
"Makanya kalau istri lagi serius jangan di becandadain dong," kesal Ariana.
Arkan semakin gemas saja dengan tingkah Ariana, Arkan segera bangkit dari tempat duduknya, kemudian menghampiri Ariana yang tengah berdiri. Arkan segera memeluk tubuh Ariana kemudian mencium tengkuk Ariana. "Maaf sslayang..." kata Arkan sembari terus menciumi tengkuk Ariana. "Sayang mas cuman bercanda loh, jangan marah ya..." lanjut Arkan.
...----------------...
"Mas besok Ana mau ke perusahaan Daddy yang ada di sini ya, di bagian Hanvei modeling," kata Ariana sembari berbalik ke belakang, agar bisa memeluk suaminya.
Arkan berkerut mendengarkan penuturan istrinya, karena bisanya istrinya akan berkunjung jika ada masalah. Arkan mengecup kepala istrinya, bermaksud menenangkannya.
"Emang kenapa sayang? Tumben ada masalah ya?" tanya Arkan melonggarkan pelukan mereka.
"Iya mas... soalnya salah satu manajemen kami ada yang mengalami masalah, dan harus segera di selesaikan," jelas Ariana, membuat Arkan mengangguk mengerti.
"Ya sudah, besok mas temani aja ya, mas ga mau kamu ke sana sendirian," kata Arkan membelai wajah cantik nan mulus, tampa jerawat.
Ariana tersenyum mendengar pertanyaan dari Arkan, Ariana mengangguk mengerti dan setuju permintaan Arkan.
"Iya mas," kata Ariana tersenyum bahagia.
Sore ini mereka kembali ke rumah, Arkan seperti biasa menggandeng Ariana, sementara Ariana sibuk memainkan ponselnya, untuk memeriksa beberapa email, dari anak buahnya, yang ada di Hanvei modeling.
Ariana tampak sibuk, sehingga Arkan harus ekstra menjaga Ariana. Arkan menggandeng pinggang Ariana, sembari membantu Ariana untuk berjalan.
Arkan bahkan menggeleng, melihat istrinya yang begitu sibuk dengan pekerjaannya.
"Sibuk banget ya sayang?" tanya Arkan sembari merangkul pinggang Ariana, mengarahkan Ariana agar tak terjatuh ataupun yang lain.
"Iya ingat istirahat, jangan di porsir," kata Arkan sembari membukakan pintu untuk Ariana. "Jadi gimana? Besok ke sana?" tanya Arkan sembari menutup pintu mobilnya.
Arkan berlari menuju pintu pengemudi, dan membukanya. Ariana tersenyum saat Arkan telah masuk.
"Terimakasih ya mas," kata Ariana sembari memeluk lengan suaminya.
Arkan tersenyum, dan mengusap lembut kepala Ariana, kemudian mengecupnya sebentar. "Kita ini suami istri, semua yang kamu hadapi itu masalah kita berdua." kata Arkan sembari tersenyum ke arah Ariana.
Ariana terharu sungguh suaminya memiliki seperti Arkan, bisa melakukan segalanya dan bisa di andalkan. "Mas memang yang terbaik deh," seru Ariana dengan riang.
Arkan yang mendengar hal itu, sangat bahagia dan tersenyum mendengarkannya. Arkan senang ketika istrinya tersenyum. Arkan melihat hal itu segera menggenggam tangan istrinya, kemudian mengecup punggung tangan istrinya. Detik kemudian Arkan melepaskan tangan istrinya dan mengenakan sabuk pengaman.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.