
Ariana segera melanjutkan tujuannya dan mengambil dessert yang telah Ia sediakan di dalam kulkas, Ariana segera menyiapkan tiga piring dessert dan menghiasnya, seperti hidangan yang dijual di restoran.
Saat ini Ariana benar-benar berterima kasih kepada chef Around, karena berkat chef Around Ariana benar-benar bisa memasak seperti ini.
...
Ariana membawa dessert tersebut untuk mertuanya dan juga suaminya, Ariana meletakkan dessert tersebut di meja tempat mereka duduk. Farid dan Arkan menghentikan pembicaraan mereka, mereka segera menyantap dessert buatan Ariana.
Sedangkan Ariana menghidupkan televisi untuk menonton film kesukaannya.
"Nak kamu belajar dessert di mana?" tanya Farid penasaran, karena menurutnya dessert yang Ariana buat itu sangat enak, belum lagi tatanannya yang seperti di restoran.
"Oh kemarin Ana sempat belajar dengan teman Ana, dia itu seorang chef, hampir semua orang mengatakan dia adalah King of dessert." jelas Ariana, sembari menatap ke arah Farid kemudian kembali menatap televisi.
"Wih terkenal banget ya teman kamu nak." puji Farid tampa tau situasi saat ini yang tiba tiba memanas. " Kok panas ya? AC nya ada masalah ya?" tanya Farid yang tiba tiba merasa geras.
"Iya Pah, kok tiba tiba gerah ya?" tanya Ariana pura pura tak tahu, sementara Arkan saat ini tengah memandang ke arah Ariana dengan tajam, menahan rasa cemburu.
"Iya papah masuk kamar aja deh, soalnya panas." kata Farid segera berdiri menuju kamarnya.
Ariana segera menarik Arkan yang saat ini dengan malas mengikuti Ariana. Karna masih di penuhi dengan rasa cemburu.
"Ayo mas, ke kamar." kata Ariana sembari menarik tangan Arkan.
"Mas bisa jalan sendiri." kata Arkan ketus, sembari mendahului Ariana, Ariana hanya geleng-geleng melihat tingkah Arkan.
Sesampainya di dalam kamar, Arkan langsung saja menuju tempat tidur, dan menarik selimut hingga menutupi kepalanya. Membuat Ariana menghela nafas panjang.
"Mas... Mas ngambek ya sama Ana?" tanya Ariana sembari memeluk Arkan dari dalam luar selimut. "Mas ga pengap ya?" tanya Ariana, sembari mengelus punggung Arkan membuat Arkan tersenyum senang, di balik selimut.
"Mas... jadi masih ngambek ni?" tanya Ariana sembari menoel noel punggung Arkan yang saat ini masih berada di dalam balik selimut. Karena kesal Ariana segera menarik selimut Arkan, namun tenaga Arkann lebih besar sehingga Ariana menyerah dan lebih memilih untuk memainkan ponselnya.
Tiba-tiba ponsel Ariana berbunyi, membuat akan sedikit membuka selimutnya, Arkan dapat melihat Ariana sedikit menyunggingkan senyumnya. Arkan mengerutkan keningnya tidak suka melihat ekspresi Ariana.
"Halo chef apa kabar?" siapa Ariana kepada penelepon di ujung sana, Arkan semakin tidak suka ketika Ariana menyebutkan kata chef, karena Arkan dapat menduga itu adalah chef Around.
"Brayen ada di sana?" tanya Ariana sontak membuat akan benar-benar kesal. Kali ini akan benar-benar membuka selimutnya, Arkan segera memeluk Ariana sembari mengecup perut Ariana.
Cepat hadir ya sayang biar Mami kamu itu sadar ada Papi. Kata Arkan di dalam hatinya.
"Hai Sayang kangen Mommy nggak." siapa Ariana kepada Brayen. Membuat Arkan benar-benar cemburu, kini Arkan berusaha menarik ponsel Ariana, membuat Ariana terkekeh.
Arkan menarik ponsel Ariana kemudian melihat layar ponsel Ariana. Alangkah terkejutnya ternyata Ariana hanya menipu nya agar Arkan keluar dari selimutnya. Arkan mengerucutkan bibirnya membuat Ariana gemas dan segera mengecup bibir Arkan, sontak membuat Arkan tersenyum senang.
"Ga marah lagi kan Mas ku sayang." kata Ariana mengusap kepala Arkan dengan lembut, membuat Arkan menenggelamkan kepalanya di dada Ariana.
"Besok masakin Mas ya kita makan di kantor aja." kata Arkan mengeratkan pelukannya.
"Mas Ana mau mau ngampus Mas." kata Ariana kepada Arkan.
"Ga nanti kamu digodain atau kamu ngegodain cowok cowok." kata Arkan cemburu dengan Ariana.
"Ga akan sayang kalau Ana mau dari dulu, sayang Ana ngampus ya, besok Ana masakin, untuk makan siangnya Ana ke kantor kamu buat makan bareng." bujuk Ariana kepada Arkan yang entah kenapa akhir akhir ini posesif nya bertambah.
"Janji ya sayang mas tunggu loh kamu di sana." kata Arkan kepada Ariana.
"Iya Mas Ana janji oke Mas ku sayang." kata Ariana meyakinkan Arkan.
"Iya Mas percaya." kata Arkan akhirnya mengalah dengan Ariana. "Tapi sayang buat cucu yuk untuk Daddy dan papa." kata Arkan tiba-tiba bangun dan mencium Ariana, sehingga terjadilah yang harus terjadi.
Pagi harinya Ariana bangun pagi-pagi sekali dan segera mandi kemudian segera mempersiapkan kan sarapan pagi dan dan makan siang untuk mereka. Setelah mempersiapkan sarapan Ariana segera menaiki tangga untuk membangunkan Arkan, saat hari Ariana masuk kamar ternyata Arkan sudah bangun dan saat ini ini berada di dalam kamar mandi. Ariana segera mempersiapkan baju dan jas untuk Arkan, Arkan keluar dan tersenyum melihat istrinya sedang mempersiapkan baju untuknya.
"Sayang tumben bangun pagi banget?" tanya Arkan sembari menghampiri Ariana untuk memakai bajunya. Ariana segera mengenakan baju untuk Arkan, dan memakaikan dasi untuk suaminya. Arkan tersenyum bahagia melihat perlakuan Ariana pagi ini.
"Makasih ya sayang." kata Arkan sembari mengecup puncak kepala istrinya sehingga membuat Ariana tersenyum.
Sebelum Ariana memakaikan jas untuk Arkan tiba-tiba kepala Ariana pusing, membuat Ariana terhuyung ke belakang dengan memegang kepalanya. Arkan dengan panik segera memegang Ariana, Arkan melihat wajah Ariana yang sedikit memucat.
"Sayang kamu nggak papa kan sayang?" tanya Arkan khawatir dengan Ariana. "Kamu nggak usah kuliah aja ya sayang, Mas juga hari ini enggak ada yang penting-penting amat ke kantor." kata Arkan kepada Ariana, yang hanya di angguki Ariana karena Ariana saat ini benar-benar merasa pusing.
"Sayang kita ke rumah sakit aja deh." kata Arkan khawatir melihat Ariana.
"Iya kayaknya aneh banget deh, aku kan gak pernah gini Mas." keluh Ariana karena sebelumnya memang tidak pernah merasakan seaneh ini, Ariana akan pusing tetapi jika itu ia demam, tetapi saat ini Ariana merasa badannya tidak demam, dan baik-baik saja tetapi tiba-tiba kepalanya pusing tampa sebab.
...
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.