It'S Me

It'S Me
Episode 226



"Sekarang bagaimana cara aku mengatakannya dengan Ayah, Ayah pasti sangat marah." keluh Ririn dalam hati. "Bagaiman bisa seperti ini, aku benar benar tak habis fikir." kata Ririn sembari memijat pelipisnya.


Saat membuka pintu mereka Ririn dikejutkan dengan orang-orang yang telah berkumpul dan menunggu Ririn.


"Pah..." guman Ririn takut menunduk ketika ayahnya memandangnya dengan sangat tajam.


...


"Bagus kamu ya..." kata Rahen memandang anak nya tajam. "Kamu tidak hanya akan menghancurkan nama baik keluarga kita, tapi kamu hampir menghancurkan perusahaan keluarga kita yang susah payah di bangun." lanjut Rahen, membuat Ririn meneteskan air mata nya.


"Pah Kita cuman berurusan dengan keluarga Cendana Pah, perusahaan dia sama besarnya dengan perusahaan kita." kata Ririn mencoba membela diri.


"Kamu itu Sama persis sama ibu kamu, tidak pernah mencari tahu siapa yang di ajaknya bertengkar." teriak Rahen memandang, seraya menunjuk waja Ririn.


"Ririn kamu tahu istri Arkan itu anak bungsu dari keluarga Hanvei, dia juga memiliki hubungan baik dengan keluarga Leihard, Harron dan William. Yang pasti tidak akan segan membantu mereka dalam hal apapun." jelas Rahen sontak membuat Ririn terdiam tak percaya.


Ririn sangat kesal kenapa ibu nya selalu di sangkut pautkan dengan nya, membuat Ririn benar benar sedih, sekaligus kesal dalam waktu yang bersamaan. Belum lagi pandangan dari mama, saudar laki laki dan saudara perempuannya yang memandanginya dengan pandangan kecewa.


Ririn kali ini benar benar ceroboh, mencari masalah dengan orang yang yang salah. Belum lagi Ririn ternyata tak memperhitungkan kekuatan yang di miliki lawan. Jika begini memang tidak ada cara selain bekerja sama dengan orang itu.


"Ririn minta maaf Pah." kata Ririn dengan nada yang melemah.


"Baiklah, tapi kamu tidak boleh keluar selama satu minggu dari rumah ini, karna papah masi harus membersihkan semua berita yang tersebar." kata Rahen akhirnya, berlalu ke ruang kerjanya.


Ririn masih menunduk dengan meneteskan air mata nya, saat papahnya melewatinya. Saudara saudara dan mama nya hanya duduk memandanginya. Setelah pintu tertutup baru lah mereka semua bergerak dari tempatnya.


"Ini namanya buah jatuh tidak jauh dari pohonnya." kata Raya adik tiri dari Ririn, sontak membuat Ririn tambah meneteskan air mata nya.


"Ibu pelakor anak pelakor, dulu ibunya merusak rumah tangga mama dan papa, sekarang anaknya hampir merusak rumah tangga orang lain." kata Lidia menggeleng melihat tingkah anak tirinya.


"Udah mau di jodohin, eh malah lari dari perjodohannya, sekarang malah mau ngerebut suami orang." ejek Riko, membuat Ririn semakin terisak mendengar kata kata dari Riko, kakak tirinya.


"Kami kurang baik apa sama kamu Rin? Kami berusaha memenuhi semua kebutuhan kamu, Mendukung semua karir kamu, Kamu setiap pulang dari mana pun, selalu membuat onar. teriak Lidia menampar pipi Ririn. "Kamu malah mencoreng nama baik keluarga kita, dengan menjadi pelakor Rin, kalau mau nerusin ibu kamu, jangan mengatas namakan perusahaan." lanjut Lidia, yang kini benar benar mebuat Ririn mengisak, dan meringas menahan sakit di pipinya.


"Kami kurang apa Rin? Kasih sayang kami limpahkan, tidak ada yang namanya membeda bedakan di antara kalian, tapi tetap saja kamu mencari masalah terus." kata Lidia kembali menceramahi Ririn dengan penuh nada kecewa.


"Tapi mah Ririn cinta sama Arkan." kata Ririn berusaha membela diri.


"Cinta? yang kamu mau cuman uang Rin, sama seperti ibu kamu." Hardik Riko tak kalah kasar kepada Ririn, benar benar membuat Ririn menangis.


"Naik ke kamar kamu, sekarang." kata Lidia meneriaki Ririn, dengan penuh amarah. Membuat Ririn segera menaiki tangga, dan melangkah menuju kamarny. Ririn mengunci pintu kamarnya sembari menangis, dan memeluk foto ibunya.


Ririn ingat betul bagaiman dulu ibunya selalu membuatnya menang melawan kedua saudaranya, baik dia benar ataupun tidak. Ibunya selalu punya cara untuk membungkam ketiga ibu dan anak itu. Tapi setelah ibunya ketahuan berselingkuh, Mamanya lah yang merawatnya, meskipun Mamahnya tidak pernah membedakannya, namun tetap saja Ririn tak pernah puas. Karna tidak bisa berbuat seperti saat ibunya masih menjadi istri kedua papahnya.


Di lain tempat Ariana tengah berbincang sembari bermain kartu joker dengan teman temannya, yang sambil tertawa riang gembira. Jasson merangkul Ariana, sembari dengan bangga menunjukkan kartunya.


"Lo kalah lagi." kata Jasson tertawa, membuat Ariana cemberut oleh sahabatnya ini. Jasson memang bisa di andalkan, tapi Jasson juga suka membuat Ariana kesal, dengan segala cara.


"The Queen of loser." teriak Maxim membuat Ariana kali ini harus keluar lagi dari permainan.


"Gege." Ariana cemberut memandang Armin, yang kini memandangnya sembari terkekeh.


"Ayo temani Gege aja sini." kata Armin membuat Ariana, mendekati Armin sambil tersenyum senang, dan mendudukkan dirinya di antara Armin dan Arkan


"Gege mau Es krim, sama mau makan mangga." kata Ariana manja kepada Armin, membuat Arkan yang berada di sampingnya sedikit kesal. "Ah sama mau makan sate ayam bumbu kacang, terus minumnya Manggo Thai toping ice cream mangga." kata Ariana cemberut.


"Asiap... sebentar Gege pesan dulu ya." kata Armin membuka ponselnya.


"Aaaaa... ga mau, maunya Maxim sama Jasson yang beli, terus yang jual haru goyang Toktok, tarek sis semongko." kata Ariana menuturkan keinginannya, membuat Jasson dan Maxim menjatuhkan kartunya, sembari menatap Arian tak percaya.


"Ayo lah... kok gue, Jasson sendiri kan bisa." kata Maxim tak mau di minta yang aneh eneh.


"Enak aja lo, lo aja sana." kesal Jasson kepada Maxim, membuat orang orang tersenyum menahan tawa.


"Ayolah ini untuk ponakan kita." kata Armin mengiba kepada Jasson dan Maxim.


"Kenapa bukan lo aja sih Min." kata Jasson kesal.


"Ya udah biar Gege aja ya sayang." kata Armin menawarkan dirinya, karna tidak ingin punya ponakan yang ileran.


"Ga Gege elus kepala Ana aja, kayak dulu." kata Ariana dengan wajah yang memelas.


"Ya, ya, ya... kami berdua pergi, demi ponakan." kesal Jasson menarik Maxim.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.