It'S Me

It'S Me
Episode 245



Arkan menggandeng tangan Ariana di sepanjang koridor, membuat beberapa mata perawat dan pengunjung lainnya, menatap mereka dengan tatapan takjub.


Arkan dan Ariana memang sedikit terkenal, setelah mereka masuk ke dalam berita, karena perbuatan Ririn. Setelah mengetahui identitas mereka, banyak yang menyatakan bahwa mereka adalah pasangan Sultan, adapun yang lainnya menyebut mereka Couple of the year.


...


Mereka segera menuju ke ruang dokter kandungan, untuk memeriksa keadaan kandungan Ariana.


"Bagaimana dok keadaan kandungan istri saya?" tanya Arkan dengan sedikit antusias, membuat dokter tersebut tersenyum.


"Kandungan istri bapak baik baik saja, namun kondisi psikologisnya tetap harus di jaga, tidak boleh setres, dan harus banyak memakan buah buahan, serta makanan sehat lainnya." kata dokter tersebut menerangkan.


"Iya dok terimakasih." kata Arkan, menggenggam tangan istrinya.


"Iya sama sama." kata dokter tersebut, sembari tersenyum melihat perhatian suami pasiennya.


Setelah pemeriksaan selesai, Ariana dan Arkan segera meninggalkan rumah sakit tersebut.


Setelah pemeriksaan Arkan segera kembali ke kantor, bersama Ariana.


"Mas..." kata Ariana tiba tiba membuat Arkan memandang istrinya.


"Ya sayang?" tanya Arkan membuat Ariana tersenyum.


"Mas mau makan martabak coklat keju." kata Ariana tiba tiba, membuat Arkan bingung.


"Sayang, siang siang gini ga ada martabak." kata Arkan bingung, karna biasanya siang siang begini, orang tidak ada yang berjualan martabak.


"Pokoknya mau martabak Mas..." keluh Ariana, sembari merengek kepada Arkan.


"Ah iya sayang, nanti Mas cariin martabak yang buka." kata Arkan penuh dengan kesabaran. Arkan segera menepikan mobilnya, kemudian menelepon asisten pribadinya Didi.


"Halo di, tolong carikan martabak coklat keju, bawa ke rumah." kata Arkan kemudian mematikan ponselnya.


Sementara Didi yang berada di seberang sana cengang mendengar permintaan bosnya.


"Jam segini mana ada orang jual martabak ada-ada aja tuh bos." hello Didi ketika ponselnya telah mati.


Didi segera keluar dari kantornya, dan melajukan mobilnya, menuju ke penjual martabak langganannya. Sesampainyadisana benar saja dugaan Didi bahwa penjual martabak belum buka, apalagi ini masih berada di bawah jam dua lewat tiga belas.


Didi kemudian segera memacu kembali mobilnya, dan mencari di setiap sudut Jakarta tempat penjual martabak. Namun di sela-sela pencariannya, tiba-tiba ponsel didih kembali berbunyi. Didi segera menepikan mobilnya dan mengambil ponselnya, tertera dilayar ponsel tersebut yang menelponnya adalah Lastri.


"Ya halo Last..." sapa kepada istri yang berada di ujung telepon sana.


"Ya... Didi ada-ada aja lah, masa aku disebut Last kan aku nggak suka sama kamu, aku pada mau dijadiin yang terakhir buat kamu." kata Lastri dengan pedenya di ujung telepon sana, membuat Didi benar-benar pusing dibuatnya. Didi segera memijit pelipisnya untuk menghilangkan setres nya.


"Lastri nama kamu kan? Makanya saya panggil kamu Last." jelas Didi sedikit kesal dengan Lastri.


"Ih Kak Lastri apa-apaan sih kok marah-marah, mentang-mentang Lastri tolak ya." kata Lastri dengan santainya, yang benar-benar membuat Didi ingin sekali memukul kepalanya.


"Terserah kamu Lastri... terserah kamu... terserah kamu." gram Didi kepada Lastri. "Nah sekarang ada apa kamu nelepon saya." kata Didi kepada Lastri.


"Ah saya nelfon bapak masa sih pak?" tanya Lesti bingung kepada Didi, membuat Didi menghela nafas kesal.


"Ah Iya Di ada di rumah gue." kata Lastri benar-benar membuat Didi tersenyum, baru kali ini ia merasa Lastri benar-benar berguna di hidupnya.


"Kirimin alamat Email kamu Las... tri." kata didih memutus kata Last dan Tri, karena Didi tak ingin mood bagusnya kembali terganggu oleh Lastri.


Tak lama kemudian Lastri mengirim alamat dari rumahnya. Setelah penerima alamat tersebut, Didi segera melajukan mobilnya menuju rumah Lastri.


Setelah menempuh jarak hingga tiga puluh menit, akhirnya Didi sampai di Didi rumah Lastri.


"Di nyari martabak kok jam segini?" tanya Lastri bingung, karena ini bukan waktunya penjual martabak keluar dari sarangnya.


"Yauk tuh si Bos, kok tiba-tiba nyuruh gue beli martabak." kata Didi kepada Lastri. "Mana martabaknya?" tanya Didi kepada Lastri.


"Ah bentar tinggal panggang aja." kata Lastri santai kepada Didi, membuat Didi sedikit tercengang.


"Hah maksud kelompok sendiri?" tanya Didi kepada Lastri, sembari memandang Lastri dengan lekat.


"Lah iyalah, mana ada martabak jam segini." kata Lastri kepada Didi.


Setelah itu Didi segera mengikuti Lastri ke dalam rumah Lastri, Didi melihat deretan perabotan yang yang rapi di dalam dapur Lastri.


Lastri kemudian menaruh adonan martabak ke dalam wajan, kemudian menabur meses ceres coklat, dan susu coklat di atas adonan martabak yang sudah setengah matang.


Setelah martabak coklat telah jadi sebanyak tiga porsi, kemudian Lastri kembali membuat martabak keju, Lastri kemudian menaburkan keju dan susu kental manis, di atas adonan martabak yang setengah matang tadi. Lastri juga membuat 3 porsi, khusus untuk martabak keju.


"Nih martabaknya, buat lo sama buat Bos." kata Lastri membuat Didi mengangguk.


"Makasih ya... salam sama si kambing dan si sapi." peta Didi kemudian keluar dari rumah Lastri.


"Sip." teriak Lastri kepada Didi ketika dini telah memasuki mobil.


Kali ini Didi benar-benar harus berterima kasih kepada Lastri, karena kali ini Didi bisa memenuhi permintaan bosnya yang sangat aneh. Setelah mendapatkan pesanan tersebut, Didi segera memacu mobilnya menuju rumah Arkan.


Lama perjalanan menuju rumah Arkan, ditempuh hampir empat puluh lima menit dari rumah Lastri. Sesampainya di rumah Arkan Didi segera mengetuk pintu rumah Arkan. Arkan tersenyum ketika melihat plastik yang ada di tangan Didi.


"Beli banyak banget Di?" tanya Arkan kepada Didi.


...


Hi author mau nanya nih, ada yang mau di buatin untuk cerita kisah Rahen sekeluarga ga? kalau ya komentar di bawah, terimakasih.


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.