It'S Me

It'S Me
Episode 173



"Sayang apa apaan ini? Ini lebih mirip asrama putra sayang." kata Arkan sedikit terkejut dengan isi ponsel Ariana, yang di penuhi oleh pesan laki laki. "Ponsel kamu Mas tahan, nanti mas mau nanya lagi ke kamu." kata Arkan segera keluar dari mobil, di susul oelha Ariana.


Ariana hanya menunduk patuh, dan menggerutuki kebodohannya, untung saja seluruh isi Chatnya dengan Ali sudah Ariana hapus. Jika tidak maka, Ariana akan dalam keadaan bahaya besar. Ariana sangat tahu kalau sekarang Arkan dalam keadaan kesal, dan cemburu terhadap para laki laki yang selalu mengirimi pesan untuk Ariana.


...


Ariana segera memasuki kelasnya, dengan wajah yang di tekuk, sambil berjalan tampa semangat, ke arah mejanya. Membuat Bima yang duduk di bangku sebelah penasaran, tentang keadaan Ariana.


"An lo ga papa kan?" tanya Bima melihat Ariana dengan penasaran bercpur khawatir. "Lo sakit? ke uks aja gih, nanti gue izinin." kata Bima, hanya di angguki oleh Ariana.


Ariana tak pernah menyangka Arkan akan menarik ponselnya, hingga seluruh isi pesan dari para laki laki penggemarnya, ketahuan oleh Arkan.


Ariana terus menggerutuki kebodohannya, karna lupa untuk menghapus beberapa pesan, yang tak seharusnya di simpannya. Terlebih lagi selama ini Ariana tidak memiliki teman perempuan. Profesianya sebagai seorang Angakatan militer, serta Ariana yang selalu menjalankan Home schooling, membuatnya semakin tidak punya teman perempuan.


"Yaudah gue beliin makan, sama minum dulu ya." kata Bima berdiri menuju kantin. Ariana kembali hanya mengangguk, sambil merebahkan kepalanya di meja.


Seorang wanita yang berpenampilan sedikit mencolok mendekati Ariana. Kemudian duduk di atas meja Ariana, sambil mengetuk ngetuk meja Ariana. Hingga membuat Ariana mendongakkan kepanya, Kening Ariana mengkerut melihat tingkah wanita itu, yang terlihat mencari masalah dengannya.


"Apa?" tanya Ariana tak suka dengan tingkah wanita tersebut.


Wanita tersebut hanya tersenyum memandang Ariana dengan rendah, seketika seluruh teman temannya mendekat. Mereka semua kompak mengambil tas Ariana, sambil membuka seluruh isi tas Ariana.


Ariana hanya hanya melihat dengan malas tasnya di hambur hamburkan, Ariana malas berdebat memilih untuk diam, dan membiarkan hal tersebut.


"Jadi cewek itu jangan sok cantik ya, ingat disini kamu bukan siapa siapa, jangan cuman ngandalin muka." kata salah satu anak buah wanita itu.


"Jangan jangan jal*ang lebih baik dari kamu." kata pimpinan mereka yang duduk di meja Ariana, hingga menimbulkan tawa.


"Kenapa diam? Benar kan semua? Kamu itu cuman jal*ang kan?" sahut salah satu anggota geng tersebut.


Geng tersebut sepertinya berjumlah empat orang, isinya para wanita yang sok cantik, dan satu laki laki yang sepertinya ngondek. membuat Ariana hanya mengangkat alis sebelah kirinya, dengan malas dan merendahkan mereka.


"Kayaknya dia engga ngerti deh maksud kita, atau dia memang dun*gu." kata lelaki yang memiliki gaya seperti para wanita tersebut, dengan gaya bicara ngondek. Membuat Ariana mengulum senyum ingin tertawa.


"Eh jal*ang kamu tahu ga Rini ini siapa?" tanya seorang wanita yang cukup cantik di antara mereka, namun sayang malah menjadi salah satu antek antek wanita, yang tengah duduk di atas meja Ariana. Ariana hanya bergidik malas menjawab pertanyaan wanita tersebut.


"Eh Aneh, kampungan dengar ya, Aku ini seorang model, yang sudah menjalani kontrak di salah satu manajemen yang di pimpin oleh perusahaan Hanvei." kata wanita itu menyombongkan diri, membuat Ariana tertawa keras, menertawai kebodohan para wanita dan waria yang ada di depannya.


"Udah selesai bicara kalian? Bukan gue yang kampungan, cuman kamu nya aja yang memiliki nama yang ga besar, karna aku taunya model international, dan satu lagi kalau gue kampungan terus lu apa? besar dan hidup di dalam negri aja sombong." kata Ariana sambil mencomot dompetnya, kemudian membuka isi dompetnya.


"Lain kali kalau mau mencari masalah dengan orang, sebaiknya cari tau dulu siapa orang itu, jangan sampai seperti ini." kata Ariana sambil tertawa mengeluarkan isi dompetnya. "Ada anak kampung, yang memiliki black kard lebih dari satu? Ada anak kampung, yang mampu menghasilkan lebih dari ratusan juta di setiap ushaanya? Jika ada, lalu apa kalian, yang hanya mampu berlindung di ketiak orang tua, minta jajan sama orang tua, tampa mampu menghasilkan." kata Ariana telak membuat mereka semua terdiam.


Mereka tak menyangka, kalau Ariana akan membalas semua kata kata mereka. Karna sejak tadi, Ariana hanya melihat mereka tampa berbicara apa pun, dan melakukan apapun.


"Jangan jangan bukan Gue yang kampung, tapi level kalian yang terlalu rendah untuk gue, dan lo jangan hanya jadi seorang model rendah sudah sombong, bahkan model international saja tak akan berani dengan ku." kata Ariana sembari terkekeh merendahkan Rini.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, e, kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.


Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.