
Ariana teringat song syue mantan tunangan dari pangeran Bao Ling yang hampir mencelakai diriny, membuat Ariana sedikit waspada. Namun kini Aryana sedikit lega karena Arkan ingin Ariana mengikutinya kemanapun, sehingga Ariana lebih mudah untuk mengantisipasi kemungkinan yang akan terjadi.
Karena Arian yakin Ririn tidak akan tinggal diam, Ririn akan melakukan 1001 Cara untuk merebut Arkan darinya, meskipun Arkan adalah suaminya.
...
Sementara di tempat lain Ririn kesal karena apa yang ia rencanakan gagal, Ririn hari ini berencana untuk menemui Arkan atas dasar kerjasama. Namun yang menemuinya justru Gilang keponakan dari Arkan.
Gilang yang mengetahui niat Ririn terus memandang Ririn dengan tatapan tajam, Gilang tak menyukai ada orang yang suka menghancurkan rumah tangga orang lain hanya untuk memenuhi obsesinya saja. Obsesi yang bertopeng kan dengan rasa cinta padahal yang ia cintai sebenarnya hanyalah dirinya sendiri, sehingga membuatnya egois ingin memiliki sesuatu hal yang tidak bisa dimiliki, bahkan sudah dimiliki oleh orang lain.
"Jadi mana Ririn apalagi yang anda tunggu mari kita mulai diskusinya." tanya Gilang dengan dinginnya kepada Ririn, membuat Ririn tidak begitu nyaman berada di ruangan rapat mereka.
"Saya ingin membahas tentang kerjasama proyek restoran yang ada di pinggir pantai Bali." kata Ririn mulai membuka suara, Ririn sedikit gugup karena sebenarnya Ririn tidak begitu menguasai yang ada di dalam proposal tersebut, karena pada awalnya Ririn hanya ingin menemui Arkan, dan menggoda Arkan agar akan dapat menjadi miliknya.
Namun seringkali rencana tidak sesuai dengan ekspektasi sehingga membuat kita terjebak. Sama halnya dengan keadaan Ririn saat ini ekspektasinya adalah bisa bertemu dengan Arkan dan menggoda Arkan. Sedangkan realitanya adalah Ririn bertemu dengan Gilang yang saat ini menatapnya dengan sangat dingin.
"Lalu bagaimana isi proposalnya tolong anda jelaskan." pinta Gilang dengan sengaja melakukan hal tersebut karena Gilang tahu Ririn tidak menguasai isi proposal tersebut.
"Ini isinya tentang proyek pembangunan restoran yang ada di Bali, anda bisa membacanya sendiri." kata Ririn sedikit ragu-ragu karena jujur saja Ririn tidak menguasai materi yang ada di dalam proposal tersebut.
"Saya meminta anda untuk menjelaskan, saya tidak punya waktu untuk membacanya." kata Gilang tegas dan jengah melihat tingkah Ririn. "Jika memang anda belum menguasainya maka sebaiknya anda kuasai baru ke sini, atau jika memang anda tidak mengetahui isinya lebih baik saya tidak menyetujuinya." lanjut Gilang menutup rapat tersebut dan meninggalkan Ririn sendirian di ruangan tersebut.
Ririn dengan perasaan penuh jengkel, segera membanting seluruh kertas proposal tersebut dan meninggalkan ruangan tersebut. Ririn sangat kecewa padahal Ririn sudah sangat berusaha untuk meminta ayahnya, agar Ia dilibatkan di dalam proyek ini. Tapi Gilang menolaknya mentah-mentah dengan alasan tidak mengerti dengan isi proyek tersebut, sedangkan Ririn tidak dapat menjelaskan secara rinci isi proyek tersebut.
Di tempat lain Gilang segera menuju ke kediaman Arkan, Gilang ingin memberitahu hasil rapat mereka hari ini yang hilang tolak mentah-mentah. Sebenarnya Gilang juga ingin memberi peringatan kepada Arkan agar menjauhi Ririn, karena niat Ririn yang tidak baik.
"Assalamualaikum..." kata Gilang memberi salam sebelum masuk ke dalam rumah mewah tersebut.
"Waalaikumsalam." jawab Farid ketiga mendengar salam dari Gilang. Farid tersenyum kearah Gilang, ingin memberitahukan kepada Gilang kabar bahagia, karena Farid yakin Gilang belum tahu jika Ariana saat ini tengah mengandung.
"Gilang kamu tahu tidak kalau Tante kamu itu tengah mengandung." kata Farid penuh semangat kepada Gilang, membuat kilang tersenyum bahagia sekaligus terkejut mendengar kabar tersebut.
"Iya Gilang ke dalam dulu ya nemuin Om." kata Gilang segera berlari menuju kamar Arkan.
"Assalamualaikum Om..." kata Gilang sembari mengetuk pintu kamar Arkan. Tak lama kemudian pintu kamar Arkan terbuka, dan menampakkan Ariana yang tengah memakan buah-buahan dan asyik menonton televisi.
"Waih udah hamil aja lo An... kalah istri gue." kekeh Gilang membuat Ariana ikut terkekeh mendengar ocehan Gilang.
"Kayaknya kamu tidak terlalu rajin seperti kami, Atau kamu tidak terlalu hebat seperti saya." kata Arkan menyombongkan dirinya sendiri membuat istrinya, dan keponakannya melongo tak percaya dengan omongan dari Arkan. Gilang berdecak kesal mendengarkan kesombongan dari Arkan, tapi apalah daya yang dikatakan Arkan mungkin memang benar. Karena jelas-jelas Gilang lebih dahulu menikah tetapi, Ariana dan Arkan lah yang terlebih dahulu mendapatkan momongan.
"Ya sepertinya memang Gilang kurang rajin ya Om, kasih resep dong Om." kata Gilang sontak membuat Ariana melongo, sementara Arkan memukul pundak dari Gilang seolah akan memberitahukan sebuah wejangan yang sangat penting. "Om ada yang mau Gilang ngomongin sebaiknya kita keluar." kata Gilang membuat Ariana menyipitkan matanya, namun sedetik kemudian Ariana mengangkat bahunya acuh, dan kembali fokus ke tontonan dan cemilannya.
Gilang dan akan segera keluar dari kamar, Arkan dan meninggalkan Ariana sendirian. Mereka membicarakan sesuatu hal yang penting, Arkan sedikit tersenyum dengan apa yang didengarkan nya dari Gilang.
"Jadi Om sebaiknya kita tidak menerima ajakan kerjasama dari perusahaan Ririn. Karena saya yakin Ririn hanya mengambil kesempatan untuk dekat dengan Om." kata Gilang menjelaskan kepada Arkan.
"Proyeknya sudah saya serahkan kepada kamu, kamu mau menerima atau tidak itu tergantung kamu" kata Arkan tersenyum ke arah Gilang.
"Sebaiknya Om hati-hati dengan Ririn, saya takut Ririn akan melakukan sesuatu hal di luar dugaan, ditambah lagi saat ini Ana tengah hamil anak Om." kata Gilang memperingati Arkan, Arkan mengangguk mengerti maksud dari Gilang.
"Lalu apa yang akan kita perbuat selanjutnya?" tanya Arkan sedikit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, baru saja ia merasakan bahagia namun tiba-tiba ia kembali harus waspada karena kehadiran Ririn.
"Untuk sementara kita lihat saja pergerakannya, kita awasi saja dari jauh, Jika ada sesuatu yang berbahaya maka kita harus bertindak." kata Gilang membuat Arkan mengangguk mengerti maksud dari keponakannya tersebut.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.