It'S Me

It'S Me
Episode 224



"Pihak kepolisian meminta keterangan saksi." kata Arkan santai kepada mereka semua yang ada di ruangan tersebut.


"Maksudnya Mas?" tanya Ariana kepada Arkan.


"Ririn sayang, sedang di bawa ke kantor polisi, dan sedang dalam pemeriksaan." kata Arkan kepada Ariana sembari menggenggam tangan Ariana. "Mas di minta menjadi saksi, sekaligus mewakili kamu sebagai suami dari korban." lanjut Arkan kepada Ariana.


...


Mendengar penuturan dari Arkan, membuat Ariana tersenyum legah. Setidaknya dalam beberapa hari ini, Ariana tidak akan bertemu dengan Ririn lagi.


"Sayang kamu jangan khawatir ya, hal seperti ini tidak akan terulang kembali, mas janji" kata Arkan mengecup puncak kepala Ariana.


Iya Mas mungkin dalam beberapa hari ini Ririn ga akan ganggu kita, tapi Ririn akan kembali dengan sekutunya. Kata Ariana dalam hati, sembari menghembuskan nafas frustasinya.


"Mas kapan bisa Ana pulang? Ana bosan." kata Ariana, merengek kepada suaminya. Ya mode manja Ariana, di keluarkan demi keselamatannya sendiri.


"Nanti Mas tanya dokter ya." kata Arkan, kemudian melangkah menuju ruang dokter, dan menanyakan kondisi istri nya. Menyisahkan Andre, Gilang dan Rayen.


Rayen terus memandang Ariana, dengan tatapan curiga, membuat Ariana mengangkat alis sebelah kirinya, sembari tersenyum penuh kemenangan. Melihat hal itu Rayen hanya tersenyum menggeleng mengerti kelakuan adiknya.


Nekat ni anak, tapi buat si tu jones ngilang untuk beberapa hari ini, ga papa. kata Rayen dalam hati sembari mengela nafas.


Tak lama kemudian Arkan kembali dari ruangan dokter, dan menemui yang lainnya.


"Sayang kamu boleh balik kok." kata Arkan sembari memasuki ruangan tersebut dan menghampiri Ariana.


"Makasih Mas." kata Ariana sembari tersenyum kearah Arkan. Mereka segera keluar dari ruangan tersebut dan kembali ke kediaman keluarga besar Candana.


Sesampainya di kediaman cendana akan segera membantu Ariana turun dari mobil, Arkan kemudian membawa istrinya ke kamarnya. Arkan membaringkan istrinya, kemudian mengecup puncak kepala Ariana.


"Sayang maafin Mas ya." kata Arkan benar benar merasa bersalah kepada istrinya, Arkan merasa tidak dapat menjaga istrinya tadi sehingga membuat istrinya terluka.


"Ga papa Mas ku sayang... kan aku juga udah nggak papa, udah balik kok tadi kata dokternya nggak papa kan." kata Ariana meyakinkan suaminya agar tidak terlalu khawatir terhadap kondisinya. Arkan memeluk Ariana sembari, kecup kepala Ariana.


Tok, tok, tok.


Pintu kamar tiba tiba diketuk oleh seseorang dari luar, membuat akan segera berdiri dari tempat tidurnya.


"Makan siang gih udah siap di bawah." kata Rayen sembari mengintip keadaan Ariana, yang tengah bermain ponsel.


Arkan membantu Ariana turun dan menuju meja makan, sebenarnya Ariana sudah menolaknya tapi akan bersikeras karena akan takut terjadi sesuatu kepadanya dan kepada kandungannya. Setelah makan siang mereka segera duduk di ruang keluarga untuk berbincang-bincang.


"Kak lo kapan nikah?" tanya Ariana tiba tiba kepada Rayen.


"Emang kenapa Ana?" tanya Rayen melihat gelagat Ariana.


"Maksudnya dia mau bu*nuh kamu sayang?" tanya Arkan panik mendengarkan penuturan dari Ariana.


"Engga Mas... kalau mereka mau nyawa Ana, mungkin mereka udah lama nyerangnya. "Tapi mereka punya niat yang sama Ririn, sepertinya mereka akan kerja sama." jelas Ariana memandang mereka semua, sontak membuat yang lain mengangguk mengerti.


Sementara di tempat lain Ririn tengah di introgasi di kantor polisi, Ririn tampak shock karena masih tidak percaya. Tak lama kemudian datang seorang laki laki yang berbicara dengan pihak kepolisian.


Kepolisisan kemudian menelfon Arkan, dan membicarakan membicarakan tentang laporannya kepada Ririn. Arkan sedikit berkedut ketika polisi tersebut menyebutkan tentang penanggulangan kebebasan Ririn, dengan beberapa ganti rugi.


Ariana mengangguk mengiyakan, Ariana ingin tahu siapa teman Ririn. Sementara yang lain ikut mengangguk mengerti maksud Ariana, Arkan pun mengiyakan untuk kebebasan Ririn.


"Iya pak baik lah, karna istri saya juga tidak apa apa, lagian istri saya juga sudah memaafkannya." kata Arkan membuat pihak kepolisian mengangguk.


Setelah kepergian Ririn dari kator polisi, beberapa wartawan mengkonfirmasi tentang pelaporan terhadap Ririn. Pihak kepolisian pun mengkonfirmasi tentang pihak kebenaran, dan menceritakan semua kejadian, yang di ambil dari lapangan. Kemudian para wartawan meninggalkan tempat tersebut, dengan penuh kepuasan. Karna mereka berhasil mendapatkan berita yang akan membuat heboh dunia bisnis terutama dunia maya. Karna ini menyangkut nama besar dari tiga perusahaan besar, dan sebuah kata yang akan menghebohkan dunia Maya yaitu Pelakor.


Mereka berbincang bincang hingga sore hari, tiba tiba Maxim dan Armin masuk dengan terburu buru. Mereka segera masuk, dan melihat Ariana, dari wajah mereka terlihat begitu panik, dan khawatir.


"Ana are you okay?" tanya Armin memutar tubuh Ariana. Armin memeluk tubuh Ariana, melepas rasa khawatir nya. "Kamu kenapa ga ngasuh tahu kita sih?" kata Armin dengan sedikit kesal karena Ariana tidak memberitahunya.


"Tau kalau bukan karena berita kami nggak akan tahu." sambung Maxim melihat wajah Ariana dengan kesal.


"Hah berita?" tanya arianda bingung.


"Iya ini." kata Armin menunjukkan salah satu berita acara dan membuka beberapa video yang menampilkan wajah Ririn.


Tak lama setelah kedatangan mereka, Farhat, Erick, dan para istri datang. Terlihat juga Bima dan Aldi datang dengan wajah khawatir sembari melihat ke arah Ariana.


Erick segera memeluk Ariana dengan erat, tanpa sengaja meneteskan beberapa air matanya.


"Kamu nggak papa kan sayang? Kamu kenapa nggak bilang sama Daddy? Daddy khawatir sama kamu." kata Erick sembari memeluk tubuh putrinya. "Ar terimakasih ya, udah jaga anak Daddy." kata Erick berterima kasih kepada Arkan.


"Engga Daddy, Arkan minta maaf ga bisa jagain Ana, harusnya Arkan tadi lebih ekstra jagain istri Arkan." jelas akan merasa bersalah kepada mertuanya, membuat Erivk tersenyum.


"Udah ga papa, yang penting Ana sehat, dan kandungannya juga tidak apa apa." kata Erick membuat Arkan tersenyum memandang istrinya.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.