It'S Me

It'S Me
Episode 252



Sementara di tempat lain, sesampainya mereka di Rayen, dan yang lain tampak baru saja turun dari pesawat pribadi mereka. Arkan juga ikut bersama dengan mereka, setelah itu mereka bergegas menuju pelabuhan laut, kemudian menaiki kapal laut menuju Pulau Selayar. Dengan bantuan angkatan darat mereka mengepung villa Zack, namun Villa kini hanya di tinggali para asisten rumah tangga. Membuat Arkan terduduk, karna ternyata pergerakan mereka di ketahui lawan.


"Halo bos, menurut informasi dari Aldi, Jack dan Wili, serta mbok Jami, ternyata benar merek adalah anak buah Zack." kata seseorang di ujung telfon sana kepada Rayen.


...


Rayen mengangguk mengerti dengan informasi yang baru saja di berikan anak buahnya.


"Tangkap mereka bertiga, korek informasi sebanyak banyaknya." kata Rayen mengintruksikan, membuat orang yang di seberang sana mengangguk mengerti.


Sementara seorang wanita dan pria terus memantau perkembangan pencarian mereka, segera tersenyum puas. Ia tampak menyeringai karna melihat ekspresi mereka dari kejauhan.


"Ikan sudah memakan umpannya sayang." kata wanita tersebut. sembari menyenderkan kepala di pundak laki laki itu.


"Tentu, terlalu mudah terpancing, membuat mereka menjadi kehilangan jejak." kata lelaki itu sembari mengusap kepala wanita itu.


"Sebentar lagi pertunjukan besar, aku tak sabar menunggu." kata wanita itu penuh semangat.


"Tentu saja, sepertinya kita akan memenangkan babak ini, mereka akan kalah sayang." kata laki laki itu mengecup puncak kepala wanita itu. "Ayo kembali ke kamar, sementara ini pertunjukan telah usai, besok akan di lanjutkan lagi." kata laki laki itu, menuntun wanita itu untuk menuju kamar mereka.


"Sayang, siapa nama anak kita nanti ketika lahir ya." kata wanita itu mengusap perutnya yang sudah besar. " Anak ini benar benar beruntung, mampu merasakan pertunjukan besar yang orang tuanya berikan." kata wanita itu lagi.


"Sudahlah sayang, setelah pertunjukan selesai kita akan memberinya nama." kata laki laki itu. "Kita harus beristirahat, karna besok pertunjukan seru akan segera di mulai." kata laki laki itu, kemudian menuntun istrinya untuk berbaring di tempat tidur, dan ikut membaringkan badannya.


"Selamat malam sayang, jangan memikirkan apapun, semua akan berjalan sesuai rencana kita." kata laki laki itu, membawa si wanita ke dalam pelukannya.


"Apa mereka akan hancur di tangan kita?" tanya wanita itu mengeratkan pelukannya.


"Tentu, itu adalah balasan yang setimpal." kata laki laki itu mengecup puncak kepala wanita itu.


Kembali lagi ke tempat Arkan dan yang lain berada. Semenjak kehilangan Ariana, Arkan hanya diam, dan termenung, entah berapa beban yang Ia pikul saat ini. Membuatnya semakin tak banyak omong, dan dingin.


Gilang dan Andre selaku keponakan menjadi sangat kasihan, ini adalah kali kedua Arkan terlihat begitu menyedihkan. Mereka tak tahu begitu pedihnya, ketika Om mereka kehilangan istrinya. Bahkan Arkan saat ini sangat jarang berbicara. Arkan hanya mengangguk atau menggeleng ketika di beri tahu, bahkan Arkan lebih suka menyendiri, dan membawa makanan nya ke kamar, untuk makan sendirian.


Rayen saat ini masuk ke dalam kamar hotel Arkan, karna Arkan menolak untuk kembali. Sementara yang lain menunggu di informasi selanjutnya di kamar hotel masing masing.


Sementara Ariana saat ini tengah berada di sebuah villa yang tak kalah besar dari villa yang sebelumnya. Zack segera meminta para koki untuk memasak, karna sejak pagi mereka tak sempat untuk sarapan, karna adanya kebocoran informasi.


Zack bingung bagaiman kebocoran informasi dapat terjadi, jika dari Ariana itu pasti tidak mungkin, karna Zack selalu mengawasinya. Zack mulai memeriksa data anak buahnya, dan mencari dalang di balik ini semua.


Zack menyusul Ariana ke dalam ruang makan, kemudian duduk di sampingnya. Zack tersenyum melihat Ariana makan dengan lahap, mungkin karena Ariana saat ini tengah berbadan dua, itu yang di fikirkan Zack. Zack mengusap kepala Ariana, kemudian beralih ke perut Ariana, membuat Arian sedikit melirik ke arah tangan Zack, seolah sedang takut terjadi sesuatu.


"Tenang sayang, aku tak berbahaya, mana mungkin aku mencelakai calon anakku." kata Zack tersenyum mencium perut Ariana. "Sayang kau mau memeriksakan kandungan my?" tanya Zack membuat Ariana segera bergelang dengan cepat.


"Kenapa sayang, anak kita harus sehat." kata Zack mengusap kepala Ariana.


"Sayang ayo lah... jangan takut, tadi aku hanya bercanda, tidak bersungguh sungguh, aku tak akan melukai anak kita." kata Zack mengecup puncak kepala Ariana.


"I... iya bisa kita istirahat sekarang?" tanya Ariana sembari memberanikan diri memandang Zack, membuat Zack tersenyum.


"Tentu, apa yang tidak untuk istriku." kata Zack.


"Benarkah?" tanya Ariana berbinar.


"Iya asal jangan kembali kepada mantan suamimu, yang tak berguna itu." kata Zack menghardik Arkan, di depan Ariana.


"Kalau keluargaku?" tanya Ariana, dengan penuh harap.


"Tentu tapi tidak sekarang." kata Zack membuat wajah Ariana tampak murung. Zack yang melihat ekspresi wajah Ariana, yang tiba tiba murung, menjadi tersenyum dan segera merangkul pundak Ariana. "Akan ada waktunya, dan itu akan membuat semua menjadi bahagia." kata Zack menuntun Ariana segera berbaring, dan ikut membaringkan tubuhnya, di samping Ariana.


"Hm... terimakasih." kat Ariana membuat Zack kembali, bangun.


"Hah? Untuk apa sayang?" tanya Zack memandang wajah cantik Ariana.


"Jika saja bukan kau yang melakukan ini, mungkin aku akan kehilangan anak ku." kata Ariana, sedikit menyunggingkan senyum.


"Tentu saja dia anak ku juga, berapa kali aku katakan sayang, aku tak akan melukai anakku." kata Zack kemudian beralih memegang perut Ariana, kemudian menciumnya. "Anak Daddy baik baik ya di sana." kata Zack, kemudian membaringkan badannya di samping Ariana.


Tiba tiba Zack melihat kalung yang di kenakan Ariana, Zack sedikit curiga dengan kalung yang di kenakan Ariana.


"Sayang itu kalung apa?" tanya Zack, menunjuk kalung Ariana.


...


Hi author mau nanya nih, ada yang mau di buatin untuk cerita kisah Rahen sekeluarga ga? kalau ya komentar di bawah, terimakasih.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.