
sementara di dalam kantor Arkan, Arkan segera memanggil asistennya untuk masuk ke dalam kantornya. Arkan meminta agar asistennya, tidak membiarkan siapapun untuk masuk ke dalam kantor Arkan jika tidak di izinkan.
"Sayang kamu nggak papa kan? Maaf maaf Mas nggak tahu kalau dia mau datang ke sini." kata Arkan sembari memeluk Ariana dengan erat, Arkan benar-benar takut jika Ariana marah kepadanya.
...
"Hm... Mas kerjain aja lagi kerjaan Mas." kata Ariana kembali mendudukkan dirinya di kursi kerja di samping kursi milik Arkan. Arkan pun ikut mendudukkan dirinya di kursinya.
"Sayang kamu marah ya sama Mas?" tanya Arkan kembali memastikan, membuat Ariana tersenyum sembari mengusap lembut wajah Arkan.
"Aduh Mas, Mas kan nggak salah." kata Ariana terkekeh. "Tapi mas Ana pengen es krim sama, soto gitu Mas." kata Ariana tiba-tiba. "Sama satu lagi mangga muda bisa nggak ya asisten Mas nyariin." Lanjut Ariana.
"Kamu lapar kenapa nggak bilang dari tadi?" kata Arkan sembari mengusap lembut punggung Ariana, membuat Ariana sangat nyaman.
"Mas kamu punya apartemen nggak di dekat sini?" tanya Ariana tiba tiba membuat kening Arkan berkerut.
"Punya Sayang kenapa? Kamu pusing atau capek?" tanya akan mulai khawatir kepada Ariana.
"Engga Mas kita kesana aja yuk, nanti suruh asisten Mas untuk bawain makanan pesanan Ana tadi ke apartemen Mas aja." kata Ariana kepada akan dengan nada manja, agar Arkan mengikuti keinginannya. Melihat tingkah Ariana yang menggemaskan, Arkan segera merapikan dokumennya yang berada di atas meja kemudian memasukkannya ke dalam tas kerja Arkan.
Arkan segera keluar dengan menggandeng tangan Ariana hingga ke parkiran, Ariana dan Arkan segera memasuki mobil tersebut, dan Arkan menjalankan mobil tersebut ke apartemen miliknya.
Setelah sampai di apartemen Arkan dan Ariana memasuki apartemen tersebut, Arkan segera meletakkan tas kerjanya nya di sofa, sementara Ariana segera mendudukkan pantatnya di atas pangkuan Arkan. Dengan sikap Arkan memeluk pinggang Ariana, agar Ariana tidak terjatuh.
Arkan sedikit mengerutkan keningnya bingung melihat kegelisahan Ariana, Ariana tampak ingin mengungkapkan sesuatu namun ragu untuk mengungkapkannya. Arkan dengan segera mengecup pipi Ariana sembari menenangkan Ariana.
"Apa Sayang kenapa kamu segelisah ini." tanya Arkan kepada Ariana.
"Anu Mas aku mau itu." kata Ariana malu-malu membuat Arkan tersenyum senang, dan segera mengangkat istrinya ke dalam kamar miliknya.
Setelah setengah jam Arkan segera keluar dari kamarnya, Arkan melihat istrinya yang tengah terlelap setelah melakukan olahraga ranjang. Arkan mengerutkan keningnya bingung dengan tingkah istrinya yang akhir-akhir ini aneh menurutnya.
Arkan melangkahkan kakinya keluar kamar ketika mendengar bel apartemen nya berbunyi. Arkan tersenyum ketika melihat asistennya yang datang dan membawakan pesanan untuk istrinya. Setelah asistennya pergi Arkan segera menutup pintu apartemennya nya. Arkan melangkahkan kakinya menuju kamarnya di mana Ariana saat ini masih terlelap.
"Sayang ayo bangun pesanan kamu sudah datang." kata Arkan mencuri cuil pipi Ariana. Ariana yang tidurnya merasa terganggu segera membuka matanya dengan perlahan, menyesuaikan cahaya yang ada di dalam kamar tersebut.
Tampa menjawab Arkan Ariana segera melangkah menuju kamar mandi dan mencuci wajahnya di wastafel. Ariana segera memakan pesanannya dibantu oleh Arkan atas permintaan Ariana. Setelah itu mereka memutuskan untuk kembali ke rumah karena Ariana handak memasak untuk Farid.
Sesampainya di rumah Ariana segera melangkahkan kakinya menuju dapur dan meminta para koki untuk membantunya menyiapkan seluruh bahan-bahan.
Ariana segera menggoreng ayam filet hingga kecoklatan, kemudian tumis bwg bombay, bawang putih dan cabe. Sudah mulai harum dan layu. Lalu Ariana menmbahkan ayam yang di goreng tadi, kemudian masukkan kecap manis, saos tiram, saos tomat, gula, ladaku, dan royco. Kemudian di aduk hingga smua sudah tercampur. Terus masukkan air 1 gelas kecil, lalu di aduk hingga mengental lalu masukkan daun bawng di cincang.
Setelah selesai memasak ayam kung pao atau Gong bao, Ariana segera menyiapkan dessert yang telah Ia buat tadi.
Ariana segera menyiapkan salad sebagai makanan pembuka untuk mereka semua, setelah selesai Ariana segera menyajikan dan menata seluruh masakannya di atas meja makan, di bantu oleh para koki dan asisten lainnya.
Sudah dua jam lamanya Ariana berkutat di dalam dapur, untung saja mereka pulang lebih awal ke rumah, sehingga Ariana memiliki waktu yang lebih panjang untuk memasak.
Ariana segera memanggil Arkan yang tengah duduk bersama Farid sembari menonton televisi.
"Pah, Mas makanannya sudah siap maaf lama." kata Ariana sembari cengengesan.
Mereka melangkah kemeja makan, alangkah terkejutnya Farid ketika melihat tatanan meja makan mereka, yang terlihat cantik dan juga makanannya terlihat menggiurkan. Farid berdecak kagum melihat kemampuan memasak menentukannya itu.
"Ini semua masakan kamu?" tanya Farid kepada Ariana tak percaya.
"Ga juga sih Pah kan bantu koki." kata Ariana santai kemudian Ariana menyerahkan satu mangkuk salad kepada Farid dan juga Arkan. Mereka makan dengan lahapnya, setelah makanan pembuka nya habis, Ariana segera mengambilkan hidangan utamanya kepada suami dan juga mertuanya, Ariana memandang wajah Farid dan juga akan bergantian menanti pendapat mereka berdua.
"Enak." satu kata itu lolos dari bibir Farid membuat Ariana tersenyum karena berhasil membuat masakan khas Tiongkok tersebut. Setelah mereka selesai makan, mereka segera ke ruang keluarga. Farid dan Arkan tampak tengah berbincang-bincang masalah kantor, tiba-tiba Ariana teringat dessert nya.
Ariana segera melangkahkan kaki ke dapur untuk mengambil dessert, tiba-tiba ponsel Ariana berbunyi, Ariana segera melihat ponselnya dan melihat pesan dari seseorang sehingga membuat Ariana tersenyum.
Ariana segera melanjutkan tujuannya dan mengambil dessert yang telah Ia sediakan di dalam kulkas, Ariana segera menyiapkan tiga piring dessert dan menghiasnya, seperti hidangan yang dijual di restoran.
Saat ini Ariana benar-benar berterima kasih kepada chef Around, karena berkat chef Around Ariana benar-benar bisa memasak seperti ini.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.