
"Iya ini jam nya Spongebob Mas." kata Ariana sembari melihat tayangan kesukaannya.
"Ga mau film yang lain?" tanya Arkan, membuat Ariana teringat sesuatu.
"Mas mana remote nya? Baru ingat We Are Bears main." kata Ariana membuat Arkan menggeleng, ternyata yang membuat istrinya begitu bersemangat adalah film kartun. Arkan segera menyera kan remote nya, dan Ariana segera memindahkan ke stasiun TV lain. Tepat pada saat Ariana memindahkannya, kartun kesayangannya di mulai.
...
Setelah mereka makan, Arkan segera membawa makan kotor mereka ke dapur. Lalu kembali lagi ke karnya, dan melihat Ariana baru saja keluar dari kamar mandi. Ariana segera duduk kembali di sofa dan menonton tv kembali.
Arkan mendekati Ariana yang saat ini tengah fokus menonton, sembari tertawa gemes dengan tingkah dingin ice bear.
"Seneng banget liatnya sayang." kata Arkan mengejutkan istrinya, membuat Ariana memandang kearah Arkan. Arkan dengan santainya mendudukkan pantatnya di samping istrinya.
"Ih Mas... ngagetin tau." kata Ariana memanyunkan bibirnya, sembari memandang ke arah Arkan. Membuat Arkan terkekeh geli.
"Habis kamu fokus banget sih..." kekeh Arkan sembari menarik Ariana bersandar di dada bidangnya, sembari mengusap kepala Ariana. Membuat Ariana tersenyum senang.
"Ih so sweet banget sih Mas ku ini." kata Ariana menoel dagu Arkan, membuat Arkan terkekeh dan memandang ke arah Ariana.
"Kan biar istri senang sayang." kata Arkan sembari mengecup bibir Ariana. Ariana tersenyum ketika mendapatkan perlakuan yang manis.
"Mas mau naik ke sini boleh?" tanya Ariana menepuk paha Arkan, membuat Arkan mengangguk kan kepalanya sembari tersenyum.
"Iya sayang." kata Arkan sembari mengecup pipi Ariana. Dengan semangat Ariana segera mendudukkan pantatnya, di atas pangkuan Arkan.
Arkan langsung menyambut Ariana dengan kurungan pelukannya. Arkan tersenyum senang, dan menciumi pipi Ariana, membuat Ariana tersenyum melihat tingkah suaminya.
"Mas..." kata Ariana sembari terkekeh geli. "Mas berewoknya ga di potong lagi ya?" tanya Arian menyentuk dagu Arkan yang penuh dengan rambut halus.
"Ya Sayang, kamu ga suka ya?" tanya Arkan, memandang wajah Ariana. sembari tersenyum menggoda.
"Ganteng sih, cuman geli..." jujur Ariana, membuat Arkan menggosok dagunya ke arah wajah Ariana, membuat Ariana terkekeh geli.
"Mas sudah dong." kata Ariana, di sela sela tawanya. Membuat Arkan semakin menggosokkan wajahnya.
Saat tengah bercanda dengan istrinya, ponsel Arkan berbunyi. Arkan segera melihat ponselnya, dan melihat username nya ternyata itu dari asistennya. Arkan segera berdiri dan berjalan ke arah balkon, meninggalkan Ariana sendirian di sofa kamarnya.
Sementara itu Ariana segera mencomot ponsel nya yang terletak di atas meja, kemudian membuka Email-nya. Ariana segera mengirim pesan kepada seseorang, sembari mengembangkan senyum di wajahnya. Ariana menyematkan pesan tersebut, kemudian kembali ke group untuk mengirimkan sebuah foto. Ariana melihat Arkan berjalan dari pantulan lemari kaca, segera membuka browser untuk mengecoh Arkan.
Arkan kembali dan memeluk Ariana dari belakang, membuat Arian tersenyum membalikkan kepalany, menghadap ke arah Arkan.
Sementara di tempat lain, Jasson dan Maxim mendatangi kantor Rayen untuk berbicara. Ternyata di sana sudah ada Armin, yang tengah berbincang dengan Rayen.
"Aih... kau tahu Ana sama Arkan tengah bermesraan, sedangkan kami harus mencari bahan ngidam untuk Ana." kata Maxim kesal.
"Hahaha sabar namanya juga ngidam." kata Armin tertawa, membuat Jasson mendengus kesal. Sementara Rayen hanya menggeleng melihat tingkah mereka.
"Udah ah langsung aja." kata Rayen menengahi mereka.
"Ah iya habis ini ada rapat " kata Armin menyetujui ide Rayen.
Sementara di tempat lain, seorang wanita tampak tengah membanting seluruh barang, yang ada di sekitarnya. Iya itu adalah Ririn Chandra, yang tengah mengamuk di kamarnya. Bukan hanya tidak di perbolehkan keluar, namun juga tidak di berikan ponsel, dan hanya bisa menonton Tv serta membaca. Membuat Ririn benar benar frustasi.
"Aaaaa..." teriak Ririn frustasi, membuat orang orang yang berada di dalam rumah tersebut terkejut.
"Rin kalau mau teriak, aktifin pengedap suara dulu, berisik." kata Roni dari luar kamar Ririn, membuat Ririn benar benar kesal.
"Ini semua karna wanita itu, awas saja akan ku rebut Arkan kembali." teriak Ririn, membuat Roni yang ada di luar sana menggeleng.
"Rin udah lagi, jangan mau jadi pelakor. kalau kamu seperti itu, awas saja." ancam Roni kepada Ririn, membuat Ririn tambah membenci Ariana. Karna menurut Ririn semua orang selalu saja membela Ariana, mulai dari Arkan yang selalu memanjakan Ariana, sekutunya yang selalu membanggakan Ariana di depannya, sampai dengan papa, mama dan saudara saudaranya yang membela Ariana.
"Apa bagusnya wanita itu." guman Ririn sembari membuang barang-barang yang ada di kamarnya. Ririn memutuskan untuk pergi mandi, berharap menenangkan sedikit kepalanya. Setelah Bandi Ririn memutuskan untuk menonton televisi, alangkah terkejutnya ketika Ririn melihat berita mengenai dirinya.
Ririn dapat melihat dengan jelas para presenter di acara gosip, menyebut dirinya adalah pelakor nekat. Sementara presenter lain menyebutnya sebagai pelakor berkelas, harus ke luar negeri dulu setelah itu kembali ke Indonesia untuk menjadi seorang pelakor. Setelah itu mereka menampilkan adegan ketika Ririn ditangkap di kantor Arkan. Beberapa orang yang disamarkan namanya menyebutkan, bahwa saat itu Ririn datang ke kantor mereka dengan alasan kerjasam. Dengan niat ingin menggoda Arkan, namun ternyata ada istri Arkan di dalam, sehingga Ririn kesal dan mendorong istri Arkan.
Arkan sendiri telah mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut, sedangkan istrinya saat ini sudah baik baik saja, namun istrinya belum siap untuk keluar rumah karena masih sedikit trauma. Di sela sela tayangan tersebut tampak Ririn tengah memarahi orang, saat berada di kemacetan saat menanyakan keadaannya. Ririn benar benar di sebut pelakor oleh orang orang.
Setelah puas melihat berita tersebut, Ririn segera mematikan televisi. Ririn kembali teringat bagaimana Ariana menyeringai ke arahnya, saat berpura pura pingsan. Membuat Ririn benar benar ingin sekali menghancurkan Ariana.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.