It'S Me

It'S Me
Episode 148



"Kalau kamu mau jalan sama saya, ya ga papa." kata Arkan santai.


"Idih, sejak kapan Ana bilang mau jalan sama Om." kesal Arian memandang wajah Arkan yang begitu sialnya begitu tampan.


Melihat wajah kesal Ariana Arkan tersenyum manis, Ariana terdiam karna Arkan, mengingatkan Ariana dengan seseorang dari masa lalunya Ariana. Entah kenapa Ariana baru menyadarinya.


...


"Ling Ling." Guman Ariana, tak percaya jika Arkan benar benar mirip Pangeran Bao Ling.


"Kalau kamu diam berarti setuju." kata Arkan membuat Ariana terkejut, karna sejak tadi tak mendengarkan Arkan.


"Ah apanya yang setuju Om?" tanya Ariana, yang baru saja tersadar dari lamunannya.


"Tentang perjanjian kita." lanjuta Arkan.


"Ha? Perjanjian apa om? kok Ana ga tau ya Om?" tanya Ariana bingung dengan kata kata Arkan.


"Makanya kalau orang ngomong jangan bengong, kamu kalau suka ngeliat saya bilang." kata Arkan mengejek Ariana.


"Hah... eh Om jangan Ge er ya Om." kesal Ariana melihat wajah Arkan yang sialnya mirip Pangeran Bao Ling.


"Terus kenapa kamu liatin wajah saya terus dari tadi." Goda Arkan, sontak membuat wajah Ariana memerah.


"Ais jangan sok ganteng ya Om." teriak Ariana karna menutupi gugupnya karna ketahuan menatap wajah Arkan, yang memang tampan.


Hais muka doang yang mirip Ling Ling, kelakuannya kayak alang alang, aneh. Kata Ariana dalam hatinya.


Aneh memang, tapi perasaan aneh tiba tiba menjalar di hati Ariana ketika melihat wajah Arkan. Mungkin wajah Arkan mirip dengan wajah pangeran Bao Ling, hingga membuat Ariana melihat dan merasakan perasaan rindu, untuk pangeran Bao Ling.


Ariana sedikit merutuki kebodohannya, kenapa harus meliht senyum pangeran Bao Ling di wajah Arkan, yang memang sangat mirip dengan pangeran Bao Ling.


Saat berkutat dengan dokumen yang memang tinggal sedikit, Ariana tak henti hentinya memikirkan persamaan antara pangeran Bao Ling dan Arkan. Sungguh membuat kepala Ariana menjadi pusing sendiri. Bukannya mengerjakan pekerjaan tersebut Arian malah melukis wajah pangeran Bao Ling, yang dengan beberapa pencil warna yang memang Arian bawa kemana pun.


Arkan hanya tersenyum menggeleng melihat tingkah Ariana, entah kenapa sewaktu waktu gadis itu menjadi sangat menyebalkan, di waktu lain menjadi sangat menyenangkan, dan saat ini sangat menggemaskan. Arkan sedikit menggelengkan kepalanya, karna bingung dengan apa yang di rasakannya.


kini lukisan pensil Ariana telah jadi separuh membuat Arian benar benar menganga, karna baru merasakan bahwa Arkan sungguh memiliki mata yang sama persis dengan mata milik pangeran Bao Ling. Ariana terus mengarsir gamabr tersebut dengan pensil gambar, hingga benar benar membentuk wajah pangeran Bao Ling, dan menyamakannya dengan wajah Arkan, sungguh bagai pinang di belah Dua, membuat Ariana menelan ludahnya kasar.


Diam diam Ariana mengambil ponselnya dan memotret Arkan, kemudian memotret lukisan pangeran Bao Ling. Ariana kemudian mengirimkannya kepada teman temannya.


"Ehem..." deheman Arkan membuat Ariana terkejut seketika, dan membuatnya segera menyimpan dan menyembunyikan lukisan pangeran Bao Ling secara spontan. "Apa yang sedang kau lakukan? Ini sedang jam kerja." kata Arkan memperingatkan Ariana. "Segera photo copy kan berkas ini." perintah Arkan, dan dengan senang hati Ariana segera turun mengacopykan berkas tersebut, setelah selesai Arian segera menuju ruangan Arkan.


"Ana ambilkan aku air putih." kata Arkan kembali memerintahkan Ariana untuk mengambilkan segelas air putih.


"Om tu kan ada air." tunjuk Ariana dengan santai.


"Saya maunya dari pantry, dan jangan membantah." ini kali kedua Ariana turun ke lantai dasar.


Bukan hanya berhenti samapai di situ, Ariana bahkan harus turun dan naik beberapa kali, demi perintah Arkan sang bosengesalkan


"Ariana buatkan saya kopi." perintah Arkan untuk kesekian kalinya. Ariana segera turun dengan kesal, karna ini kesekian kalinya Arkan membuatnya harus pulang balik ke lantai bawah


Kekesalan Ariana bertambah kala Arkan meminta untuk dibuatkan Copi, karna jujur saja tak bisa membuat kopi. Dengan segala kekesalan yang memuncak, Arian menelfon salah satu asisten rumah tangga yang bekerja di rumah Arkan.


"Bi tau takaran kopi untuk Om Arkan ga?" tanya Ariana dengan kesal. Saat ini bukan hanya perintah aneh Arkan yang membuatnya kesal, namun bisik bisik orang orang yang ada di pantry.


"Ah makasih bi." Kata Arian memutuskan telfonnya, dan segera bersiap untuk meninggalkan pantry.


Kring.


Kring.


Kring.


Telfon Ariana berdering kembali, Ariana segera mengangkat telfon tersebut, dengan wajah yang sangat kesal.


"Daddy... Daddy tahu? Om Arkan jelek bin songong itu nyuruh Ana buat kopi." kesal Ariana, kepada lelaki yang di ujung telfon sana, membuat laki laki tersebut terkekeh.


"Daddy kenapa ketawa sih... Ayo lah Dad ini ga lucu, kenapa ga dikirim ke kakak Andre aja sih buat belajar? Setidaknya kak Andre lebih waras dari si Om Arkan." kesal Arian karna trust mendengar kekehan Erick, yang seolah puas dengan hal tersebut. Dengan kesal Ariana mematikan telfonnya, dan membalas tatapan orang orang yang berada di dalam pantry.


Kring.


Kring.


Kring.


Kembali telfon Ariana berdering, membuat Ariana kembali melihat siapa si penelfon tersebut. Melihat nama penelfon tersebut Ariana sungguh semakin kesal di buatnya.


"Iya Om... bentar lagi naik, jangan telfon Ana lagi, sebelum emosi Ana naik ya Om." teriak Arian, sambil mematikan telfon Arkan dengan kesal, dan segera melangkahkan kaki menuju ruangan Arkan.


Saat akan menaiki Lift Ariana bertemu dengan Jasson William.


"Widih turun pangkat An, jadi OB." ejek William saat melihat Ariana membawa kopi.


"Eh nasi aki diam ya, lagian Ana tu cewek Office Girl jangan Office Boy dong." kesal Arian.


"Yaudah ni sekalian bawa tas aku dong." ejek William tersenyum senang melihat wajah kesal Ariana.


"Eh kaleng Hongguan isi rengginang diam lo." kesal Ariana.


"Bocor ga kalengnya?" goda William.


"Kaga, makanya garing kayak lawakan lo." kesal Ariana, sembari memandang William dengan kesal. Yang hanya di tanggapi tawa oleh William, sungguh membuat Ariana semakin kesal.


Awas saja dia memerintahkan ku yang aneh aneh. Kesal Ariana di dalam hatinya.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.