
"Dasar kau, aku rasa otak mu benar benar terbentur kemarin." kata Gu Ana menjauh dari raja Bao Ling. "Sekali lagi kau mencium ku sembarangan, aku akan mengadukannya ke istri, selir, atau permaisurimu." omel Gu Ana, sembari mengancam raja Bao Ling.
"Aku belum menikah, dan kau calon permaisuri ku." kata raja Bao Ling, memandang Gu Ana dengan serius.
...
"Apa kau fikir aku orang bo**h? baru saja kau memanggilku orang aneh, dan kau bilang aku bukan tipemu, aduh aku buka orang yang mudah termakan bujuk rayu mu." Kata Gu Ana, menatap raja Bao Ling dengan tajam.
"Aku hanya ingin kau melihat ke arah ku." Kata raja Bao Ling, membuat Gu Ana terbengong. "Kau bahkan tak pernah melirikku, bahkan saat kita saling bertemu di kerajaan Zang." jujur Raja Bao Ling.
"Memang kapan kita bertemu?" Tanya Gu Ana tak percaya.
Flashback on.
Keluarga Gu datang mengenakan pakaian terbaik, dengan wajah para tuan muda Gu yang amat mempesona, dan nona muda Gu dengan senyuman manis yang selalu menempel di wajah nan imutnya membuat semua orang tak bisa mengalihkan pandangannya dari keluarga Gu, terutama tuan muda kedua dari keluarga Gu sangat terlihat menggemaskan.
Sepasang mata terus memperhatikan Gu Ana, sambil tersenyum senyum, entah kenapa Gu Ana tampak begitu mempesona di matanya, tak ada gadis yang mampu membuatnya tak bisa melepaskan pandangannya. Orang itu adalah Raja muda, Raja Bao Ling dari kerajaan Bao. Raja Bao Ling terus memperhatikan gerak gerik Gu Ana.
Acara berlansung sangat meriah, namun pandangan raja Bao Ling, terus tertuju kepada Gu Ana, tiba tiba terjadi bisik-bisik tentang kejeniusan keluarga Gu yang memulai bisnis dari umur yang sangat muda, bahkan anaknya yang berumur 5 tahun saja sudah dilibatkan. Orang-orang yang penasaran dengan wajah para anggota keluarga Gu akhirnya bisa melepasan rasa penasaran mereka, karna jika berada di tempat umum biasanya anggota keluarga Gu menggunakan topeng untuk menutupi wajahnya.
Raja Bao Ling semakin penasaran dengan sosok Gu Ana, yang sejak tadi tak mampu membuatnya mengalihkan pandangan.
“Yang Mulia, apa kau ingin aku mencari tahu tentang Nona muda dari keluarga Gu itu?.” tanya pengawal pribadi raja Bao Ling, saat melihat pandangan raja Bao Ling, terus mengarah kepada Gu Ana.
“Ya, kau lakukan itu, dan berikan aku seluruh informasinya.” ucap Raja Bao Ling, yang senang ketika bawahannya mengeri yang Ia inginkan, tampa harus memerintah kannya.
“Baik Yang Mulia, secepatnya saya akan mandapatkan informasinya.” ucap pengawal pribadi raja Bao Ling, sambil tersenyum, karna akhirnya rajanya akan segera menemukan, tambatan hatinya. “Saya permisi Yang Mulia.” lanjut pengawal pribadi raja Bao Ling, sambil berlalu pergi meninggalkan raja Bao Ling, yang saat ini masih terus memandangi Gu Ana.
“Aku harap suatu saat kau mampu memilikinya.” Guman pengawal pribadi raja Bao Ling.
“Memangnya berapa usia nona muda Gu?” tanyanya seorang gadis muda, bermaksud merendahkan Gu Ana, yang membuat raja Bao Ling menggeram kesal, tak suka pada gadis tersebut.
“Ah usia hambah baru 10 tahun nona muda Ruan.” jawab nona Gu polos.
“Wah nona muda keluarga Gu sangat genius, diusia semuda itu mampu membangun rumah seni yang telah berkembang pesat selama 2 bulan terakhir ini.” ucap salah satu tamu undangan dari kerajaan tetangga.
“Tuan Gu, benarkah anak gadismu itu baru berusia 10 tahun?” tanya Raja Zuan kepada Tuan Gu.
“Benar Yang Mulia, maaf jika sikapnya sedikit kurang sopan. Anak hambah masih anak-anak Yang Mulia.” ucap Tuan Gu.
Mendengar penuturan tersebut membuat raja Bao Ling, semakin penasaran dengan Gu Ana. Yang kini bertambah plus di matanya.
Setelah kejadian itu raja Bao Ling, dengan senang hati datang ke kerajaan Zang. Ingin rasanya raja Bao Ling, menyapa Gu Ana, namun saat berpapasan dengan gadis tersebut, Gu Ana selalu asyik bercanda dengan orang lain. Di tambah berita pertunangan Gu Ana dan pangeran Zang Limo tersebar luas, membuat raja Bao Ling semakin putus asa.
Seorang gadis yang mampu menyihir hati dan perasaannya, kini akan menjadi milik orang lain, Raja Bao Ling merasa tak berdaya, karna tak dapat mengungkapkan perasaannya.
Namun setelah sekian lama, akhirnya raja Bao Ling mendengarkan berita, tentang pemutusan pertunangan antara Gu Ana dan pangeran Zang Limo. Membuat raja Bao Ling tersenyum puas, kemudian Raja Bao Ling mengetahui bahwa Gu Ana akan ke kerajaan Nan, membuatnya segera melangkahkan kakinya ke kerajaan Nan.
Saat seluruh keluarga Gu akan ke pasar, saat berada di kerajaan Nan, raja Bao Ling tidak menyianyiakan hal tersebut. Raja Bao Ling, sengaja memisahkan Gu Ana, dengan keluargaya, dan membuat Gu Ana menyeretnya tampa protes, karna itu raja Bao Ling, dengan mudah memberikan sekantung emas kepada Gu Ana, untuk membeli tanghul, dan menerima begitu saja suapan tanghul dari Gu Ana.
Ketika Gu Ana mengetahui bahwa Ia salah orang, Gu Ana berbalik dan meminta maaf, dengan raut wajah yang menggemaskan bagi raja Bao Ling, membuat raja Bao Ling salah tingkah, sehingga raja Bao Ling menjadi mengucapkan kata kata seolah sangat marah kepada Gu Ana, untuk menutupi rasa gugupnya.
Rencananyo berhasil, sehingga raja Bao Ling dapat menikmati waktu bersama keluarga Gu. Menganal tingkah Gu Ana, yang berbeda dari wanita lain, meskipun menurutnya aneh namun Gu Ana tetap menggemaskan. Terlintas sebuah ide cemerlang dari raja Bao Ling, untuk mendapatkan perhatian Gu Ana, maka raja Bao Ling bertindak seolah menentang Gu Ana, dan menimbulkan perdebatan kecil saat mereka bersama. Raja Bao Ling yang sudah mengetahui segala kelebihan Gu Ana, berpura pura tidak mengetahui nya, agar Gu Ana menunjukkannya sendiri. Hingga akhirnya mereka pergi di festival lampion, berakhir di dalam Gua seperti saat ini.
Flashback off.
"Wah kau memang penggemarku garis keras ya." kata Gu Ana geleng kepala. "Aku tak menyanga kecantikan ku mampu membuatnya begitu." lanjut Gu Ana, sambil terus memandangi raja Bao Ling dengan seksama, mencari kebohongan di sana. "Kau benar benar tak berbohong? Apa semalam kau telah sadar?" Tanya Gu Ana penuh selidik kepada raja Bao Ling.
....
Alhamdulillah sekarang laptop aku sudah baikan, berkat doa dari teman teman, terimakasih dukungannya.
Hi teman teman mampir ke novel baru ku dong Can U Make Me falling love again?