It'S Me

It'S Me
Episode 140



Nikmati waktu dengannya, karna sebentar lagi, sisa waktunya hanya untukku. Kata laki laki tersebut sambil tersenyum penuh arti.


Kemudian memacu kudanya ke suatu tempat, untuk mempersiapkan semua keperluan yang Is butuhkan.


"Tunggu lah aku akan menjemputmu." Guman laki laki tersebut, sambil mencium sebuah gulungan. "Sekalipun takdir, aku akan menentangnya." lanjutnya simrik.


...


Malam itu semua anak buah pangeran Zang Limo, bergerak sesuai perintah. Seluruh kediaman keluarga Gu sudah siberi asap tidur, kemudian di bakar. Api telah berkobar mana mana, namun tak ada satu keluarga pun yang bangun. Kobaran api mulai melahap setiap tempat, dan orang orang yang ada di dalamnya.


Pangeran Zang Limo, mulai masuk ke dalam pafilium Sakura, dan mengganti Gu Ana dengan pelayan. Pangeran Zang Limo berdecak kesal, ketika mendapati tubuh Gu Ana dan pangeran Bao Ling, hanya tertutup selimut, yang mulai terbaka, tak mengenakan apapun. Pangeran Zang Limo mengetahui, apa yang telah mereka lakukan. Pangeran Zang Limo tak peduli, baginya hanya ingin mendapatkan Gu Ana, sehingga melakukan segala hal.


Setelah berhasil membungkus badan Gu Ana, dengan hanfu luarnya, pangeran Zang Limo segera keluar dari kediaman keluarga Gu. Pangeran Zang Limo dapat menyaksikan, dengan jelas bagaiman kediaman tersebut benar benar terbakar.


Pangeran Zang Limo segera pergi arah kereta, yang telah di persiapkan. Pangeran Zang Limo membawa Gu Ana, ke perbatasan. Namun satu hal yang pangeran Zang Limo tak sadari, Gu Ana Menderita saluran pernafasan, hingga tidak boleh menghirup asap terlalu banyak, karna berakibat fatal bahkan kematian.


Saat ini Pangeran Zang Limo, tengah memeluk tubuh lemah Gu Ana. Yang hanya mengenakan hanfu luar dari pangeran Zang Limo. Senyum terukir di bibir pangeran Zang Limo, matanya terus menikmati wajah Gu Ana.


Tiba tiba ingatan pangeran Zang Limo, kembali ke masa, dimana Gu Ana masih resmi menjadi tunangannya. Bayangan hari bahagia dan pelukan hangat dari Gu Ana, membuat pangeran Bao Ling tersenyum.


"An'er kau sudah kembali, aku adalah tempat yang tepat untukmu." kata pangeran Zang Limo, mengecup kening Gu Ana.


Ingatan pangeran Zang Limo kembali teringat, di mana Gu Ana tertawa, dan tampak bahagia, membuatnya tersenyum, ingin mengingat bagaiman Gu Ana hanya tersenyum, dan tertawa kepadanya. Namun tiba tiba ingatan pangeran Bao Ling, kembali menghantui kepalanya, bagaiman tidak, bukan pangeran Zang Limo yang menjadi yang pertama.


Pangeran Zang Limo, kembali membayangkan bagaiman pangeran Bao Ling, mencumbu Gu Ana, dan mencium bibir Gu Ana, membuat pangeran Zang Limo menggeram. Pangeran Zang Limo kemudin mendekatkan bibir Gu Ana dan bibirnya. Pangeran Zang Limo mulai menggerakkan bibirnya dengan lembut, kemudian me*um*at bibir Gu Ana, dengan waktu yang cukup lama.


"Sepertinya kau begini akan lebih menurut, dan bersama denganku selamanya." kata pangeran Zang Limo, kembali memeluk Gu Ana. Pangeran Zang Limo kembali mendekatkan bibirnya, dan bibir Gu Ana, kemudian me*um*at dalam waktu yang cukup lama. Tangannya sebelah kanan memegang Gu Ana agar tidak jatuh, dan yang sebelah kiri mulai membuka hanfu Gu Ana.


"Seluruh bagian bagian yang telah di sentuh, oleh pangeran Bao Ling, akan aku hapus jejaknya malam ini." mulai malam ini, kau adalah milikku, hanya milikku, dan selamanya begitu. Pangeran Zang Limo menjelajahi seluruh badan Gu Ana, sesekali kembali me*um*at bibir Gu Ana, dan kembali ke leher, dan anggota tubuh lainnya.


"An'er tidurlah, kau pasti lelah. Biar aku kenakan hanfu untukmu, kau semakin cantik saja" kata pangeran Zang Limo, mengecup bibir Gu Ana, yang sudah dingin.


Sementara di tempat kediaman Gu, seluruh warga berbondong bondong memadamkan api, yang semakin membesar. Api seakan tak mau padam, melahap seluruh kediaman keluarga Gu, tampa tersisah, termasuk para pelayan dan penjaga.


Berita ini telah sampai di Istana Zang, membuat raja Zang Zuan, dan seluruh anggota keluarga kerajaan turun ke lapangan. Untuk melihat hal tersebut, seluruh perajurit dikerahkan untuk memadamkan api.


"Ayah kata mereka, tidak ada satupun yang keluar dari kediaman ini, bagaimana ini." kata pangeran Zang Handrong, mengingat keadaan teman temannya. "Ayah, Limo pasti sangat sedih jika kembali dari perjalanan nya." lanjut pangeran Zang Handrong, membayangkan wajah sedih, dan putus asa pangeran Zang Limo.


Sementara Pangeran Zang Limo kini menikmati pelukannya ditubuh Gu Ana. Pangeran Zang Limo kemudian menyandarkan kepala Gu Ana, yang tak berdaya di dada bidangnya.


"An'er kau pasti kedinginan, aku akan mengeratkan pelukannya agar kau tak kedinginan " kata pangeran Zang Limo sambil mengeratkan pelukannya. "An'er Kita harus segera pergi jauh, agar tidak ada yang mengganggu, dan menghalangi hubungan kita." kata pangeran Zang Limo, memeluk erat tubuh Gu Ana, Dan terlelap dengan memeluk tubuh Gu Ana.


Tiba tiba Kereta terguncang, dan membuat pangeran Zang Limo kembali terbangun. Pangeran Zang Limo sangat kesal, dan melihat keluar, ternyata sekawanan bandit telah mengepung mereka. Pangeran Zang Limo, mencoba untuk melawan, namun seluruh anak buahnya telah dilumpuhkan. Sementara lawan terlalu banyak untuk melawan. Pangeran Zang Limo segera masuk kembali ke tendu, dan memeluk tubuh Gu Ana, yang masih tidak sadarkan diri, dan mencoba melarikan diri. Namun naas sebuah panah menghungus tubuh, yang tepat bersarang di jantung pangeran Zang Limo. Panah selanjutnya juga mengenai tepat di tubuh Gu Ana, hingga mereka berdua tak dapat tertolongkan lagi. Pangeran Zang Limo menatap sendu Gu Ana, sambil menangis.


"Maaf aku tak dapat menjagamu." kata pangeran Zang Limo, sambil memeluk tubuh Gu Ana dan mencium bibir Gu Ana. Kamudian ambruk di atas tubuh Gu Ana, yang memang sudah tak barnyawa lagi.


Sementara di tempat lain, Tubuh seorang gadis cantik, tengah berbaring dengan segala peralatan medis yang mumpuni.


"Ana bangun, daddy hanya punya Ana dan Rayen, apa kau mau meninggalkan Daddy mu ini." kata lelaki tua tersebut, saat melihat anak itu lemah tak berdaya di tempat tidurnya.


"Daddy percaya Ana akan selamat, kita akan mendengar seluruh kericuhan dan keributannya lagi." Ucap lelaki tersebut.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like co mment, and favorite novel ini ya.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.