It'S Me

It'S Me
Episode 153



"Ingat di sana jangan centil centil, kamu itu calon istri saya." kata Arkan membuka suara, mambuat Ariana menganga tak percaya, dengan apa yang baru saja Arkan sebut.


"Om Ana ini ga centil ya om." kesal Ariana, membuat Arkan mengangkat sebelah alisnya.


"Ya terserah kamu, asal jangan dekat dekat dengan laki laki lain." kata Arkan kembali mengingatkan, sukses membuat Arian memutar bola matanya malas.


...


"Om jangan ngatur ngatur gitu dong, emang Ana siapanya Om sih." kesal Ariana karma merasa dikekang.


"Kamu itu calon istri saya." kata Arkan melirik sekilas ke arah Ariana, dan kembali lagi fokus memandang ke arah depan.


"Om... kapan Ana bilang yes sih? Indonesia Idol aja bisa yes or no." protes Ariana kesal, melihat wajah tampan Arkan.


"Kamu tidak ada pilihan, mau tidak mau kamu harus menjadi istri saya." kata Arkan santai membuat Ariana menganga tak percaya.


"Om jangan egois dong, ini namanya melanggar hak asasi manusia." kata Ariana setengah berteriak menatap Arkan penuh kesal.


Arkan tiba tiba menghentikan mobilnya, dan memandang Ariana, yang tampak waspada.


"Kita sudah sampai." kata Arkan mengingatkan.


Ariana segera turun dari mobil Arkan, namun Arkan menariknya kebih dulu, dan mengecup bibir Arian.


"Ingat kamu itu calon istri saya, jangan macam macam." kata Arkan sambil meninggalkan Arian yang saat ini tengah terbengong di mobil. "Ayo turun." kata Arkan sambil membukakan pintu mobil untuk Ariana. "Apa kurang lama kecupannya?" tanya Arkan menggoda Ariana, sontak membuat Arian segera keluar dari mobil Ariana, dan membuat Arkan terkekeh


Semua mata tertuju kepada Ariana dan Arkan. Apalagi Arkan tadi Arkan sempat membukakan Ariana pintu mobil. Baik senior maupun para dosen dikejutkan dengan sikap Arkan, yang dengan senang hati membukakan pintu mobil untuk Ariana, apalagi Arkan terkekeh sambil mengelus rambut Ariana.


"Om... jangan di berantakin rambut Ana." kesal Ariana tak sengaja berteriak. Membuat Arkan semakin tertawa dan mengacak rambut Ariana. Sedangkan Ariana semakin kesal, dan menggerbikkan bibirnya. "Om udah ya, Kita jadi tontonan." kesal Ariana meninggalkan Arkan. Baru beberapa langkah Ariana kembali lagi ke tempat Arkan.


"Om kelas Ana di mana?" tanya Ariana tersenyum manis ke arah Arkan.


"Makanya ikuti saya, jangan kemana mana. Kelas kamu jam pertama saya." kata Arkan, mendahului Ariana.


"Om kasih tau aja Ana di mana kelasnya, kan ga enak kalau masuk bareng." keluh Ariana.


"Kamu Kan anak baru Ana, sudah ikut saya ke ruangan saya." kata Arkan tak ingin di bantah.


"Kimi kin inik biri ini, sidih ikit siyi ki riingin siyi." kata Arian mencibir semakin membuat orang orang semakin melongo, karna berani terang terangan mencibir, sambil memusuhi Arkan sang dosen killer yang hobi menekan batin mahasiswanya.


Ariana tersenyum jahil melihat sorot mata dari para wanita, yang sepertinya pemuja Arkan, yang menatapnya iri.


"Om bawain tas Ana bentar, tali sepatu Ana kendot ni." kata Ariana menyodorkan tasnya ke arah Arkan.


"Kan sudah saya bilang jangan pakai sepatu tali." kata Arkan menyambut tas Ariana. "Kamu itu kalau di bilangin ngeyel ya." kata Arkan jengah melihat sikap Ariana.


"Makanya Om Arkan, jangan kecepetan datangnya." jawab Ariana, yang semakin puas karna berhasil membuat para wanita pencinta Arkan cemburu.


Seorang laki laki memperhatikan gerak gerik Ariana, sambil tersenyum, dari mulai turun Mobil, sampai memasuki ruangan Arkan.


"Ini ruangan Om ya? Wah luas banget untuk seorang dosen." kata Ariana memuji ruangan Arkan yang tampak rapi dan luas.


Arkan tak menanggapi pertanyaan Ariana, namun hanya menyusun berkas untuk perkuliahan.


"Ayo sudah masuk." kata Arkan kepada Ariana, sambil mengetuk kepala Ariana dengan kertas. Ariana hanya memutar bola matanya dengan malas.


Sesampainya di kelas Arkan dan Ariana segera masuk.


"Ini adalah anak baru di kelas kalian, Kamu perkenalkan mama kamu." kata Arkan sambil menunjuk Ariana.


"Hallo semua, nama saya Ariana kalian bisa memanggil Saya Ana." kata Ariana tersenyum manis, membuat para laki laki mengagumi kecantikan Ariana.


"Ariana silahkan duduk di tempat kosong." kata Arkan dingin.


Ariana segera duduk di bangku pojok Kiri, karna hanya itu yang tersisa.


"Hai Ana Aku Bima." kata seorang laki laki yang duduk tepat di sebelahnya.


"Ana... Kamu teman pertama aku loh di kampus." kata Ariana tersenyum senang, karna mendapatkan teman kampus yang tampan.


Ahai dapat cogan Inces, susah kalau cantik dikelilingi cogan. Kata Ariana dalam hati.


Karna Asyik berbincang dengan Bima, Ariana tidak memperhatikan pelajaran yang diberikan Arkan, membuat Arkan berdecak kesal, karna Ariana tidak memperhatikan pelajaran, yang Arkan berikan. Ariana juga tidak mendengarkan peringatan Arkan untuk tidak dekat dekat dengan laki laki lain.


"Kalian berdua yang di pojok kiri, silahkan jelaskan maksud dari pergerakan dari saham ini." kata Arkan kesal. Kekesalan Arkan bukan karna Arian tidak mendengarkan ceramahnya, namun karna Ariana tidak mendengarkan kata katanya untuk tidak dekat dengan laki laki manapun.


Ariana dan Bimo terdiam, bukan karna tak mengerti tentang saham, namun Ariana tidak enak, karna baru pertama kali masuk, malah membuat suatu masalah.


"Ma*mp"us Gunung krakatau meledak." Guaman Ariana hampir membuat Bimo yang di sebelahnya tertawa.


"Kalian berdua..." Kesal Arkan, melihat ke arah Ariana dan Bimo.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, meramaikan, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.