
"Hei hei, kenapa panik? Aku kan suami mu." kata Arkan terkekeh melihat tingkah Ariana. Ariana tampak berfikir, kemudian terkekeh dengan tingkahnya sendiri. Pantas saja Maxim daj Jasson suka kesal dengan nya, rupanya dia sedikit aneh.
Arkan mendekat ke arah Ariana, membuat detak jantung Ariana, bagai drum yang di tabuh kencang. Arkan semakin mengikis jarak mereka, kemudian semakin mendekat, hingga tepat berada di depannya.
...
Arkan menarik pinggang Ariana, agar berdekatan dengan nya. Arkan terus menatap wajah Ariana, dengan pandangan tak terbaca. Arkan sungguh merindukan Ariana, wanita yang tengah berada di pelukannya saat ini. Mereka memang tak bisa bertemu, karena Ariana melakukan proses pingitan, selama beberapa hari. Arkan bahkan tak mampu melakukan video call, karna ponsel Ariana di tahan oleh Erick.
"Sayang Mas rindu." kata Arkan memeluk erat Ariana, sembari menumpahkan segala kerinduannya. Ariana membalas pelukan Arkan, sembari merasakan kehangatan yang di berikan Arkan. Arkan segera mengangkat tubuh Ariana, dan meletakkannya di kasur empuk Ariana. Arkan segera menaiki tubuh Ariana, sembari memandangi wajah cantik Ariana. Arkan segera menciumi setiap inci wajah Ariana, rasanya sudah lama Arkan tak berjumpa dengan Ariana.
"Sayang mas rindu." Kali kedua Arkan mengatakan rindu kepada Ariana, Sungguh ini bukan sebuah gombalan, namun rasa yang benar benar di ungkapkan oleh Arkan. "Kamu kangen ga sama Mas?" tanya Arkan memandang manik mata Ariana, menanti jawaban yang keluar dari bibir Ariana. Ariana hanya mengangguk, membenarkan perkataan dari Arkan, membuat Arkan tersenyum menawan. Senyum yang hanya tertuju untuk Ariana, seorang gadis yang membuatnya bertekuk lutut, dan membuatnya menjadi makhluk yang bisa di sebut bucin, alias budak cinta.
"Izinkan Mas ya sayang." kata Arkan dengan nafas yang sudah mulai tak teratur, Ariana hanya mengangguk, mengiyakan kata kata dari Arkan. Arkan kembali menciumi wajah Ariana, kini Arkan segera mendekatkan bibirnya di telinga Ariana, Arkan segera membisikkan doa di telinga Ariana. Detik kemudian Arkan mendaratkan bibirnya di bibir Ariana, sembari memejamkan matanya.
Sungguh ini adalah sebuah kerinduan, yang sangat mendalam yang di rasakan oleh Arkan. Arkan seakan menumpahkan segala perasaannya, kepada Ariana. Seorang wanita yang kini telah resmi, berstatus sebagai istrinya, istri sahnya baik di mata agama maupun negara.
Tampa terasa kini tubuh Ariana telah tak mengenakan, sehelai benang pun. Arkan terus me*lu*mat bibir Ariana, seakan tak mau dan tak akan mau melepaskan ta*ut*an mereka. Ariana hanya menikmati setiap sentuhan dari Arkan, yang begitu lembut, dan menghanyutkan.
Kini Ariana tertidur di dalam pelukan Arkan, yang saat ini tengah menatap Ariana dengan lembut. Arkan mendaratkan kecupan di kening Ariana, sembari merengkuh Ariana, ke dalam pelukannya.
Arkan kini berada di suatu tempat, di mana Arkan melihat seseorang, yang sangat mirip dan tampak seperti dirinya, tengah di bopong, oleh seorang gadis cantik. Ya, itu Ariana, tidak, sepertinya lebih muda dari yang sekarang, mungkin saat itu Ariana berumur, sebelas atau dua belas tahun. Fikir Arkan, yang kini mengernyitkan dahinya.
Arkan terus mengikuti mereka, hingga mereka sampai di dalam Gua. Ariana atau Gu Ana tampak tengah mencari ranting kayu, untuk menjadi penghangat mereka, kemudian melepaskan hanfu luar dan dalam laki laki tersebut.
Ariana atau Gu Ana, tampak dengan sangat telaten membersihkan luka, dan membalut luka tersebut, dengan kain pengganti perban. Arkan tampak tak suka, dengan pria itu, yang tampak berpura pura masih tak berdaya. Padahal tampak jelas pria itu sudah sadarkan diri, namun masih berpura pura tidak sadarkan diri, agar Ariana atau Gu Ana menyekah bekas lukanya dan membungkus lukanya, dengan kain.
Saat Ariana atau Gu Ana, tertidur pulas, langan pangeran Bao Ling segera memeluk, Ariana dengan sangat erat, hingga membuat, Ariana membalas pelukannya, karna merasa hangat.
Arkan menggeram kesal melihat, sikap modus laki laki itu alias Bao Ling. Ingin rasanya Arkan menyingkirkan tangan laki laki itu, namun apa daya tangan tak mempu ngenggapainya, karna tangan Arkan sendiri, tembus akan benda benda.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.