It'S Me

It'S Me
Episode 227



"Ya udah biar Gege aja ya sayang." kata Armin menawarkan dirinya, karna tidak ingin punya ponakan yang ileran.


"Ga Gege elus kepala Ana aja, kayak dulu." kata Ariana dengan wajah yang memelas.


"Ya, ya, ya... kami berdua pergi, demi ponakan." kesal Jasson menarik Maxim.


...


Ariana menyenderkan kepalanya di bahu Armin, sedangkan tangannya terius menggenggam tangan Arkan. Armin terus mengusap lembut kepala Ariana, sedangkan Arkan terus saja menggenggam tangan Ariana, sembari sesekali meremasnya. Jujur saja Arkan saat ini merasa sangat cemburu, melihat kedekatan Ariana yang bermanja manja pada Armin.


Tak butuh waktu lama, akhirnya Ariana tertidur. Armin memjita Arkan menaikkan Ariana ke dalam kamar mereka. Arkan dengan segera mengangkat istrinya ke kamar, kemudian turun menemani Armin.


"Kok turun? Ga nemenin Ana ya?" tanya Armin ketika melihat Arkan mendudukkan pantatnya di sampingnya.


"Ga papa lagian aman kok." kata Arkan sembari menyesap teh hangatnya.


"Tolong jagain Ana ya... dia sama Maxim sudah seperti adik sendiri untuk ku." kata Armin tersenyum ke arah Arkan. "Ana merupakan salah satu yang penting untuk ku, kalau kamu butuh sesuatu bilang saja, jangan sungkan." lanjut Armin sembari memandang acara tv yang jujur saja tidak di mengerti mereka, Armin dan Arkan hanya terlalu malas untuk memindahkan acara tv tersebut.


"Hm... terimakasih, jika ada sesuatu yang mendesak, saya pasti akan meminta pertolonganmu." kata Arkan ikut memandang acara tv tersebut.


"Kamu jangan terlalu cemburu ya dengan kedekatan saya, dan Ana." kata Armin tiba tiba membuat Arkan menjadi merasa tidak enak. "Saya tahu terkadang kamu cemburu, tapi Ana sudah seperti adik sendiri untuk ku." jelas Armin, memandang Arkan. "Sudah lama saya ingin memiliki seorang adik, kehadiran Ana dan Maxim yang begitu hangat, membuat saya merasa tidak sendirian, dan sifat mereka membuat saya merasakan menjadi seorang kakak." lanjut Armin sembari sedikit terkekeh, karna teringat banyak sekali tingkah, dan pertengkaran yang terjadi antara Ariana dan Maxim.


"Hm... sifat mereka seperti anak kecil, jika bertemu akan sulit sekali berdamai." kata Arkan ikut terkekeh mengingat tingkah Ariana dan Maxim.


"Hm... namun kalau tidak bertemu sehari saja, mereka sangat ribut, mengatakan ingin bertemu." kekeh Armin. "Ah kau ingin tips agar Ana suka bermanja dengan mu?" tanya Armin tiba tiba, sontak membuat Arkan memandang Armin dengan mata berbinar.


"Apa itu?" tanya Arkan, dengan penuh harap.


"Usap saja kepalanya seperti tadi, maka dia akan terus meminta di usap." kata Armin terkekeh, sementara Arkan hanya memandang Armin tak percaya. "Ayolah bahkan Maxim memanggil Ana kucing atau kitty, dan Username dari Ana di ponselnya Maxim itu kitty." jelas Armin membuat Arkan terkekeh mendengarkannya.


Tiba tiba ponsel Armin berbunyi, Armin segera melihat ponselnya, dan tertera Daddy yang sedang menelfonnya.


"Sebentar." Kata Armin mengangkat telfon dari Daddy-nya.


"Hallo Dad Assalamualaikum." sapa Armin kepada Daddy nya yang berada di ujung telfon sana.


"Ah ok Dad, aku kesana Assalamualaikum." kata Armin sembari menutup sambungan ponselnya.


"Ah Ar, saya harus ke kantor." kata Armin di angguki oleh Arkan. "Ya sudah Assalamualaikum." kata Armin pamit dengan Arkan.


"Waalaikumsalam salam, hati hati." kata Arkan mengantar kepergian sahabat istirnya itu.


Setelah mengantar Armin, Arkan segera menaiki tangga, dan melangkah kan kakinya menuju kamar. Arkan segera membuka pintu, dan melihat istrinya yang masih tertidur pulas. Arkan segera menaiki tempat tidur mereka, duduk di sampai Ariana yang tengah tertidur. Arkan mengusap perut Ariana, yang masih rata, kemudian beralih ke puncak kepala Ariana.


Arkan membaringkan badannya di samping istrinya, membuat Ariana tersenyum. Ariana segera memeluk Arkan, kemudian menempatkan kepalanya di dada bidang Arkan.


"Ana ngantuk, usap Mas." kata Ariana sembari menunjuk kepalanya. Dengan senang hati Arkan mengusap kepala Ariana dengan lembut, sesekali mengecupnya. "Enak Mas, Ana suka." kata Ariana membuat Arkan tersenyum senang.


Sepertinya saya harus banyak bertanya kepada Armin. Kata Arkan di dalam hati.


Baru saja Ariana ingin terlelap, Maxim dan Jasson telah mengetuk pintu kamar mereka. Membuat Arkan segera bangun dengan malas, kemudian melangkah menuju pintu kamarnya. Arkan melihat sosok Maxim dan Jasson dengan wajah kesal.


"Mana Ana?" kesal Jasson membuat Arkan hampir saja tertawa.


"Enak banget ya kalian berduaan mesra mesraan, tapi kami malah di suruh yang tidak tidak." protes Maxim membuat Arkan benar benar tertawa.


"Aish... udah lah sebelum ada perintah yang aneh aneh, pulang yuk." ajak Jasson menarik tangan Maxim, menuruni tangga. Jasson dan Maxim segera keluar dari rumah besar tersebut. Arkan hanya menggelang, dan membawa pesanan Ariana ke kamarnya.


Sesampainya di kamar Arkan melihat Ariana tengah duduk santai di sofa kamar mereka sembari menonton film kartun Spongebob. Tawa Ariana terkadang muncul di sela sela Ia menonton, kala adegan komedi yang hampir semua sin berisi adegan komedi itu terputar.


"Sayang pesanan kamu udah ada." kata Arkan membawa semua pesanan istrinya, Ariana tersenyum melihat pesanan tersebut, kemudian menyamabar mereka semua dengan lahap, di bantu oleh Arkan.


"Enak sayang?" tanya Arkan do sela sela makannya, hanya di tanggapi istri tercintanya. "Makan yang banyak." kata Arkan mengecup kepala Ariana.


"Kamu juga bantuin Mas." kata Ariana sembari tersenyum, membuat Arkan ikut tersenyum bahagia.


"Iya sayang, ni Mas makan." kata Arkan sembari menyuapi dirinya sendiri. "Kamu nonton Spongebob lagi ya?" tanya Arkan kepada istrinya.


"Iya ini jam nya Spongebob Mas." kata Ariana sembari melihat tayangan kesukaannya.


"Ga mau film yang lain?" tanya Arkan, membuat Ariana teringat sesuatu.


"Mas mana remote nya? Baru ingat We Are Bears main." kata Ariana membuat Arkan menggeleng, ternyata yang membuat istrinya begitu bersemangat adalah film kartun. Arkan segera menyera kan remote nya, dan Ariana segera memindahkan ke stasiun TV lain. Tepat pada saat Ariana memindahkannya, kartun kesayangannya di mulai.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.