It'S Me

It'S Me
Episode 199



Disaat yang bersamaan kembang api melayang di udara, menciptakan sebuah keindahan di langit Tiongkok. Menambah kesan romantis, untuk makan malam Ariana dan Arkan.


Setelah sekian lama, akhirnya Arkan mengakhiri ciu*man mereka, dengan melepaskan pa*ngu*tan mereka. Arkan dan Ariana meraup nafas sebanyak banyaknya, dengan rakus. Setelah di rasa cukup, Arkan membawa Arian ke meja, untuk melanjutkan dengan acara makan malam mereka. Arkan bertepuk tangan sebanyak tiga kali, untuk meminta para pelayan, membawakan dirinya dan juga Ariana makanan. Arkan tersenyum malihat ekspresi senang bercampur, haru dari Ariana. Bagaiman tidak, jika di ingat ingat Arakn bahkan tak pernah memberikan, sesuatu hal se romantis ini kepada Arana. Bahkan untuk melamar saja, Arkan melamar Ariana di atas tempat tidur.


...


Selesai makan malam romatis, Ariana dan Arkan segera kembali ke kamar hotel mereka, senyum bahagia dan merekah selalu terpancar, di bibir sexy Ariana. Ariana bahkan tak henti hentinya, berterima kasih kepada Arkan, atas makan malamnya yang luar biasa.


Setelah mereka sampai di kamar hotel mereka, Arkan segera memeluk Ariana, kemudian menciumi seluruh wajah Ariana. Ariana yang paham maksud dari Arkan, segera melepaskan dirinya.


"Nanti dulu ya, mau mandi dulu Mas." kata Ariana, menghentikan aktifitas dari Arkan. Sementara Arkan hanya menghentikan ciu*man*nya, dan memperhatikan wajah Ariana. Arkan kembali menarik Ariana ke dalam pelukannya, sembari menatap terus ke arah Ariana. "Ga usah mandi besok aja." kata Arkan, dengan mata sayu. Arkan kembali menghujani Ariana dengan ciu*man, sementara Ariana hanya pasrah, dengan segala aksi dari suaminya, Arkan.


Arkan kembali me*lu*mat bibir Ariana dengan lembut, kemudian dengan telaten, Arkan menanggalkan dress biru laut dari Ariana, dan jas hitam , serta kemejanya sendiri. Tampa melepaskan pa*ngu*tan*nya terhadap Ariana. Ariana hanya menikmati setiap sentuhan, yang di lakukan Arkan. Arkan kemudian mengangkat Ariana ke tempat tidur, dan melakukan kembali penyatuan cinta mereka.


Setengah jam sudah, mereka melakukan penyatuan cinta mereka, Arkan segera berbaring di sisi Ariana, sembari menyapu setiap bagian wajah Ariana, Membuat Ariana tersenyum ke arah Arkan, dan menikmati sentuhan tersebut. Arkan beralih mengusap perut Ariana, yang berada di balik selimut.


"Sayang kapan ada dedek di sini?" kata Arkan saat mengusap perut rata Ariana. "Kamu kalau ada dedek di sini mau cewek atau cowok sayang?" tanya kembali Arkan kepada Ariana, saat ini terlihat kelelahan, akibat olahraga yang mereka lakukan.


"Hm... cowok aja dulu kalia Mas." kata Ariana, yang tampak berfikir.


"Kenapa?" tanya Arkan kembali. Sembari mengelus wajah cantik istrinya.


"Biar bisa jagain adiknya nanti." kata Ariana polos, sambil tersenyum.


"Ya sudah Arkan junior cepat hadir ya, papa ga sabar lagi sayang." kata Arkan, seolah berbicara dengan seseorang. sembari terkekeh mengelus perut Ariana.


"Biar cepat sayang." kata Arkan, dan sekali lagi me*lu*mat bibir Ariana, kemudian segera turun ke leher Ariana, membuat Ariana tak kuasa menolaknya. Arkan segera melakukan penyatuan cinta kembali dengan Ariana. Mereka melakukan olahraga, yang membuat mereka sama sama kecanduan. Setelah melakukannya lagi, Arkan segera membaringkan tubuhnya di samping istrinya, sembari menatap Ariana yang saat ini tengah terlelap, karna kelelahan.


"Maaf sayang, kamu pasti lelah, Maaf ya Mas suka ga bisa nahan kalau di samping kamu." kata Arkan mengecup kepala Ariana. Arkan menyusul Ariana untuk terlelap.


Arkan kini sedang berada di dalam gua, Arkan sedikit bingung, kenapa mimpinya akhir akhir ini selalu aneh, entah kenapa mimpinya selalu bersambung, seperti sebuah cerita. Arkan melihat seorang laki laki, yang seperti dirinya tengah tertidur, sembari memeluk Ariana atau Gu Ana. Laki laki itu adalah pangeran Bao Ling. Tak lama kemudian sebuh keributan terdengar dari luar Gua, membuat Arkan dan pangeran Bao Ling, segera mengintip keluar Gua.


Setelah melihat dengan seksama, pangeran Bao Ling dan Arkan keluar dari Gua. Pangeran Bao Ling tampak tengah berbicara dengan salah satu pengawalnya. Tak lama kemudian datang lah rombongan yang lain, mereka di pimpin oleh pangeran Nan Cheng dan Gu Min. Arkan sontak terkejut di buatnya, bagaiman mungkin Gu Min sangat persisi dengan wajah Armin. Sementara pangeran Nan Cheng sangat mirip dengan wajah Jasson. Menurut Arkan bukan sebuah kebetulan, ini mungkin ada sangkut pautnya dengan dirinya.


Seorang laki laki yang sangat mirip dirinya, Wanita yang sangat mirip istrinya, kedua laki laki yang baru datang sangat mirip dengan kedua sahabat istrinya. Membuat Arkan berfikir keras, dan tiba tiba terbangun dari tidurnya. Arkan melihat ke samping, dan matanya menangkap wajah istrinya, yang sangat mirip dengan wanita, yang ada di dalam mimpinya. Arkan membelai wajah Ariana, dengan lembut. Kemudian mencium puncak kepala Ariana, dan membawa Ariana ke dalam pelukan nya.


Arkan memang tak menyadari, bahwa potongan mimpi, yang selalu hadir di dalam tidurnya, adalah dirinya di masa lalu. Arkan hanya terus di hantui rasa penasaran, kenapa hal itu terjadi pada dirinya. Rasa rindunya yang sangat besar kepada Ariana, rasa cinta yang hadir di dalam hidupnya, seakan merubah segalanya. Arkan kembali teringat, bagaimana pertama kalianya, Arkan mencium bibir Ariana. Arkan dapat merasakan sebuah rindu, yang terbalaskan di dalam dadanya. Arkan selalu merasa, bahwa Ariana adalah takdir, yang akan Ia miliki, dari waktu ke waktu.


"Mas jangan jahil..." kata Ariana meracau dalam tidurnya, membuat Arkan tersenyum geli. Ariana memang lucu, bahkan di dalam mimpi pun, Ariana meracau tentang dirinya, yang memang suka menjahili Ariana. Arkan menyadari sikapnya jika di hadapan Ariana, entah kenapa Ariana adalah, hal yang selalu mendapat pengecualian di hidupnya. Arian selalu mendapat tempat yang istimewa di hatinya. Arian lebih tepatnya merupakan sebuah anugrah, yang Tuhan hadirkan ke dalam hidupnya. Semua hal yang dilakukan oleh, Arkan kepada Ariana, merupakan hal yang sangat istimewa, untuk menunjukkan kasih sayangnya. Jujur saja meskipun Ariana, kini menjadi istrinya, sekaligus miliknya seutuhnya, Arkan terkadang merasa takut kalau kalau, Ariana berpaling dari dirinya.


"Mas sayang sama kamu sayang." kata Arkan, menarik Ariana ke dalam pelukannya, dan mencium puncak kepala Ariana. Arkan memejamkan matanya, dan ikut terlelap


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.