
"Tapi Gege." rengek Ariana. "Ana kan bukan anak kecil lagi." lanjut Ariana dengan manja.
"Tu tau, tapi kenapa tadi kelakuan kalian seperti anak kecil?" tanya Armin kesal. "Sekerang kalian jangan turunin sampai Gege perbolehkan." perintah Armin mutlak, membuat keduanya segera mengangkat kaki dan menjewer kuping.
...
Mereka bermain hingga larut malam, rumah Farid menjadi lebih ramai dari biasanya, membuat Farid tersenyum. Terlihat Arian dan Armin terlihat sangat akrab, bahkan beberapa kali Armin mengacak gemas rambut Ariana, dan mengelusnya. Ariana tampak menyukai perlakuan tersebut, hingga membaringkan kepalanya di bahu Armin sambil memainkan stick game, begitu juga Maxim yang menyenderkan kepalanya di lutut Ariana, yang sedang bermain kartu bersama Bima dan Aldi, sedangkan Jasson tampak begitu santai menemani Ariana bermain game, mereka tampak kompak.
Arkan nampak kesal di buatnya, bagaiman bisa Ariana sangat patuh, dan manja terhadap Armin. Sedangkan Armin yang saat ini tengah berbincang terhadap Arkan dan Andre, tidak merasa tergaanggu sedikit pun dengan sikap manja Ariana, bahkan terlihat sangat menikmati.
Arkan diam diam menggeram, apa pagi tahu kalau Ariana, Armin dan Maxim bukanlah saudara kandung, mereka hanya berteman. Yang bahkan saat bertemu bisa tiba tiba akrab.
Ariana tampak sedikit mengantuk, hingga tertidur di pundak Armin tampa sengaja, dengan masih bermain game. Armin sedikit tersenyum mendengarkan nafas teratur Ariana. Armin memperbaiki posisinya agar nyaman bagi Ariana.
"Eh kebo tidur." kata Jasson ketika karakter yang di nainkan Ariana, tidak bergerak sama sekali.
"Ha." Seru Bima dan Aldi serentak, ketika mendengar seruan Jasson.
"Emang udah jam berapa sih?" tanya Armin yang tidak menyadari waktu.
"Jam sepuluh lewat." seru Bima sambil menepuk jidatnya. "Mapus, ayo pulang, nanti di pecat dari kk gue." lanjutnya bergegas untuk berdiri.
"Iya Pak Arkan, abang abang kami pulang dulu ya." kata Aldi segera berdiri.
"Ya udah Om, kak kami pulang dulu, salam sama kakek ya." kata Maxim segera mengenakan jaketnya.
"Iya jangan ngebut." kata Arkan memperingati mereka.
"Assalamualaikum." teriak mereka langsung bergegas pulang.
"Walaikum salam." kata Arkan, Andre dan Armin secara serentak.
"Eh perasaan Maxim sama kayak gue deh, sama sama non Muslim, kok dia salam?" tanya Jasson heran.
"Lupa Kali." kata Armin menyimpulkan.
"Ga emang ga ada akhlaknya nya tu orang, kemarin gue tanya kabar dia bilang Alhamdulillah. Terus Ana nanya kabar dia, dia malah bilang Puji Tuhan. di dalam diri dia ada bineka tunggal ika kali ya." kata Jasson hanya di tanggapi tawa oleh mereka.
"Kok kamu tau Jass kalau itu doa makan." tanya Andre lebih bingung.
"Soalnya aku hapal." kata Jasson membuat mereka semua melongo.
"Kok bisa?" kini giliran Arkan yang bertanya.
"Ana sering berdoa sebelum makan, dengan suara kecil, dan aku masih bisa mendengarnya." Jelas Jasson cengengesan, membuat mereka menggelengkan kepala.
Mungin di antara Ariana, Armin, Maxim dan Jasson, hanya Armin yang normal. Mengingat tingkah Ariana dan Maxim yang seperti anak kecil, belum lagi hobi mereka dengan Jasson yang begitu hot, alias suka bergosip ria. Bahkan mereka lunya nama kelompok, Gibah Squat.
Setelah pembicaraan mereka selesai, akhirnya mereka memutuskan untuk kembali. Jasson, dan Armin memutuskan untuk kembali ke rumah masing masing, sementara Andre memilih untuk beristirahat malam ini, di rumah utama, keluarga Candana, bahkan Andre juga sudah menghubungi Ayu istrinya.
Arkan segera menggendong Ariana menuju kamar Ariana, Saat sampai di Kamar, Arkan segera menurunkan Ariana dengan lembut ke tempat tidur, berukuran King Size. Karna kesal bercampur cemburu, yang sejak tadi di tahan Arkan. Karna Ariana yang sejak tadi memilih bermanja dengan Armin, Arkan segera menciumi seluruh wajah Ariana.
"Ini hukuman untuk kamu karna berani bermanja di depan ku dengan Armin." kata Arkan segera meninggalkan Ariana yang masih terlelap. Arkan takut tak bisa mengendalikan dirinya sendiri.
Arkan segera menuju kamarnya, dan melihat notifikasi dari Armin. Arkan sedikit tidak suka pembicaraan mereka, belum lagi kecemburuannya belum selesai.
"Arkan aku dengar kau akan melamar Ariana, dan kemungkinan kau akan menikahinya dua minggu lagi ya?" tanya Armin dalam isi pesan tersebut.
"Iya kami akan menikah dua minggu lagi." tulis Arkan, sebenarnya Arkan malas untuk menulis ini, namun karna Arkan ingin menegaskan kepemilikannya terhadap Ariana, maka dari itu Arkan segera menulis hal tersebut.
"Bagus deh, setelah nikah kalian ke mana? Kami kemarin ada janjian sih mau ke China, kesana aja, biar kita ramai ramai." Notifikasi kembali berbunyi di ponsel Arkan dan tepat dugaan Arkan berasal dari Armin. Arkan sedikit bingung kenapa Armin mengajaknya ke China setelah menikah.
"Sama siapa aja?" tanya Arkan, karna penasaran.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.