It'S Me

It'S Me
Episode 247



"Pah kok di pindahin?" protes Arkan. "Kan masih penasaran, ya kan sayang." kata Arkan mencari pembelaan.


"Udah Pah turutin aja." kata Ariana meng kode Ayah mertuanya, agar mengembalikan Chanel indoseare tadi. Dengan sangat terpaksa Farid kembali memutar indoseare di TV tersebut, dan kembali mendengar ocehan Arkan, yang benar benar mirip ibu ibu komplek, saat membeli sayur.


"Suami kamu lagi kesambet nak." kata Farid meninggalkan Ariana yang tengah asyik dengan makannya, sementara Arkan yang tengah asyik dengan ocehannya. Membuat Farid menghela nafas, karna perubahan anaknya ketika istrinya hamil.


...


Hari berganti hari, minggu berganti minggu, dan bulan berganti bulan, kini sudah tujuh bulan, perut Ariana semakin membesar. Sementara Arkan semakin protektif. Hari ini Arkan dan Ariana, harusnya menuju ke kantor, namun Ariana merasa tidak enak badan. Sehingga Ariana memilih untuk istirahat di rumah.


"Sayang baik baik di rumah ya, ga usah keluar keluar, kalau ada apa apa minta tolong sama pak Joko aja." kata Arkan menunjuk salah satu pengawal mereka.


"Iya Mas." kata Ariana tersenyum kearah Arkan.


Tiba tiba Aldi, Bima dan Maxim datang ke rumah Ariana, mereka bermaksud untuk bermain bersama. Melihat kehadiran mereka membuat Arkan sedikit lega, setidaknya Ariana tidak akan bosan di rumah dengan mereka.


"Sayang sudah ada mereka, Mas pamit ya." kata Arkan mengelus puncak kepala Ariana. "Tolong jaga Ana ya." pesan Arkan sembari menyalami Ariana.


Ariana menyium punggung tangan suaminya, kemudian Arkan segera mengecup puncak kepala Ariana.


Sebenarnya Arkan sedikit berat meninggalkan Ariana, meskipun saat ini bersama teman-temannya. Arkan merasa ada yang tidak beres, hingga membuatnya sedikit resah.


Ketika mereka mulai bercengkrama di ruang keluarga, tiba-tiba Ariana berdiri ke kamarnya.


"Eh mau ke mana Lo?" tanya Aldi saat melihat Ariana berdiri dari duduknya.


"Mau ke kamar sebentar." jelas Ariana melanjutkan langkahnya menuju kamarnya.


Sementara yang lain masih sibuk dengan kegiatan mereka, Bima dan Maxim sibuk dengan permainan PS mereka, sedangkan Aldi sibuk memainkan ponselnya.


Tak lama kemudian Ariana turun dari kamarnya, Ariana pun mendudukkan pantatnya disamping Aldi.


"Guys gue mau keluar bentar, ada yang mau nitip?" kata Aldi tiba-tiba.


"Gue mau nitip es krim, sama apa ya..." kata Ariana sedikit bingung, dan meletakkan jari telunjuknya di pelipis sebelah kanannya.


"Mesan apaan lo cepetan." kata Aldi mendesak Ariana, membuat Ariana sedikit mengerucutkan bibirnya.


"Hei kalian mau mesan apa?" banyak hati kepada Bima dan Maxim


"Serah Lo, gue makan semua." kata maksimasi fokus dengan permainan ps-nya. "Ya kan Bim." kata Maxim dianggap langsung oleh Bima.


"Nah Ana lo ikut aja, ntar kalo lo mau apa-apa tinggal lo tunjuk di jalan." kata Aldi kepada Ariana, membuat Ariana segera mengangguk mengerti.


Ariana segera menelepon suaminya untuk izin keluar, setelah beberapa saat Ariana menelpon suaminya, Ariana pun menyetujui akan pergi bersama Aldi.


Aldi mengendarai mobil barunya, kemudian Aldi dan Ariana segera memacu mobilnya, dengan dikendarai oleh Aldi sedangkan Ariana duduk di bangku penumpang.


"Wih mobil baru ya?" goda Adriana kepada Aldi, membuat Aldi tersenyum simpul.


SebenarnyaAriana tak masalah dengan hal tersebut, karena Ariana hanya tinggal duduk dan menunggu.


Tiba tiba mobil mereka dihentikan oleh beberapa mobil yang mengepung mereka, Aldi turun sebentar kemudian berbincang bincang, dengan seseorang. mengetuk pintu kaca mobil tempat Ariana duduk.


Tiba tiba Aldi menyerahkan kunci mobilnya kepada seseorang, kemudian mengendarai mobil lain meninggalkan Ariana di tempat tersebut. Aldi memandang ke arah Ariana sebentar, lalu tersenyum.


Arian bingung dengan tindakan Aldi, tiba tiba Ariana merasa ketakutan, belum lagi mengenai kandungannya, Ariana segera menelepon Arkan.


"Halo sayang..." sapa Arkan di ujung telepon sana.


"Mas Ana di kepung, Aldi ternyata jahat, ngantar Ana ke tempat orang orang ga di kenal, kemudian ninggalin Ana." kata Ariana sedikit terisak.


Ariana tahu betul bahwa mereka bukanlah orang baik, mereka semua di bekali dengan banyak senjata. Membuat Ariana benar-benar mengerti bahwa dirinya dalam bahaya, karena jelas mereka bukan penegak hukum dan senjata yang mereka gunakan adalah senjata ilegal, yang di perjual belikan di pasar gelap.


"Sayang kamu sabar dulu, Mas akan mengirimkan polisi, dan beberapa anak buah." kata Arkan mencoba memenangkan Ariana, namun sebenarnya akan sendiri sangat panik dan bingung. Arkan sangat khawatir, karena saat ini Ariana tengah hamil besar. Jika Ariana tidak hamil, mungkin Arkan tidak akan sepanik ini. Karena setidaknya Ariana dapat membela dirinya, namun jika begini Arkan benar-benar khawatir.


Untung saja saat ini akan tengah rapat bersama Rayen Kakak dari Ariana, hingga akhirnya Rayen dapat menelfon, dan meminta bantuan.


"Sayang kamu di mana sekarang?" tanya Arkan membuat Ariana sedikit terisak. "Sayang kunci mobilnya jangan sampai kamu keluar." lanjut Arkan mencoba menenangkan Ariana.


"Sayang mereka mendekat, aku takut." keluar Ariana semakin membuat Arkan takut.


"Sayang sabar lokasi kamu sedang di lacak, sudah jangan jangan panik." kata Arkan mencoba menenangkan.


Namun tiba-tiba suara hantaman kaca mobil membuat Ariana berteriak, hingga membuat Arkan panik mendengar teriakan Ariana. Tak lama kemudian tiba-tiba ponsel Ariana mati, semakin membuat Arkan panik.


Sementara itu Arkan segera mengendarai mobilnya, menuju Kantor polisi. Namun dihentikan oleh Rayen.


"Lo gila ya? Kalau lu mau Ariana tambah dalam bahaya, lapor polisi." kata Rayen membuat Arkan semakin frustasi. "Gue orang militer, jaringan gue banyak, kita harus tenang dulu." kata Rayen menangkan Arkan.


"Gimana saya tenang Ray anak sama istri saya sedang tertangkap." kata Arkan mengusap kasar wajahnya.


...


Hi author mau nanya nih, ada yang mau di buatin untuk cerita kisah Rahen sekeluarga ga? kalau ya komentar di bawah, terimakasih.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.