
"Lagian gue bosan sama mereka. Gampang banget, sekali kedip aja langsung mau," kata Aska santai, menghadap ke arah Angel. "Lagian gue ya... cuman mau main main ama..." Angel melempar tas Aska kearah Aska, membuat kata-kata Aska terhenti. Untung saja Aska memiliki refleks yang bagus, sehingga dapat menghindari, lemparan tas dari Angel.
...
Setelah menyelesaikan mata kuliahnya Angel, memutuskan untuk kembali ke rumah papinya, atau ayah dari Aska. Karena selama ini daddy nya dan kakaknya berada di Belanda, hingga Angel tinggal bersama Aska.
Angel menghela nafasnya, karena kini mobil mewahnya, harus berada di tengah-tengah macet sorenya Jakarta, yang memang selalu macet. Dengan penuh kesabaran ekstra yang Angel persiapkan, Angel memajukan mobilnya dengan perlahan. Beberapa pengendara lainnya, tampak menatap kagum ke arah mobil Angel, yang memang termasuk sangat mewah. Namun kali ini, harus berada di tengah tengah macet, dan ber macet ria dengan kendaraan lainnya.
Setelah hampir satu jam ber macet macet ria, akhirnya mobil Angel dapat berjalan dengan mulus, hingga akhirnya sampai di rumah, yang lebih tepatnya bisa dikatakan istana. Angel segera memarkirkan mobilnya, di garasi mewah milik keluarga Aska.
"Halo hai... Angel cantik balik," teriak Angel bermaksud menyapa seluruh penghuni rumah.
"Sayang, tumben pulang lambat macet ya," tanya Tania, ibu dari Aska, yang baru saja keluar dari dapur. Tania memang menganggap Angel, seperti anak kandungnya sendiri.
"Hi mami, papi masih di kantor ya?" tanya Angel, tanpa membalas pertanyaan Tania. Sembari menghamburkan pelukannya, ke arah Tania.
Bagi Angel sendiri Tania sudah seperti ibu dari Angel sendiri, ditambah keadaan Angel yang memang sudah tidak memiliki ibu, semenjak Angel berusia 5 tahun.
"Iya sayang, kayak tidak tahu papi kamu aja, si tuan gila kerja," kata Tania membalas pelukan dari Angel.
"Iya mi, emang dasar daddy sama papi memang pantas jadi kakak beradik, kalau udah kerja lupa segalanya. Angel aja sering kesel kalau lagi di Belanda, daddy suka sibuk sama kerjaannya. Sama aja sama kakak Brian, selalu sibuk dengan kerjaannya," kata Angel mengeluarkan seluruh uneg unegnya, yang penuh sesak di dalam hatinya, mengoceh seolah memarahi papi, daddy dan juga Brian.
"Kalau tidak sama gimana bisa jadi saudara sayang," kata Tania terkekeh, sembari mengusap kepala Angel.
Tania tahu betul jika Angel tidak bersamanya, maka bisa dipastikan Angel pasti akan kekurangan kasih sayang. Makanya Tania memilih mengasuh Angel, hitung-hitung Tania memiliki anak perempuan.
Tania ingat betul, semenjak ibunya meninggal, Angel hidup bersama daddy dan Brian di Belanda. Angel berada di Belanda hingga sekolah menengah atas. Tania dapat melihat saat itu Angel lebih pendiam, dan cuek dengan keadaan sekitarnya.
Angel sekarang sangatlah berbeda dengan Angel yang dahulu. Angel lebih banyak berkutat dengan buku-buku yang ada di perpustakaan pribadi rumahnya. Angel sekarang lebih ceria dan lebih terbuka terhadap kehidupan pribadinya, mungkin karena merasa Tania sudah seperti ibunya, makanya Angel akan lebih merasa aman dan nyaman, jika berbicara dengan Tania tentang kehidupan sehari-harinya.
"Nah iya juga ya mi," kata Angel ikut terkekeh.
"Oh iya sayang yang kamu enggak pulang sama si Aska, kakak kamu itu?" tanya Tania bingung tidak melihat keberadaan Aska saat Angel pulang.
Aska memang lebih tua satu tahun dibandingkan Angel. Maka dari itu jika berada dilingkungan keluarga besar Angel, memanggil Aska sebagai kakak.
"Tidak tuh mi, tadi kak Aska bawa mobil sendiri katanya, mungkin masih di jalan, atau mungkin lagi nganterin gebetannya yang baru mi," kata Angel membayangkan wajah tengik playboy sepupunya.
Membuat Tania memutar bola matanya jengah, mendengar pernyataan dari angel tentang putranya.
Tania tahu betul jika putranya itu senang sekali bergonta-ganti pacar. Karena terlalu kesal, dahulu Tania pernah mencoba menjodohkan Aska, agar sikap playboy itu hilang dari diri Aska. Hingga akhirnya mereka bertunangan. tetapi Aska justru berselingkuh dibelakang tunangannya, yang membuat pertunangan keduanya batal.
Bahkan Denny papinya Aska, saat itu hampir saja mengusir Aska dari rumahnya. Jika saja tidak dihentikan oleh Brian kakak dari Angel. Akhirnya berakhir kepada pemblokiran kartu kredit dan pemotongan uang jajan Aska selama satu tahun. Bukannya kapok Azka sekarang justru lebih parah dari itu, membuat Tania dan Denny menjadi pusing dibuatnya. Karena itulah mereka sekarang hanya bisa memarahi Aska.
"Ais anak itu, untung papi nya enggak kayak gitu keturunan siapa sih itu Aska," omel Tania kesal dengan pemikiran anak satu-satunya itu, yang suka sekali gonta-ganti pacar.
"Angel sayang nanti kamu kalau cari pacar jangan yang seperti Aska ya, banyak makan hatinya dari pada makan kasih sayangnya," nasihat Tania kepada Angle, membuat Angel hampir tertawa dibuatnya.
Bagaimana tidak nasihat Tania, seolah mengisyaratkan bahwa Aska tidak pantas mendapatkan pasangan yang baik.
"Iya mama omelin aja tuh Kak Aska kalau pulang," kata Angel ikutan kesal dengan sikap Aska.
Mendengar hal itu sontak membuat Tania semakin kesal, dengan sikap Aska yang sudah diambang batas.
"Iya tenang aja sayang, nanti mami omelin tu anak, sampai bengkak kupingnya sampai bengkak deh," kata Tania geram tidak sabar menunggu kepulangan Aska, karena ingin memarahinya.
"Sayang kamu pergi mandi dahulu gih sayang, habis itu kita makan di bawah. Mami habis buat cake kesukaan kamu," kata Tania sontak membuat Angel berjingkrak senang.
"Asiap boss, Angel pergi mandi dahulu ya," kata Angel dengan penuh kegembiraan, sembari melangkahkan menapaki tangga, untuk menaiki lantai dua menuju kamarnya.
Setelah selesai mandi Angel segera turun ke bawah, Angel sudah tidak sabar lagi untuk memakan cake buatan Tania. Sementara Tania sudah mempersiapkan cake yang akan dimakan oleh Angel.
"Halo hai... Aska ganteng pulang," kata Aska setengah berteriak bahagia, karena baru saja mendapatkan mainan baru. Aska tak tahu saja bahwa Angel, telah mengadukan seluruh perbuatannya kepada Tania.
"Wih... ada cake nih boleh dibagi," kata Aska segera mendudukkan pantatnya di samping Angel, yang tengah memakan cake buatan Tania di ruang keluarga.
"Siapa yang memperbolehkan kamu makan?" tanya Tania kepada Aska, membuat perasaan Aska menjadi tidak enak. Aska segera memandangi Angel dengan penuh selidik, Aska menduga, bahwa Angel telah mengadukan sesuatu yang membuat Tania marah kepadanya.
"Yah gue kirain gue punya kesempatan," kata salah satu karyawati dengan cemberut.
"Mimpi lo..." kata salah satu karyawan sembari menoyor kepala karyawati tersebut.
"Tapi calon istrinya pak bos kayaknya pernah muncul deh di salah satu tabloid majalah, sama kayaknya dia selebgram deh," lanjutnya, sembari mengambil ponselnya, dan membuka Instagram.
...
"Dasar duda genit lu mau ngapain sih ngangkat ngangkat gue, gue punya mobil," protes Angel ketika sudah sampai di dalam mobil, Angel tidak dibawa ke dalam mobilnya melainkan, dibawa ke dalam mobil Daniel.
Daniel setelah mendudukkan Angel, Ia juga ikut mendudukkan diri di samping Angel. Tanpa mempedulikan teriakan Angel, Daniel meminta sopirnya untuk segera melaju menuju ke suatu tempat.
"Daniel ini nggak lucu tahu, dan gue mau balik ke kampus," seru Angel berteriak ke arah Daniel, namun Daniel tetaplah bungkam.
"Pak kita belok bukan lewat sini saya mau ke kampus," kata Angel kepada supir Daniel.
Supir tersebut hanya memandang Daniel menunggu jawaban dari Daniel. Tetapi yang diberikan dari Daniel adalah gelengan kecil sehingga membuat supir tersebut tetap melanjutkan mobil tersebut.
"Kita ke apartemenku," kata Daniel, sontak membuat Angel semakin kesal.
Angel ingin memukul Daniel namun tangan Angel justru dikunci oleh Daniel. Daniel segera memeluk Angel ke dalam pelukannya, membuat Angel semakin kesal dan melepaskan diri secara paksa dari pelukan Daniel.
"Daniel berhenti atau gue loncat," ancam Angel membuat kening Daniel terangkat di sebelah kiri, Daniel memandangi Angel dengan tatapan rumit.
Daniel dengan sigap segera mengangkat Angel ke dalam pangkuannya, agar Angel tidak bisa berbuat nekat. Angel terus berusaha melepaskan diri namun kekuatan Daniel lebih besar dari padanya, sehingga membuat Angel tak bisa terlepas dari Daniel.
Setelah sekian lama akhirnya Angel akhirnya lelah menghadapi Daniel. Akhirnya Angel tertidur di dalam pelukan Daniel. Daniel tersenyum melihat Angel yang tertidur di dalam pelukannya.
Sementara itu di tempat lain Aska tengah mencari Angel di kampus, Aska segera pergi ke fakultas Angel berniat untuk menemui Angel, namun kata teman-temannya Angel pergi ke perusahaan MR Group. Angel ke sana untuk membicarakan tentang undangan mereka yang ingin CEO dari MR Group, menjadi narasumber mereka di acara seminar nanti.
"Angel dari tadi ya pergi?" tanya Aska kepada Zen ketua dari acara tersebut.
"Iya lah kenapa sih nyari dia ada hubungannya sama dia," tanya Zen kepada Aska, membuat Aska menggelengkan kepalanya dengan pertanyaan temannya.
Mereka memang tidak mengetahui hubungan antara Aska dengan Angel yang sesungguhnya. Sehingga kedekatan mereka membuat orang banyak salah paham, ditambah lagi Angel yang sering dimintai tolong oleh Aska untuk menjadi pacar pura pura nya.
"Otak lo ya dari dulu sampai sekarang pikirannya aneh aneh mulu," kata Aska menoyor kepala temannya.
Zen hanya tertawa kecil mendapatkan toyoran tersebut. Zen merupakan teman sekolah menengah atas dari Aska sejak dulu, namun tidak tahu kalau Angel adalah sepupu dari Aska.
"Dah ah gue mau cabut nanti kalau lo ketemu Angel hubungin gue, soalnya gue nggak bisa hubungin dia dari tadi," kata Aska meninggalkan Zen, membuat Zen menggeleng.
Sebenarnya Zen bingung dengan hubungan mereka, karena Angel tahu kalau Aska suka sekali gonta ganti pacar. Namun sepertinya hubungan mereka selalu baik-baik saja, Angel bahkan terlihat biasa saja ketika Aska mengajaknya untuk bertemu dengan pacarnya, dan memutuskan pacarnya di depan Angel.
Sementara di tempat lain Angel masih tertidur di dalam pangkuan Daniel, kini mereka telah sampai di gedung apartemen Daniel. Daniel ingin membangunkan Angel, namun ia tidak tega melihat Angel terlelap di dalam pelukannya.
"Biar saya bantu tuan," kata supir Daniel menawarkan dirinya untuk menggendong Angel, namun Daniel segera menepis tangan sopirnya.
"Tidak perlu biar saya saja," kata Daniel segera mengangkat Angel dan menuju ke dalam bilik apartemennya.
Daniel tidak seperti penghuni yang lainnya, namun Daniel menggunakan pintu lift khusus, karena Daniel merupakan pemilik apartemen tersebut.
Setelah sesampainya di dalam bilik apartemen tersebut, Daniel segera membawa Angel ke dalam kamarnya dan membaringkannya dengan pelan. Setelah itu Daniel pun ikut membaringkan diri di samping Angel.
"Cantik," kata Daniel di dalam hati ketika melihat Angel yang masih terlelap.
Daniel menyentuh setiap bagian wajah Angel sembari tersenyum.
"Kamu membuat saya gila sayang," guman Daniel sembari mengusap lembut wajah Angel.
Daniel mendaratkan ciumannya di kepala Angel dengan lembut, kemudian beralih ke dua pipi, dan berakhir di bibir lembut Angel.
Tiba tiba seseorang mengetuk pintu apartemen Daniel hingga membuat Daniel berdecak kesal, karena Daniel harus meninggalkan Angel di dalam kamar. Daniel segera berjalan kearah pintu dan membuka pintu tersebut, ternyata yang mengetuk pintu tersebut adalah Roni sekretaris dari Daniel.
"Sorry Bos saya cuman mau ngasih tas Angel di dalamnya sudah ada ponsel sama kunci mobil dan barang barang Angel," kata Roni yang mengerti wajah kesal bosnya itu, kemudian memilih untuk pergi ke apartemennya sendiri.
Daniel segera menutup pintu apartemen dan kembali berjalan dengan tas Angel yang tengah di tentengnya. Daniel meletakkan tas Angel Di naklas samping tempat tidur, sementara dirinya merebahkan badannya disamping Angel. Daniel mengecilkan suhu AC kemudian menarik selimut untuk menutupi tubuhnya dan tubuh Angel. Kemudian memeluk Angel dan ikut terlelap bersama Angel.
Setelah satu jam akhirnya Angel membuka matanya, hal yang pertama yang ia lihat adalah tempat yang begitu asing untuknya. Saat Angel ingin menggerakkan badannya, sebuah tangan kekar melingkar di perutnya. Angel begitu terkejut ketika melihat siapa yang ada di sampingnya.
"Aaa..." teriak Angel membahana membuat Daniel segera membuka matanya nya.
"Kenapa Sayang tidur lagi gih," kata Daniel mengeratkan pelukannya membuat Angel semakin tidak dapat menggerakkan tubuhnya.
"Daniel lepasin gue dong gue mau balik nih," kata Angel berusaha melepaskan diri dari Daniel, namun Daniel kembali lagi mengeratkan pelukannya.