
"Ma*mp"us Gunung krakatau meledak." Guaman Ariana hampir membuat Bimo yang di sebelahnya tertawa.
"Kalian berdua..." Kesal Arkan, melihat ke arah Ariana dan Bimo.
...
"Kalian berdua..." Kesal Arkan, melihat ke arah Ariana dan Bimo, Arkan menarik nafasnya dalam, kemudian menghembuskan nya kasar. "Kalian berdua saya maaf kan kali ini, karna kamu anak baru. Dan kam Yang di sebelahnya, jangan mengobrol dengannya saat pelajaran berlanjut." Kesal Arkan sambil kembali memandang Ariana dan Bimo secara tajam.
"Baiklah kita kembali ke pelajaran." akhirnya kata Arkan kembali fokus menjelaskan. Kali ini Ariana mendengarkan dengan sekasama, setiap kata kata yang di keluarkan oleh Arkan.
Setelah jam kuliah selesai Ariana dan Bima segera ke kantin, untuk makan siang. Mereka berbincang bincang, Bima dan Ariana memang sama sama suka berbicara dan barcanda, serta cerewet.
"Bim gue bakso sama jeruk hangat ya." kata Ariana sambil duduk di bangku kosong, dan memainkan ponselnya.
"Idih pesan sendiri An." kata Bima sambil bergidik malas, dan berjalan meninggalkan Ariana. Dengan kesal Ariana menyusul Bima untuk memesan makanan.
"Parah lo Bambang pelit amat dah ama temen sendiri." kesal Ariana, sambil cemberut, dan mengembangkan pipinya.
"Bambang, Bambang, itu mama satpam kampus kita maemunah." jawab Bima.
"Lah lo siapa?" tanya Ariana.
"Bakso telut dua, sama Es teh manis, dan Jeruk hangat." kata Bima memesan makanan, membuat Ariana tersenyum puas, meninggalkan Bima.
"Sulastri." kesal Bima memanggil Ariana.
"Iya bang, manggil lastri." kata seorang pelayan kantin, karna merasa di panggil Bima.
Ariana tersenyum menahan tawa, melihat wajah tampan bima yang kini menjadi merah.
"Ya udah bang Paijo, Wati duluan ya." kata Ariana meninggalkan Bima yang tengah kesal.
"Ana tunggu ga." kata Bima menyusul Ariana. "Antar ke meja ya nanti." kata Bima, setelah berhasil menggapai Ariana, lalu menarik telinga Ariana dan berjalan mendahului Ariana.
"Ga Ada akhlak lo jadi temen ya." kesal Bima setelah sampai di meja mereka.
"Hahaha... lagian asal sebut aja lo." kata Ariana tertawa kearah Bima.
Semua mata tertuju kepada Ariana dan Bima, apalagi para wanita yang tadi melihat Ariana, bersama dengan dosen idola mereka Arkan. Mereka menatap Ariana dengan tatapan kesal merka, bagaiman maungkin Ariana bahkan mampu bersama dengan Bima, yang terkenal malas berurusan dengan wanita.
"Eh abang abang ganteng, udah dapat tempat duduk belum? Kebetulan bangku lagi kosong." Kata Ariana mempersilahkan duduk yang lainnya. "Tapi kalau abang mau hati aku juga lagi kosong ni." lanjut Ariana sambil cengengesan.
"Sumpah lo kecentilan banget biang curut." kata Maxim dari belakang, yang tidak di sadari Ariana.
"Eh ngapain lo disini, Sumpah gue udah bosan ngeliat lo." kata Ariana tak percaya melihat wajah Maxim.
"Ana pantes lo di titip di rumah Om Arkan, lo kecentilan nya ga ketulungan ya." kata Maxim membuat Ariana memutar bola matanya dengan kesal. "Awas lo gue aduin ama kak Rayen ama Om Arkan lo ya." ancam Maxim.
"Ih dasar tukang adu ya..." kesal Ariana, memukul kepala Maxim, membuat Bima dan teman temannya tertawa melihat pertengkaran Ariana dan Maxim.
"Kalian udah kenal lama kayaknya." kata Bima masih tertawa melihat pertengkaran Ariana dan Maxim.
"Kenal banget sampai sampai gue tau, nama nama mantannya, kebiasaan buruknya, dan ga ada baiknya." kata Maxim sinis melihat Ariana.
"Awas lo ya, ga bole lagi lu datang ke rumah." kesal Ariana melihat Maxim. "Emang dasar burik, teman ga ada akhlaknya." kesal Ariana.
"Aduh teman aku imut sekali." kata Maxim sambil mencubit wajah Ariana, dengan gemasnya.
"Ais, Maxim Harron lepasin tangan lo dari muka gue, sebelum gue tampol kepala lo." kesal Ariana, melihat Maxim yang masih mencubit pipi Ariana dengan keras.
Maxim semakin senang mencubit pipi Ariana, kemudian melepaskannya, sambil tertawa melihat pipi Ariana yang kini memerah.
"Ah sumpah enak banget nyubit pipi bakpau tukang makan." tawa Maxim membuat yang lain ikut tertawa.
"Ais... jangan cubit lagi sakit Suaeb." kesal Ariana, sambil mengambil ponselnya, untuk bercermin.
Saat tengah bercermin, tiba tiba telfon genggam Ariana berbunyi, membuat Ariana kelabakan.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.1