arkan.


"Salah sendiri, salah manggil Mas." kata Arkan memanggil dirinya sendiri dengan panggilan mas.


Ariana sedikit berfikir, dengan Arkan mengubah panggilannya menjadi Mas. Ariana sedikit terperangah, ketika mengingat bahwa Arkan ingin di panggil Mas oleh Ariana.


"Lupa Mas ku sayang." kata Arian terkekeh sambil tersenyum ke araha Akan. Arkan tersenyum sambil mengusap lembut pipi Ariana.


"Jam berapa mereka mau ke sini?" tanya Arkan merengguh Ariana ke dalam pelukannya. Memeluk Ariana rasanya sangat nyaman, entah mengapa Arkan selalu senang memeluk Ariana. Arkan kembali teringat bagaimana Ia sedikit mulai jatuh cinta, kepada Ariana, membuat Arkan terkekeh dan kembali memeluk Ariana ke dalam pelukannya.


"Jam 8 malam Om." kata Ariana membalas pelukan Arkan.


"Kalau gitu kamu temanin Mas ya, dan jangan salah lagi manggil Mas." kata Arkan sambil melepaskan pelukan nya dari Ariana.


"Kemana?" tanya Ariana semangat, membuat Arkan terkekeh geli dengan ekspresi Ariana.


"Nonton." kata Arkan menarik Ariana keluar ruang kerja Arkan.


"Kita nonton di sini aja, ada nenekflik." kata Arkan kembali menarik Ariana menuju bioskop mini, di kediaman tersebut.


Arkan menarik Ariana hingga mencapai pintu ruang bioskop mini, Arkan membuka pintu, dan mempersilahkan Ariana masuk duluan. Arkan segera menghidupkan lampu ruangan tersebut, dan menghidupkan layar besar dibruangan tersebut.


Ariana melihat sekitar, kemudian menatap Arkan yang tengah menghidupkan layar besar tersebut dengan Antusias.


"Mau nonton apa?" tanya Arkan kembali menuju saklar lampu, untuk mematikan lampu ruangan tersebut.


"Nonton horror Om." kata Ariana dengan semangat.


"Ga jangan horror." tegas Arkan, sembari duduk di samping Ariana.


Arkan tidak takut dengan jendre horror, Namun dalam adegan Horro, Arkan tahu jelas terdapat banyak adegan yang tak senonoh. Arkan takut terpancing, hingga merenggut mahkota berharga Ariana, sebelum mereka Sah.


"Yah Om, yang Thailand itu loh, banyak komedinya, lucu." kata Ariana mengambil Alih remot dari tangan Arkan. "Phi Mark." Ariana mencari film horror Phi Mark, kemudian memutarnya dan menjauhakan remot dari Arkan.


"Ih Om... apa apaan sih, ga serem kok, orang lucu." protes Ariana saat Arkan mencoba mengambil alih remot dari tangan Ariana.


Melihat Ariana menjauhakan remot nya, membuat Arkan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Cup.


Arkan kembali mencium bibir Ariana sekilas, hingga membuat Ariana menjauhakan kepalanya dari Arkan.


"Apaan sih main sosor sosor aja, memangnya Om angsa apa? Hobi nyosor orang." protes Ariana memukul lengan Arkan.


Cup.


Kembali lagi Arkan mencium bibir Ariana sekilas, meski harus memcondongkan badannya jauh ke arah depan.


"Hukuman buat kamu karna tidak memanggil saya dengan benar." kata Arkan, kembali memfokuskan pandangannya ke arah layar depan.


...


Sorry guys kemarin aku sibuk, sepanjang hari. Pas balik rasanya badan remuk semua, jadi langsung tidur. mohon pengertiannya ya.


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.