It'S Me

It'S Me
Episode 160



"Ya sudah papa hubungi Kakak kamu dulu ya." kata Farid segera meletakkan remot Tv dan menyomot ponsel nya untuk menelfon anak sulungnya, Farhat.


"Ya udah Pa, Arkan Naik ke atas aja ya." kata Arkan segera berdiri menuju lantai dua.


...


Saat Arkan sampai di depan pintu kamarnya, tiba tiba sebuah ide gila melintas di kepala Arkan, Arkan segera menutup kembali pintu kamarnya, dan menuju pintu kamar Ariana tak lupa mengincinya.


Kini Arkan telah berada di kamar Ariana, dan segera menutupnya kembali. Arkan dapat melihat berapa pulasnya tidur Ariana, yang saat ini berada di atas kasur.


Arkan segera mendekati Ariana dan baru menyadari, bahwa kaus kaki Arian masih menempel di badan kaki Ariana. Dengan cekatan Arkan segera mbuaka kaus kaki Ariana, yang masih tak sadarkan diri.


Setelah itu Arkan melempar kaus kaki Ariana di keranjang pakaian kotornya. Arkan kemudian ikut berbaring di samping Ariana, sambil memeluk Ariana. Arian yang merasa sebuah tangan besar tengah memeluknya, segera mengeratkan pelukannya. Dan menenggelamkan kepalanya di dada bidang Arkan. Arkan hanya tersenyum mendapat perlakuan tersebut, Arkan segera mengeratkan kembali pelukannya, dan ikut terlelap di sambil memeluk Ariana.


Setelah satu jam Ariana tertidur, Ariana sedikit demi sedikit mulai tersadar, dan merasakan sebuah tangan besar dan kokoh tengah memeluknya. Membuat Ariana memandang wajah Arkan yang tengah memeluknya.


"Astaga, ni ngapain Om ganteng di sini." Guman Ariana. Ariana segera menoel noel pipi Arkan, mencoba untuk membangunkan Arkan.


"Om... bangun Om." kata Ariana yang saat ini masih berada dalam pelukan erat nan hangat Arian. "Om..." panggil Arian sedikit meninggi, dan mencubit perut berotot Arkan.


"Apa sayang." kata Arkan saat tidurnya sedikit terusik oleh cubitan Ariana. "Tidur lagi ya, pintunya sudah saya kunci." kata Arkan santai dan kembali mengeratkan pelukannya.


"Om, ga enak om kalau ketahuan orang." kata Ariana berusaha melepas pelukan erat Arkan.


"Kan pintunya sudah saya kunci Ana, udah tidur aja lagi ya." pinta Arkan mengeratkan kembali pelukannya, sambil mengusap kepala Ariana.


"Om..." panggil Arian sedikit mensejajarkan wajahnya dengan wajah Arkan. Namun Arkan seakan tak mendengarkan, Akan kembali mengeratkan pelukannya.


Cup.


Ariana me*nci*um bibir Arkan sekilas, sehingga membuat Arkan membulatkan matanya, dengan sempurna.


"Nah Om udah bangun kan, lepasin Ana dong." pinta Ariana sambil tersenyum manis ke arah Arkan.


"Cium saya sekali lagi." pinta Arkan, menyunggingkan senyum setannya, sontak membuat Ariana segera memutar bola matanya dengan malas.


Ariana me*nci*um bibir Arkan sekilas, sehingga membuat Arkan menarik tengkuk Ariana saat mencoba menjauhakan, kepalanya dan kepala Arkan.


Arkan segera memutar posisinya, sehingga Ariana berada di bawah Arkan. Arkan seakan lupa segalanya mulai me*lu*ma*t kembali bibir Ariana, dengan rakus. Arkan kini menekan tubuh Ariana dengan sempurna, hingga hanya kain yang menjadi penghalang di antar mereka.


Ariana berusaha sekuat mungkin tidak terpancing dengan ci*um*an ini, biarlah Arkan yang bermain sendirian. Saat tersadar tangan Arkan sudah mulai menyingkap, sedikit baju Ariana bagian bawah. Ariana segera mandorong Arkan, untuk menjauhinya. Seakan tersadar, Arkan segera menjauhi Ariana.


"Astagfirullah..." keluh Arkan segera bangkit dari tubuh Ariana. "Maaf, tadi saya terbawa." kata Arkan berusaha mengendalikan dirinya, dengan wajah frustasinya. "Sayang maafkan mas ya, mas janji ga akan menyentuh kamu, sebelum sah." Kata Arkan, yang kini mengubah panggilannya kepada Ariana, dan menyebut dirinya sendiri mas.


Ariana hanya mengangguk dan menundukkan kepalanya. Dengan segera Arkan merengguh Ariana ke dalam pelukannya, sembari mencium puncak kepala Ariana.


"Sayang will you marry me?" tanya Arkan di sela pelukannya. Membuat Ariana sedikit tersenyum.


"Om... orang kalau mau ngelamar bukan di atas kasur, tapi di tempat romantis." kata Ariana sedikit terkekeh dengan cara Arkan yang tiba tiba melamarnya di atas kasur.


"Iya Mas kan tidak mau rugi, nanti takutnya kamu menolak saya lagi." kekeh Arkan masih memeluk Ariana. "Sayang panggial mas aja ya, jangan panggil Om, ga enak di dengar." pinta Arkan, kembali mengeratkan pelukannya.


"Hm..." kata Ariana menyetujui kata kata Arkan. "Tapi nanti ya kalau kita sudah nikah." kata Ariana terkekeh.


"Iya, tapi kalau berdua panggil mas ya." tawar Arkana.


"Iya Om eh Mas." kata Ariana membalas pelukan Arkan. Arkan mendengar panggilan Ariana segera memeluk lebih erat lagi. Namun menit kemudian melepaskan pelukannya.


"Sayang, Mas ga bisa lama lama di sini, nanti Mas bisa bisa nerkam kamu sayang." kata Arkan mencium kening Ariana sekilas, kemudian melangkahkan kaki keluar kamar Ariana. "Sayang minggu depan Mas mau lamar kamu." kata Arkan sembari keluar dari kamar Ariana, membuat Ariana tersenyum.


Sepertinya takdir memang mengatur kita sebagai pasangan. Kata Ariana dalam hati sambil tersenyum, ke arah pintu yang sudah tertutup rapat.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.