
Ariana tak tahu harus berkata apa, memilih untuk menutup matanya. Karna saat ini tak ada gunanya berdebat dengan Zack. Zack sudah menjadikan Ariana objek obsesinya, semenjak pertama kali bertemu. Ariana berbeda di matanya, sehingga menyebabkan Zack ingin memilikinya.
Zack akan melakukan segala hal, termasuk bekerja sama dengan Ririn. Namun karna ke*bo*do*han dan ke*gi*la, gadis itu menyebabkan rencana mereka berantakan. Ririn menghancurkan dirinya sendiri, hingga menyebabkan dirinya masuk ke dalam rumah sakit jiwa, karna di vonis gila oleh para dokter. Zack kemudian meminta Aldi untuk membantunya, dengan di iming imingi uang, dan keselamatan keluarganya.
...
Setelah melakukan perjalanan selama dua jam dua puluh lima menit, mereka sampai di bandara Sultan hasunddin, Sulawesi Selatan. Namun Ariana tak dapat mengetahui keberadaan mereka, karna mata Ariana di tutup dengan penutup mata. Ariana hanya bisa pasrah dengan hal tersebut, dan mengikuti tuntunan dari Zack.
"Sabar ya sayang kamu pasti capek pengen istirahat, bentar lagi kita sampai." kata Zack sembari menuntun Ariana kedalam mobilnya. Setelah itu mereka segera beranjak dari Makassar menuju pulau Selayar. Mereka mengenakan kapal Ferry selama dua jam.
Ariana dapat mengetahui keberadaan mereka, ketika menaiki kapal tersebut. Mereka sepertinya menyebrangi sebuah lautan, dilihat dari lamanya perjalanan mereka.
Ariana dapat mengetahui kemungkinan keberadaan mereka, sepertinya tadi mereka berada di Makassar. Karna sejak tadi mereka berada mendengar logat bicara, dan cara bicara orang orang, menandakan mereka sedang berada di Sulawesi Selatan, atau Makasar.
Tapi masalahnya sekarang ini mereka sedang berada di atas laut, Ariana tak tahu kelas keberadaan mereka. Terlebih lagi, Ariana hanya pernah pergi ke Sulawesi Selatan hanya sekali. Itu pun hanya karna bertugas, mereka bahkan tak pernah jalan jalan.
Ariana memang mengetahui pulau pulau di sekitar Sulawesi Selatan, namun Ariana tak tahu pulau mana yang mereka tempuh. Ariana hanya bisa berdoa kalau keluarga, dan teman temannya dapat menemukannya secepat mungkin.
Tiba saatnya mereka merapat di pulau tersebut, terdengar hiruk pikuk yang tak begitu ramai. Mungkin ini pulau terpencil, yang di huni hanya sedikit warga. Pikir Ariana, sembari mencoba memahami apa yang mereka bicarakan.
Mereka memiliki logat yang sangat berbeda dengan orang Makassar. Ariana bahkan tak mengerti satu pun bahasa mereka, sangat berbeda dengan bahasa Makassar, yang sedikit sedikit Ariana memahaminya, namun ini Ariana benar benar tak mengerti sedikitpun.
"Zack kita ini di mana?" tanya Ariana saat mereka berada di dalam mobil.
"Kalau aku beritahu, kau akan lebih mudah kabur dari ku sayang." kata Zack sembari menggenggam tangan Ariana.
Memang benar kata kata dari Zack, Ariana ingin mengetahui tempat tersebut, karna Ariana ingin segera menghubungi keluarganya.
"Ayo sayang sudah sampai." kata Zack sambil membuka penutup mata Ariana.
Setelah penutup matanya terbuka, Ariana melihat ke arah belakang mobil mereka. Ternyata Zack benar benar teliti, bahkan sepertinya tempat mereka di kelilingi oleh pagar beton, setinggi empat meter.
"Sayang Ayo masuk." kata Zack membuat Ariana terkejut, dan beralih memandang Zack.
Zack segera menggandeng tangan Ariana masuk kedalam Villa tersebut, Villa tersebut tampak begitu mewah, dengan bangunan yang terdiri dari tiga lantai. Zack segera mengantar Ariana ke kamar, yang terletak di lantai dua, dan mempersilahkan Ariana segera istirahat.
"Sayang kamu istirahat ya, nanti biar di antar kan makanan ke sini." kata Zack segera meninggalkan ruangan tersebut.
Saat Zack meninggalkan ruangan tersebut, Ariana segera melihat keluar jendela. Ariana berdecak kagum melihat sekelilingnya, ini benar benar tempat yang yang sangat indah. Namun Ariana tidak tahu keberadaan mereka, Ariana hanya dapat melihat pantai, dan aktifitas masyarakat.
"Huh..." Ariana menghela nafas kasarnya dengan sangat frustasi. "Semoga mereka cepat bergerak." perumahan Ariana sembari menuju tempat tidurnya.
Sementara itu di tempat lain, keluarga sahabat Ariana semuanya telah berkumpul, mereka kembali membahas tentang pencarian Ariana. Hanya Arkan yang tak terlihat di antara mereka, mungkin ini Karena rasa frustasi yang Arkan rasakan, maka dari itu Arkan di minta untuk sementara menenangkan fikirannya.
Bagaimana tidak, Arkan kehilangan anak dan istri dalam waktu yang bersamaan. padahal waktu Ariana hanya tinggal dua bulan lagi, namun justru masalah ini datang. Arkan sangat takut jika mereka melakukan sesuatu kepada Ariana, Arkan tak ingin kehilangan anak dan juga istrinya.
"Bagaiman sudah ada informasi?" tanya Rayen, membuat Armin mengangguk.
"Habis di kasih obat penenang tadi, soalnya dia ga bisa tenang takutnya menghancurkan rencana." kata Gilang, santai.
"Semua cewek sudah kita amankan kan? Takutnya mereka menjadi sandra." kata Maxim.
"Sudah, sebentar lagi semu sampai di sini." kata Andre.
"Baik kita mulai." kata Maxim dengan serius menatap sebuah peta.
Sementara di tempat lain seorang wanita tengah menonton sebuah layar kaca, terlihat sepertinya dia asyik menonton televisi.
"Pertunjukan sudah mulai ya." gumamnya sembari memakan kue brownies.
"Sayang masih ngeliat itu ya? Baru mulai kok, masih lama habis nya." kata sosok laki laki yang baru saja turun dari tangga.
"Mas kayaknya yang cowok itu memainkan perannya dengan baik lah." kata wanita itu.
"Sayang semua memainkan peran dengan baik, tapi pemeran utama wanita yang paling baik." kata lelaki itu mendudukkan pantatnya di samping wanita tersebut, sembari mengecup kening istrinya.
"Hm... iya juga sih, tapi sayang di jadiin ikan asin." kata wanita itu sembari tertawa.
"Iya sayang, kamu mau makan Ice cream?" tanya laki laki itu.
"Boleh..." kata wanita itu manja.
Kembali lagi di kediaman Candana, terdengar di dalam kamar Arkan dan Ariana, suara teriakan dan ketukan.
"Sayang Om ga papa kan? Kasian." kata Ayu, sembari meneteskan air matanya.
...
Hi author mau nanya nih, ada yang mau di buatin untuk cerita kisah Rahen sekeluarga ga? kalau ya komentar di bawah, terimakasih.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.