It'S Me

It'S Me
Episode 82



“Aduh kacau ini, kenapa harus ketemu bule sih tu orang.” Bisik pangeran Nan Cheng kepada Gu Jun.


“Mamangnya kenapa?” tanya Gu Jun penasaran.


“Mereka adalah tipe nya, bisa di bilang hampir semua pria yang dekat dengannya memiliki wajah seperi mereka.” Kata pangeran Nan cheng kepada Gu Jun dengan berbisik, yang sialnya ternyata terdengar oleh pangeran Zang Jade dan putra mahkota Zang Liue.


“Bagaimana jika An’er menyukai salah satu di antar mereka?” tanya pangeran Zang Jade tiba tiba, sukses membuat pangeran Nan Cheng dan Gu Jun terkejut.


“Itu dia… sudah lah tunggu saja sampai besok, aku rasa mereka hanya dekat karna An’er mengerti bahasa mereka.”



“Hai Ana, siapa mereka kenapa selalu memandang ke arah kita? Apa kau kenal dengan mereka?” tanya Charibert yang sejak tadi hanya diam memperhatikan mereka semua.


“Ah, itu para pangeran di kerajaan ini, yah bisa di bilang sih sebagian dari mereka itu penggemar ku, makanya mereka terus melirik ke arah sini.” Kata Gu Ana dengan santai bin Pd nya.


“Yah wajar sih kau memang cantik, makanya mereka terus saja melirik ke arah sini, terutama itu pria dengan baju biru itu.” Kata Dalgobert sambil menunjuk pangeran Zang Limo, yang terus saja memandang mereka dengan tatapan membunuh.


“Maklum saja…” kata kata Gu Ana tergantung dengan bunyi sebuah kembang api yang melayang di udara. “Wah, kembang api.” Kata Gu Ana berjingkrak senang ketika melihat kembang api tersebut.


Dengan santainya Dalgobert meraih tangan Gu Ana mengajak nya berdiri untuk melihat kembang api.


“Ayo tunggu apa lagi kenapa kalian semuam masih dudu? Kalian tak ingin menyaksikan kembang api itu?” tanya Dalgobert kepada yang lainnya yang masih duduk dengan malas.


“Iya kalian sungguh tidak asyik.” Kata Gu Ana sambil menikmati kembang api.


Perlakuan Dalgobert sontak menambah bara api yang sejak tadi di pendam oleh pangeran Zang Limo. Ia terus memandang Gu Ana yang sejak tadi memperhatikan kembang api tersebut.


Ke esokan paginya Gu Ana berangkat menuju istana untuk memberikan penghormatan kepada raja, namun sesampainya di Istana Gu Ana justru bertemu dengan rombongan Royaume Francais yang akan melakukan diskusi bisnis dengan pihak kerajaan. Mereka sengaja menunggu Gu Ana di depan gerbang karna tahu Gu Ana akan ke istana pagi ini.


“Hi… kalian sedang apa disini?” tanya Gu Ana kepada mereka semua.


“Ah untung saja, kami berencana untuk malakukan bisnis dengan kerajaan ini, namun kami tidak mengerti bahasa ereka maupun sebaliknya, makanya kami menunggu kamu di sini.” Jelas Clovister.


“Ah… kalau begitu kita akan melakukan penghormatan pagi dulu dengan Yang Mulia Raja.” Kata Gu Ana.


Saat mereka memasuki aula penghormatan, semua mata tertuju pada mereka, apa lagi Gu Ana yang saat ini berjalan sambil berbincang bincang dengan mereka.


Rombongan pangeran yang melihat hal tersebut semakin merasa tegang, terutama putra mahkota Zang Liue dan pangeran Zang Jade.


“Ah… selamat datang An’er, dari kerajaan mana mereka.” Tanya Raja Zang Zuang sambil tersenyum ramah dari kursi kebesarannya.


“Yang Mulia mereka dari kerajaan Royaume Francais, mereka sengaja menunggu hamba di depan gerbang istana karna tidak mengerti dengan bahasa kita, dan mereka juga ingin mengajukan kerja sama.” Kata Gu Ana menjelaskan kepada raja Zang Zuang.


“Ah, baiklah sebaiknya kau pimpin penghormatan untuk mereka.” Kata raja Zang Zuan.


Mendengar hal tersebut Gu Ana berdiri dan berbaris rapi di samping merek sambil memberikan penghormatan seraya membungkuk kepada raja Zang Zuan dan di ikuti oleh anggota Royaume Francais.


Setelah lama mereka berbincang bincang raja Zang Zuan dan seluruh pangeran menghampiri mereka, melihat kedatangan Raja dan pangeran langsung saja menunduk hormat.


“Silahkan ikut kami.” Kata raja Zang Zuan, sembari tersenyum ramah kepada mereka semua, yang di ikuti dengan tersejamahn dalam bahasa Prancis untuk mereka semua.


Raja berjalan memimpin mereka sedangkan rombongan pangeran kerajaan Zang dan Royaume Francais berjalan berdampingan sejajar.


“Bukankah harusnya aku dibayar banyak untuk ini? Harusnya aku jadi transliter saja, mungkin aku memiliki kedudukan sendiri disini, aku bisa beberapa bahasa.” Kata Gu Ana membanggakan diri sendiri.


“Hah benar sekali seharusnya Raja membayarmu banyak.” Timpal Dalgobert sambil menepuk nepuk kepala Gu Ana dari belakang.


“Hei jangan memukul kepalaku dari belakang, bagaiman mungkin jika tiba tiba aku hilang ingatan? Ah atau seluruh bahasa yang kupelajari tiba tiba hilang.” Kata Gu Ana dengan mimik wajah sok sedihnya.


“Ah iya, sini aku masukkan kembali.” Kata Dalgobert sambil menepuk nepuk kening Gu Ana.


Melihat hal tersebut sontak membuat yang lain senyum senyum menahan tawanya. Sementara barisan para putra mahkota Zang Liue, pangeran Zang Jade dibuat semkin tegang sesekali melirik ke arah pangeran Zang Limo, sedangkan pangeran Zang Handrong masih setia dengan menenangkan pangeran Zang Limo, yang sejak tadi terbakar emosi kecembruan.


“Diam lah selagi kepala kalian masih di tempat, ini di istana.” Kata Childebert menggoda Gu Ana.


Mendengar kata kata Childebert, Gu Ana sonak memegang kepalanya degan posesif. Yang membuat mereka berusaha menyembunyikan tawa agar tetap terlihat berwibawa.


“Kau sedang apa? Kau fikir mampu melindungi kepalamu dengan itu?” tanya Dalgobert tersenyum senyum melihat tingkah laku Gu Ana. “Hah… tetapi jika seperti ini maka kepalamu akan tetap aman.” Kata Dalgobert menarik kepala Gu Ana, sembari menyembunyikan kepal Gu Ana di balik jubah besarnya.


Mendapat perlakuan itu, Gu Ana mencoba melepaskan diri dari dalam jubah Dalgobert.


“Apa kau ingin membunuhku?” tanya Gu Ana dengan nafas ter engah engah, sambil mengibas kan tangan karna panas.


Melihat hal tersebut membuat robongan Royaumet Franceis tertawa keras sambil menggelengkan kepalanya, sementara Gu Ana langsung bercermin dengan cermin yang selalu di bawanya kemana kemana.


“Ya ampun… lihat lah rambutku berantakan, dasar Obert jelek.” Kata Gu Ana sambil merapikan rambutnya.


Dalgobert berhenti mendengarkan kata kata Gu Ana lalu kembali mengacak rambut Gu Ana hingga benar benar berantakan.


“Ya Tuhan… untung saja kau mirip Zyan Malik, kalau tidak sudah ku gundulkan kepalamu.” Kata Gu Ana dengan frustasi.


Kini giliran Charibert yang berhenti secara tiba tiba.


“Apa? Kau juga ingin mengecak rambutku?” tanya Gu Ana dengan melindungi rambutnya sendiri.


Charibert tidak langsung bertanya, namun mensejajarkan wajahnya dengan Gu Ana, lalu mendekatkan bibirnya ke telinga Gu Ana.


“Tidak, aku hanya ingin bertanya apakau tahu lagu A Whole New World?” tanaya Charibert sambil tersenyum.



Jangan lupa like and comment, tolong tinggalkan jejak ya biar author tambah semangat, dan punya masukan agar bisa memperbaiki kesalahan yang author buat, sip… ok.