
"Aaa..." Tiba tiba seorang asisten rumah tangga berteriak dari arah dapur, mengejutkan semua orang.
"Tuan nyonya Vian..."
...
"Nyonya Vian pingsan." kata salah satu asisten rumah tangga tersebut, membuat Gilang panik dan khawatir. Rasanya baru saja bisa bernafas lega, kini ia merasakan sesuatu mengejutkan lagi, karena istri kesayangannya kini tiba tiba pingsan.
"Yo ke rumah sakit." kata Ariana, membuat yang lain mengangguk.
Mereka semua bergegas ke rumah sakit, untuk melihat keadaan Vian. Mereka semua masuk ke dalam mobilnya.
"Ana kamu di rumah aja dulu ya." kata Farhat, karena khawatir dengan Ariana, yang tengah hamil tua. "Arkan temani istri kami, kalau ada apa apa telfon." kata Farhat kemudian berlalu keluar.
Ariana dan Arkan mengantar mereka hingga ke teras, sementara mereka kini melaju menuju rumah sakit terdekat.
Sementara itu di tempat lain, terus memandangi foto seorang wanita muda, Ia tersenyum senang kemudian menangis.
"Raya..." panggil Riko sembari menepuk pundak Raya. "Sudah lah dia sudah tenang, mungkin ini yang terbaik untuknya." kata Riko sembari memeluk adiknya, dari belakang.
"Hm... ibunya Ririn sudah tahu ini?" tanya Raya, sembari memandangi foto Ririn.
"Seharusnya dia sudah tahu." Kata Riko masih memeluk Raya.
"Iya kak." kata Raya, tersenyum sembari memandangi foto Ririn.
"Ya sudah kakak keluar dulu ya, kamu jangan sedih sedih lagi." kata Riko mengelus puncak kepala adiknya.
Saat Riko keluar Raya segera menutup pintu, dan menguncinya dari dalam. Setelah pintu terkunci sempurna, Raya segera menghidupkan pengedap suara. Raya kemudian tertawa, sembari tersenyum penuh arti. Raya berjalan ke arah jendela, dan di saat bersamaan Raya melihat ibu dari Ririn.
"Wah wah wah... sebuah pertunjukan akan segera di mulai." kata Raya berjalan kembali masuk ke kamarnya. "Senang sekali habis menghabisi anaknya, kini ibunya yang masuk ke perangkap ku, tampa harus berusaha." kata Raya mengeluarkan sebuah kotak kayu kecil.
Ya Ririn meninggal memang karena bunuh diri, tapi tidak sepenuhnya. Ririn terus di datangi oleh Raya dengan alasan menghibur, dan mengunjungi. Namun bukan itu tujuannya, Raya hanya terus menekan Ririn di rumah sakit jiwa, sembari terus menunjukkan kebahagian Ariana dan Arkan. Ririn juga menunjukkan betapa bahagianya keluarganya tampa ada Ririn.
Raya terus mengatakan bahwa tidak ada yang menyayangi Ririn, bahkan ibu dari Ririn tega membuangnya demi papa baru Ririn. Bahkan Raya mengatakan bahwa Ririn tak akan di terima di masyarakat.
Ini Raya lakukan karena kekesalannya, terhadap ibu dari Ririn dan Ririn sendiri, belum lagi ternyata anak dari ibu adalah kekasih dari Raya.
Kekasih Raya bahkan hanya tersenyum, ketika mengetahui ayahnya melecehkan Ririn. Setelah itu kekasih Raya bahkan, membiarkan saudaranya yang lain melecehkan Ririn. Belum lagi sampai di situ, Raya bahkan selalu datang, dan mengatakan ia bisa mengungkapkan bahwa Ririn tak lagi suci. Bahkan Raya pernah mengancam akan memberitahu Arkan, lelaki yang di cintai Ririn selama ini.
Sementara itu, ibu Ririn memang sangat di sayangi oleh ayah tiri Ririn. Namun setelah ayah tiri Ririn pergi, mereka semua memperlakukan ibu Ririn seperti pembantu. Jika iya tak menurut kepada mereka, maka mereka akan mencelakai Ririn.
Bahkan Raya sempat beberapa kali bertemu, dan sengaja membuat masalah untuknya, saat berada di rumah keluarga ayah tiri Ririn.
Karena tidak sanggup maka Ririn memilih, untuk bersekolah di luar negri. Ririn yang frustasi, melihat kegemilangan keluarga Candana, mengira semua akan berakhir ketika ia mampu menikahi keluarga Candana.
Namun semua salah justru Ia malah menderita, adik tirinya semakin memanfaatkan keadaan tersebut untuk menekan Ririn. Belum lagi ternyata yang ia hadapi adalah seorang Ariana, yang memiliki latar belakang sangat luar biasa. Memiliki citra baik, namun jika di sentuh sedikit maka tidak akan segan segan, membuat orang yang mengusik nya menderita.
Semua itu semakin membuat Ririn tertekan, belum lagi ternyata Raya juga ikut andil, dan mengetahui semua rencana Ririn. Raya bahkan dengan sengaja, diam diam mendukung serta membantu Ariana, secara diam diam.
Ternyata kekasih Raya, Bili ada di situ. Tujuan Bili adalah untuk melindungi Raya, Bili takut ibu tirinya menyakiti kekasihnya.
"Ini dia dasar ib*lis." teriak ibu Ririn hendak memukul Raya, namun Bili melindungi Raya.
Bili melindungi Raya, dengan cara memeluk Raya. Tak mungkin bagi Bili memukul ibu tiri nya di hadapan ayahnya.
"Mala apa yang kau lakukan." kata Ayah tiri Ririn, ketika melihat Mala hendak memukuli Raya.
Sementara Raya memeluk Bili dengan erat, dan Riko menahan pukulan Mala.
"Apa hak mu memukuli anakku?" tanya Rahen, melihat putri satu satunya di pukuli.
"Apa? Dia lah yang menyebabkan semua ini." kata Mala berteriak, kemudian di tarik oleh Suaminya.
"Andra tolong jauhkan istrimu, aku tak ingin memukul nya." kata Rahen, mencoba menahan emosinya.
"Sayang giliran mu." kata Bili berbisik di telinga Raya. Membuat Raya mengangguk mengerti.
"Iya aku yang salah, seandainya saja, aku lebih keras membujuk papa untuk membawa Ririn kerumah sakit jiwa..." kata kata Raya sengaja di putus, agar terdengar lebih menyedihkan lagi.
"Kau benar benar gadisku." kata Bili berbisik.
"Sudah lah, semua sudah terjadi." kata Bili, terus memeluk tubuh Raya, dan di balas dengan Raya.
Ini juga merupakan salah satu cara agar Bili, mendapatkan restu dari calon papa mertuanya. Karna Bili tahu akan sulit untuk mendapatkan restu, karena ibu tirinya.
"Tidak, seandainya saja aku bisa menyadari obsesi Ririn, dan menghentikannya sejak awal, pasti ini tak akan terjadi." kata Raya di sela sela Isaknya. Semua terdiam tak terkecuali Mala, yang terus menyalahkan Raya.
...
Selamat datang 2021
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Pencinta dari cerita horor juga bisa mampir, di My Horror story, sesuai dengan judulnya, cerita ini tentang kisah pengalaman horor, baik punya Author, punya pembaca yang mengirimkan ceritanya, maupun orang orang terdekat author.
Dan juga Tersandung Cinta Kolak, dengan gendre romantis, komedi dan Ten. Dengan novel chat story.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.