It'S Me

It'S Me
S2 (09)



"Ih, pikiran mas ya tambah hari tambah mesum aja," Ariana mendongak memandang suaminya.


Arkan segera mengecup bibir Ariana ketika Ariana mendongak ke arahnya. Awalnya hanya kecupan, tapi lama lama kecupan itu berubah menjadi lu*ma*tan.


"Ayo pulang udah sesak nih," kata Arkan sembari menekan pan*tat Ariana ke arah adik kecilnya.


...----------------...


Ariana dapat merasakan sesuatu yang telah mengeras di dalam sana, sehingga membuat pipinya memerah.


"Mas... ini di kantor ya," kesal Ariana.


"Iya karena ini di kantor mari kita ke rumah sayang," kata Arkan dengan mata yang aedikit sayu. "Sayang ayo pulang, udah sesak ni."


Ariana segera turun dari pangkuan Arkan, dan segera memperbaiki pakaian nya yang berantakan.


Arkan pun juga sama, segera berdiri dan merapikan jasnya, yang sempat kusut akibat Ariana yang duduk di atas pangkuannya.


Setelah itu, Arkan segera menggandeng Arian, untuk segera turun ke parkiran. Dengan sedikit langkah lebar, membuat Ariana sedikit berlari untuk mengimbanginya.


Beberapa karyawan yang masih berada di kantor, sedikit bingung dengan mereka hari ini, tak biasanya bosnya terlihat tergesa gesa. Mungkin ada sesuatu yang terjadi di rumah mereka, itu yang mereka pikirkan. Hanya mungkin, karena mereka pun tak tahu kebenarannya.


Sebenarnya memang ada yang terjadi, namun lebih tepatnya yang terjadi kepada bos mereka. Bos yang selalu menampilkan sikap dingin, dan sedikit arogan.


"Mas sabar, capek ni lari lari ngimbangi mas," kasal Ariana ketika sampai di lobi parkiran.


Bagaimana tidak Ariana saat ini mengenakan sepatu berhak, meskipun hanya dua centi meter, namun tetap akan kesulitan ketiak mengimbangi langkah lebar suaminya.


"Maaf sayang, mas sudah ga tahan," kata Arkan sembari tersenyum.


Selama di perjalanan tidak ada yang mengeluarkan suara, Ariana hanya memandang keluar jendela. Ariana bukannya marah dengan suaminya, namun Ariana hanya tidak ingin konsentrasi suaminya terpecah. Apalagi saat ini Ariana tahu bahwa suaminya saat ini sedang tidak konsentrasi.


"Mas pelan pelan," tegur Ariana akhirnya membuka suaranya.


"Mas sudah ga sabar, sudah satu minggu lebih mas libur," kata Arkan semabari tetap fokus kepada jalan.


"Hadeh nasib punya suami me*sum," kata Arian sembari menggeleng.


Sesampainya di rumah, dengan tidak sabar Arkan segera menggendong istrinya menuju kamar. Farid yang tengah bermain dengan Vekran, tentu di buat bingung dengan hal itu.


Varid takut kalau menantunya sedang sakit, atau terjadi sesuatu kepada istrinya.


"Arkan kenapa istri kamu?" tanya Farid.


"Ga papa Pah, nanti ga usah ganggu Arkan dulu ya," pinta Arkan segera meninggalkan Vekran dan Farid di ruang keluarga.


...----------------...


Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.