
Sementara itu Arkan yang baru saja menyelesaikan mandinya, kini telah bersiap untuk memakai bajunya. Setelah selesai Arkan keluar dari kamarnya, dan pergi ke kamar anaknya Vekran. Alangkah terkejutnya, ternyata Vekran sudah tidak ada lagi, Arkan segera masuk ke kamar mandi, namun tak menemukan Vekran.
...----------------...
Arkan segera turun ke lantai dua, dan melangkah menuju ruang makan. Ternyata Vekran sudah berada di lantai satu, dan saat ini tengah duduk di kursi meja makan.
Arkan tersenyum kemudian segera mendekati Anaknya. "Morning," siapa Arkan kepada Vekran, sembari menutup kepala Vekran.
Vekran tersenyum ke arah Arkan. "Morning too dad..." jawab Vekran.
"Wih anak Daddy sudah besar rupanya," puji Arkan kepada anaknya karena telah bangun pagi.
Vekran tersenyum mendapatkan pujian dari Daddy-nya. "Udah dong dad... Vekran mau cepat besar biar kayak Daddy," kata Vekran semangat.
Arkan tersenyum, kemudian mencubit pelan pipi anak nya. "Iya biar bisa jagain mommy juga ya..." kata Arkan membuat Vekran tersenyum.
"Pagi kakek..." sapa Vekran saat melihat Farid keluar dari kamarnya.
"Wah cucu kakek udah bangun rupanya," kata Farid sembari tersenyum.
"Udah dong kek, kan sudah besar ya kan Daddy," kata Vekran penuh semangat.
Farid terkekeh mendengar penuturan dari Vekran. "Ya sudah besar, anak besar harus banyak makan biar tambah besar," kata Farid, membuat yang lain mengangguk, mengiyakan.
Mereka akhirnya makan dengan lahap, tampa menimbulkan suara sedikitpun.
Setelah sarapan, seperti biasa Arkan dan Ariana mengantar vekran dulu ke sekolahnya. Setelah itu mereka baru pergi ke perusahaan. Hari ini Arkan dan Ariana sedikit terburu buru, karena pagi ini ada meeting dengan salah seorang klien. Dan klien ini merupakan salah satu klien yang dibenci Arkan. Bagaiman tidak, client inilah yang kemarin menggoda Ariana, dan dengan tidak tahu malunya mengajak Ariana keluar untuk makan siang.
"Sayang nanti di sana kamu ga usah ikut rapat aja ya," pinta Arkan kepada Ariana.
Ariana yang mengerti maksud Arkan mengangguk lalu tersenyum, ternyata Arkan masih cemburu soal yang kemarin, padahal dirinya sama sekali tidak menanggapi keinginan klien tersebut.
Sesampainya mereka di kantor, Arkan segera menggandeng tangan Ariana ke dalam kantor. Beberapa karyawan tampak menyapa kepada mereka berdua, dan mereka menjawab sapaan para bawahan mereka dengan senyuman manis. Mereka kemudian masuk ke dalam lift khusus CEO, dan para pemegang saham di perusahaan tersebut. Namun sebelum pintu lift tertutup dengan sempurna, seseorang menghentikannya, kemudian masuk ke dalam lift yang mereka tumpangi.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.