It'S Me

It'S Me
Episode 254



"Rose Jane wildom." kesal Rayen menyebutkan nama panjang dari kekasihnya.


"Ya Rayen Hanvei..." kata Rose sembari terkikik geli, melihat wajah kesal dari Rayen.


"Hei berhenti berpacaran." tegur Jasson yang ada di sampingnya, jujur saja saat ini Jasson sedang merasa tidak di anggap.


...


Semua orang saat ini telah berkumpul di kediaman Candana, semua orang telah menunggu, kedatangan Rayen dan yang lainnya, apa lagi setelah mendengar berita kepulangan mereka, dari Kalimantan Selatan.


Mereka semua berkumpul bersama, tiba tiba sebuah bunyi klakson terdengar dari luar rumah mereka. Membuat mereka terkejut, dan segera beranjak dari ruang tamu.


Hal pertama yang mereka lihat adalah, sesama suami istri, yang selama ini mereka khawatirkan tengah. Ya itu adalah adalah Ariana dan Arkan, yang baru saja turun dari mobil.


Arkan dan Ariana tersenyum melihat, ke arah semua orang, yang saat ini sedang menunggu mereka. Aida, Ayu, dan Vian segera berlari memeluk Ariana, mereka segera mengelus perut Ariana, membuat Ariana tersenyum.


Sebenarnya Ariana tak terlalu suka jika perutnya di belai, oleh orang. Terkecuali itu itu dirinya, dan suaminya. Namun kali ini Ariana membiarkan nya, mungkin mereka tengah menghawatirkan dirinya, dan anaknya. Padahal dia dan suaminya baru saja dari berlibur.


Tiba tiba klakson mobil kembali terdengar, membuat mereka semua mengalihkan pandangan mereka. Ariana dengan semangat memandang mereka, sementara Rayen keluar, dengan menggandeng tangan Rose yang saat ini masih mengenakan penyamarannya, hanya topeng saja yang ia buka.


Ariana tertawa melihat perut Rose, membuat Rose kesal, ingin sekali Rose memukul kepala Ariana. Namun berhubung Ariana sedang hamil, calon keponakannya, maka ia mengurungkan niatnya. Sementara orang orang tercengang melihat hal itu.


"Ayo kita segera masuk, aku lelah, dan butuh penjelasan." kata Andre dengan wajah lelah, membuat semua orang mengangguk, dan masuk ke dalam rumah.


"Jadi bagaiman ini bisa terjadi?" tanya Farid kepada anak dan menantunya.


"Siapa yang cerita ni?" tanya Ariana memandang yang lain.


"Lo lah kan lo pelaku utamanya." kata Maxim menunjuk Ariana.


"Kan bukan gue yang main." kesal Ariana, karna kata kata Maxim yang begitu ambigu, bisa menyebabkan kesalah fahaman.


Kata kata Maxim, menunjukkan seolah ini semua adalah Ariana yang mendalami, dan merencanakannya. Meski memang begitu, tapi semua menyetujui.


"Ye bukan lo yang main..." kesal Maxim. "Lo ngapain aja di sana?" tanya Maxim kesal, melihat wajah Ariana.


"Ya... gue nonton..." kata Ariana santai. "Nonton kalian lagi beradegan, laga yang lebih banyak diamnya." ledek Ariana.


"Maksud lo apa?" tanya Maxim tak terima.


"Ya emang lo ga ada kerjaan kan?" kata Ariana tak mau kalah. "Kita semua tau, yang kerja tuh... calon kakak ipar gue, sama si bang Roy." kata Ariana.


"Eh Roy siapa?" tanya Erick, bingung karna tidak mengetahui siapa Roy.


"Abang sniper ganteng." kata Ariana, tiba tiba terbayang wajah tampan Roy, si blasteran Indonesia-Belanda.


"Hem... ingat kandungan." kata Arkan, mengingatkan posisi Ariana saat ini.


Semua orang jengah, ketika mendengarkan suara cemburu dari Arkan. Di saat seperti ini Arkan malah membicarakan tentang hal tersebut.


"Lah emang bener kan ganteng, gue mah jujur, ganteng ya ganteng, cantik ya cantik." tutur Ariana. "Makanya gue suka muji diri gue sendiri, orang gue merasa cantik kok." kata Ariana menyombongkan dirinya.


Armin yang mendengar hal tersebut, segera menepuk jidat Ariana. Kemudian berkokok di hadapan Ariana, Armin mengusap lembut perut Ariana.


"Ponakan uncle, bagus kok kalau punya percaya diri yang tinggi." kata Armin sembari tersenyum. "Tapi jangan seperti Mommy kamu, tingkat percaya diri nya terlalu tinggi." kata Armin, kemudian berdiri, dan memeluk Ariana.


"Gege lapar, mau nasi goreng Gege." rengek Ariana seperti anak kecil, membuat yang lain segera menggeleng.


Sikap manja Ariana terhadap sahabatnya ini memang tak pernah berubah, meski telah menikah. Sementara Armin setelah mendengarkan pemintaan, sahabatnya yang sudah seperti adiknya ini. Segera melangkah ke dapur, untuk memenuhi permintaan Ariana.


"Sudah selesai? Sekarang cerita." pinta Gilang, membuat yang lain mengangguk setuju.


"Nanti aja ya... lapar, mau makan dulu." kata Ariana sambil cengengesan. "Nah sembari menunggu cerita yang masih di pending, para keponakan dan sahabat tercinta ku Bima, kalian mandi aja dulu, bau" kata Ariana, sukses membuat mereka mendengus kesal.


Setelah mereka bubar, Erick segera memeluk Ariana. Sembari meniti kan air mata nya, Erick memeluk, dan mengecup puncak kepala Ariana, kemudian mengusap lembut perut buncit Ariana.


"Sayang nanti lain kali derita sama Daddy ya... Daddy takut terjadi sesuatu dengan kamu, Daddy takut kehilangan kamu seperti ibu kamu." kata Erick memeluk Ariana. "Daddy cuman punya kalian, bagaimana mungkin Daddy akan kehilangan kalian." kata Erick terus memeluk dan mengecup puncak kepala Ariana.


Semua orang menjadi terharu, melihat kedua anak itu berpelukan. Tiba tiba tangan kekar melingkar, di badan Ariana dan Erick. Membuat Ariana dan Erick memandang ke arah si pelaku.


"Apa? Gue juga mau di peluk... kan gue ga mau ketinggalan." kata Rayen cengengesan, membuat yang lain bingung dengan tingkah laku Rayen.


"Lo kayaknya emang harus cepat nikah deh kak." kata Ariana membuat yang lain mengangguk serentak, sementara Rose dengan perut buncit palsunya,hanya tersipu malu.


"Ah bener banget." kata Rayen beralih memeluk Rose, membuat Rose segera mencubit perutnya. "Ah Yank buka perut kamu itu." pinta Rayen, membuat Rose membuka perut palsunya. Saat perut palsu terbuka, tiba tiba terjatuh lah pistol dan ponsel genggam.


"Ya udah aku mau bersih bersih dulu." kata Rose, membuat yang lain menganggukkan kepalanya.


"Iya gue juga." kata Ricky, kemudian berlalu menuju kamarnya. Ricky memang memiliki kamar khusus untuk dirinya, di rumah Candana.


Hi teman teman ni rencananya mau buak kumpulan cerita horor gitu, dari pengalaman peribadi ku, dan jika teman teman memilikinya juga Kyuk kirim cerita kalian, di pesan pribadi. Jadi ceritanya itu true story Gimana kalian setuju ga?


...


Hi author mau nanya nih, ada yang mau di buatin untuk cerita kisah Rahen sekeluarga ga? kalau ya komentar di bawah, terimakasih.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.