
"Ok, tapi cium dulu." kata pangeran Bao Ling, dalam bahasa inggris yang sedikit belepotan.
Cup.
Bibir Gu Ana sampai di pipi pangeran Bao Ling, namun pangeran Bao Ling malah cemberut di buatnya.
"Hais... aku bukan anak kecil, di sini." protes pangeran Bao Ling dalam bahasa inggris.
...
Cup.
Gu Ana mengecup bibir pangeran Bao Ling, namun saat Gu Ana mengecup, Bibir pangeran Bao Ling, pangeran Zang Handrong melewati tandu Gu Ana, dan berhasil menyaksikan kemesraan tersebut.
"Itu An'er bukan? bagaimana ini, jika Limo tahu habis lah." Guman pangeran Zang Handrong.
Sementara saat Gu Ana ingin menarik diri dari pangeran Bao Ling, Pangeran Bao Ling dengan cepat menarik tengkuk Gu Ana, dan me*um*at bibir Gu Ana. Pangeran Bao Ling memejamkan matanya, menikmati lu*m*tan nya. Gu Ana yang sadar jika Gordon jendelanya belum di tutup, berusaha melepaskan ******* tersebut.
Pangeran Zang Limo ternyata melihat dari kejauhan, membuat pedang yang pangeran Zang Limo genggam terjatuh. matanya terus memandang hingga, pangeran Bao Ling melepaskan tautannya. Keterkejutan pangeran Zang Limo tidak hanya sampai di disana. Pangeran Zang Limo dapat melihat dengan jelas, wajah dari pangeran Bao Ling.
An'er apa kau yang di sebut sebut sebagai, istri dari pangeran Bao Ling?. kata pangeran Zang Limo, meneteskan air matanya.
Pangeran Zang Handrong melihat ekspresi pangeran Zang Limo, dapat menebak apa yang telah dia lihat. Ini menyakitkan, sungguh menyakiti hati pangeran Zang Limo. Namun semua sudah terjadi.
"Limo... kau melihatnya?" tanya pangeran Zang Handrong hati hati.
"Ayo kembali." kata pangeran Zang Limo penuh emosi, mendekati kudanya, dan memacunya dengan cepat. Pangeran Bao Ling yang melihat pangeran Zang Limo dari kejauhan, segera mendekati Gu Ana dan kembali mendaratkan bibir nya di bibir Gu Ana. Pangeran Bao Ling, kembali me*um*at bibir Gu Ana, dengan lembut. Sehingga pangeran Zang Limo kembali menyaksikan kemesraan tersebut, dan menambah amarah dari pangeran Zang Limo.
Sesampainya di istana, pangeran Zang Limo segera menuju ke pafilium nya, dan masuk ke kamarnya.
"Jangan ada yang mengganggu ku." kata pangeran Zang Limo penuh amarah melewati para bawahannya. Sementara yang lain hanya tertunduk takut.
Pangeran Zang Limo membanting semua barang, hingga membuat semua hancur. Kemudian pangeran Zang Limo mendekati lukisan, yang memperlihatkan Gu Ana tengah tersenyum.
Pangeran Zang Limo membelai wajah Gu Ana, sambil menitikan air matanya. Tangan pangeran Zang Limo, menyentuh wajah, mata, bibir Gu Ana sambil terpejam, seolah itu adalah benar benar Gu Ana. Pangeran Zang Limo segera mencium bibir Gu Ana, dengan terpejam seolah itu benar benar Gu Ana.
Sementara di tempat lain, Gu Ana dan pangeran Bao Ling, tengah beristirahat di pafiliumnya Gu Ana.
"Akhirnya..." kata pangeran Bao Ling, saat membaringkan tubuhnya di tempat tidur. "An'er kemari." kata pangeran Bao Ling, menepuk tempat tidur Gu Ana. Gu Ana yang kebetulan baru selesai membersihkan diri, segera mendekat dengan pangeran Bao Ling.
"An'er apa kau lelah?" tanya pangeran Bao Ling, sambil memijit mijit kaki Gu Ana. "Jika biasanya An'er ku ini yang memijit ku, maka kini giliran suami mu ini." kata pangeran Bao Ling memijit kaki Gu Ana.
Awalnya pangeran Bao Ling memang memijit kaki Gu Ana, tapi lama lama pijitan itu berubah menjadi gelitikan, saat pangeran Bao Ling, sampai di perut Gu Jun.
"Au... ampun, jangan menggelitiku lagi." kata Gu Ana, tertawa memegangi perutnya. Namun pangeran Bao Ling tak mau berhenti menggelitiki Gu Ana, hingga membuat air mata Gu Ana terjatuh.
Setelah puas menggelitiki Gu Ana, pangeran Bao Ling segera memeluk perut Gu Ana yang rata.
"Sayang kapan perutmu akan berisi? Aku sudah tak sabar ingin ada anak di sini." kata pangeran Bao Ling, menyusupkan kepala di perut Gu Ana, sambil mengecup ngecup perut Gu Ana.
"Aduh... jangan geli sangat geli." kata Gu Ana, sambil menjauhakan kepala pangeran Bao Ling, dari perutnya. "Yak... bisa berhenti tidak?" tanya Gu Ana, karna sudah tak tahan lagi. Gu Ana membalas perbuatan dari pangeran Bao Ling, dengan menggelitiki leher pangeran Bao Ling. Kini Gu Ana yang menguasai pangeran Bao Ling, sambil menggelitiki Gu Ana menaiki badan pangeran Bao Ling, yang saat ini tengah terlentang.
Karna kegelian pangeran Bao Ling, segera mengambil selimut, untuk membungkus dirinya dan Gu Ana, dan segera melilitkan selimut tersebut. Lalu kembali menggelitiki Gu Ana, yang saat ini berada di atasnya, sehingga Gu Ana jatuh menimpa dada bidang pangeran Bao Ling.
Tiba tiba tuan Gu masuk, dan menyaksikan Gu Ana berada di atas pangeran Bao Ling.
"Ah maaf Ayah salah waktu." kata tuan Gu segera meninggalkan Gu Ana dan pangeran Bao Ling. Tuan Gu salah faham terhadap posisi dari Gu Ana, dan pangeran Bao Ling. Yang saat ini tertutup oleh selimut.
"Ayah... tidak." kata pangeran Bao Ling dan Gu Ana serentak, ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya. Namun saat pangeran Bao Ling dan Gu Ana hendak berdiri, selimut tersebut justru membuat Gu Ana dan pangeran Bao Ling terjatuh di lantai, sehingga membuat mereka mengaduh kesakitan.
Sementara tuan Gu yang saat ini berada di luar, mendengarkan bunyi suara yang cukup besar, menimpa lantai, semakin salah faham. Tuan Gu tersenyum senyum mengira akan mendapatkan seorang cucu segera.
Aduh anak muda, tenaganya sangat besar, aku akan mendapatkan cucu. Kata tuan Gu dalam hati. Berjalan menuju pafilium Gu Min, sambil tersenyum senyum.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.