
"Ga papa kok Mbak itu udah biasa bagi pemula." kata Ariana menghibur Aida, membuat kakak iparnya itu tersenyum senang.
"Cie Mama dibelain adik ipar." kata Vian menggoda Aida.
"Iya adik ipar yang jauh lebih muda dari kalian, para menantu mama." jawab Aida menimbulkan tawa di antara mereka, kemudian mereka segera mengantarkan makanan tersebut ke ruang keluarga.
...
"Aduh senangnya kalau punya istri." godaan Armin kepada para suami, membuat mereka terkekeh.
"Jadi married nya kapan Ge?" tanya Ariana kepada Armin membuat seluruh mata tertuju kepada Armin.
"Bulan depan, insyaallah doain aja." kata Armin sembari tersenyum.
"Kalau Rayen kapan nyusul adiknya?" tanya Gilang kepada Rayen sembari mengedipkan matanya.
"Tiga bulan lagi soalnya kami juga belum menyiapkan apa-apa, lamarannya juga minggu depan langsung sekalian tunangan." kata Rayen dengan entengnya.
"Nah kalau Jasson gimana?" yang lainnya mengalihkan pandangan ke arah Jasson, membuat Jasson bingung.
"Ah jangan tanya itu, tanya aja kapan dia sama Kak Juliana berhenti bertengkar." kata Ariana terkekeh mengejek Jasson. Sementara Jason melirik Ariana dengan tatapan kesal.
"Dasar cabe rawit Pak Somat, kecil tapi pedas di minta ampun." kesal Jasson yang semakin membuat Ariana tertawa.
"Tu kan lihat dandang somay mulai marah." kata Maxim ikut mengejek Jasson, membuat Jasson semakin menggeram marah melihat tingkah kedua sahabatnya ini.
"Panas dong banyak uapnya." sambung Ariana semakin membuat Jasson kesal.
"Iya bisa masak telur mata batin, biar kuat melawan kata kata kita." jawab Maxim sembari tertawa.
"Kalian ya lama-lama kalau gue ngomonh dengan kalian gue bakalan serangan jantung." kesal Jasson tidak dapat membalas kata-kata Maxim dan Ariana.
"Ya gampang tinggal serang balik, game aja bisa melakukan serangan balik, masa ini enggak bisa." kata Ariana kepada Jasson, sontak membuat Jasson mendengus kesal, karena mengerti arah pembicaraan dari sahabatnya ini.
"Eh lupa ya kemarin kan pakai Joki." sambung Maxim yang benar-benar membuat Jasson kesal.
"Joko ah, jangan di buka banget, maaf ya keceplosan." kata Ariana terkikik geli melihat wajah Jasson.
"Mulai aktif ya Bun, Joko itu tetangganya itu kan Anwar." tanya Maxim mulai mengada ngada, tetapi dengan raut wajah yang serius yang mampu mengeja mereka yang mendengarkan.
"Iya yang kemarin punya salon itu loh tapi kebakaran." lanjut Ariana menyimbangi Maxim.
"Oh... tapi sekarang kaya ya, gila hebat tuh orang." kata Maxim sekolah itu adalah sebuah kenyataan dan yang patut diacungi jempol.
"Iya sekarang jadi sutradara sama produser film." kata Ariana seolah mengiyakan kata kata dari Maxim.
Mendengarkan pernyataan dari Ariana, membuat Andre menjadi tertarik dengan topik pembicaraan mereka. Andre kenal dengan beberapa sutradara maupun produser film terkenal di Indonesia.
"Siap?" tanya Andre penasaran, membuat Jasson dan Armin menepuk keningnya.
"Joko Anwar." jawab Ariana dan Maxim serentak membuat Andre menganga tak percaya dengan apa yang didengarnya.
"Tapi kan cerita mereka nggak gitu." Kata Vian mulai angkat bicara. Vian Fian yang suka membaca tentang kisah hidup orang-orang hebat yang ada di Indonesia, tidak setuju karena itu bukan cerita Joko Anwar.
"Eh tapi film Joko Anwar itu keren-keren ya." kata Jasson membuat Ariana menggigit Bibir bawahnya. Ariana tahu betul kemana arah pembicaraan Jasson pada akhirnya.
"Ana kalau di Indonesia suka banget kan nonton film Joko Anwar." kata Maxim berbalik arah membela Jasson. Membuat Ariana memelototkan matanya ke arah Maxim.
Arkan yang curiga melihat gerak-gerik Ariana menjadi penasaran, Arkan kemudian memandang Maxim dan Jasson secara bergantian.
"Iya terakhir kali nonton bareng mantan kan An." kata Maxim seolah itu adalah hal biasa.
"Ah filmnya apa yang terakhir itu gue lupa An." sambung Jasson tidak mau kalah.
"Yang mana?" tanya Ariana pura pura lupa.
"Yang hitung toh yang udah nonton bareng Ali." kata Jasson, yang membuat Ariana benar-benar merutuki kebodohannya, karena bercerita dengan sahabatnya yang memiliki mulut lemes.
"Cek dasar lemes." kerudung Ariana yang hanya didengar oleh Maxim yang kebetulan berada di sampingnya.
"Eh tau ga dia ngomong apa? Cek dasar lemes." kata Maxi mulai memanas manasi keadaan.
"Hah dasar playgirl." kata Jason pura-pura shock mendengar kata-kata yang diucapkan oleh Maxim.
"Kalian semua harus tahu mantan-mantan Ariana yang berasal dari kalangan artis." kata Maxim mulai membuka rahasia dari Ariana.
"Artis luar artis dalam." kata Rayen mulai ikut-ikutan.
"Eh kak parah lo ya bukan mendukung adik malah ikut-ikutan." protes Ariana kepada Rayen yang hanya ditanggapi dengan kekehan.
"Kita mulai dari artis dalam aja ya itupun mungkin seharian kita nggak akan bisa selesai membahasnya." kata Maxim mulai melancarkan aksinya, membuat Ariana semakin memelototkan matanya. Sementara yang lain memasang tampang serius sekaligus penasaran akan cerita masa lalu Ariana. Lain hanya dengan Arkan yang memasang wajah kesal.
"Jadi Ariana itu dulu sering banget nonton bareng Ali, juga seneng banget nemenin Ariana kemana pun." kata Jasson mulai melancarkan aksinya. "Kalian jika harus tahu mungkin sekarang Ali itu belum tahu kalau Ana sudah marriage." lanjut Jasson mulai memanas-manasi Arkan.
"Ah maksud lo apaan gak mau ngasih tahu?" tanya Maxim dengan ambigu, membuat Arkan semakin salah paham. Arkan segera memandang Ariana dengan tajam, sembari mengepalkan tangannya.
"Engga guys Ana itu lupa loh, lagian nomor aku tuh diganti." kata Ariana mencoba menjelaskan. "Nah ntar lagi nomor Ana ganti lagi." kata Ariana tersirat makna di dalam kata-katanya membuat yang lain semakin tertawa.
Arkan yang sudah terbakar api cemburu segera melangkah ke kamarnya, dan meninggalkan yang lainnya. Maxim dan Jasson langsung saja bersorak riang gembira, karena rencananya berhasil.
Ariana yang melihat Arkan melangkah ke atas segera menyusul Arkan.
"Kalian tahu bujuk big baby itu ga mudah." kata Ariana dengan kesal, membuat yang lainnya terkekeh geli melihat tingkah cemburu Arkan.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.