It'S Me

It'S Me
Episode 204



"Sini sayang, Mas tiup dulum" kata Arkan, khawatir dengan Ariana. "Kita balik aja duluan gimana?" tawar Arkan, tak tega melihat kening istrinya yang membiru, akibat benturan yang sangat keras. Ariana hanya mengangguk, karna sudah merasakan sakit, di dahinya.


Akhirnya Ariana dan Arkan kembali terlebih dahulu, ke hotel untuk mengobati, kening Ariana, yang kini membiru, sekaligus sedikit membengkak. Sementara Arkan, terus melindungi kening Ariana dari benturan kembali, maupun dari pandangan orang orang, karna mungkin Ariana akan sangat malu dengan hal tersebut.


...


Arkan meminta pelayan hotel untuk mengantarkan obat, kompres dan juga obat merah. Arkan mendudukkan Ariana di sofa kamar mereka, kemudian memesan makan siang untuk mereka. Tak lama kemudian pelayan hotel datang, mengantarkan obat, kompres dan juga obat merah untuk Ariana. Arkan segera menutup pintu, setelah membayar obat tersebut, dan berterima kasih kepada pelayan hotel tersebut.


Arkan dengan sangat hati-hati, membersihkan bekas benturan di kepala Ariana. setelah Arkan membersihkannya, Arkan segera cara mengompres bagian yang bengkak, dan memberikan obat merah, di bagian kepala yang yang terdapat sedikit luka. Ariana meringis ketika obat merah, dan kompres itu mengenai kepalanya.


Setelah mengobati kepala Ariana, Arkan segera duduk disamping Ariana, sambil mengecup kepala Ariana. Arkan terlihat sangat khawatir dengan kondisi Ariana.


"Sayang masih sakit ya?" tanya Arkan sembari melihat kening Ariana yang sudah dia obati. Arkan sedikit meniup-niup kepala Ariana, agar sakitnya sedikit berkurang. Tak lama kemudian pintu kamar mereka, kembali terdengar suara ketukan. Ternyata itu adalah seorang pelayan yang mengantarkan makan siang, untuk Ariana dan Arkan.


Arkan segera mendudukkan diri di samping Ariana, sembari membawa makanan tersebut, dan menyuapkan nya kepada Ariana.


"Mas Ana makan sendiri aja, kan yang sakit kepala Anna bukan tangan Ana." protes Ariana, karena Ariana merasa diperlakukan seperti anak kecil.


"Beneran nih nggak papa?" tanya Arkan sembari melihat Ariana. Ariana tersenyum melihat tatapan khawatir dari suaminya, Arkan.


"Ga papa Mas, Mas pasti sudah lapar juga kan? Terus mas tadi nggak keluar banyak apa tenaganya gedong Ana." kata Ariana sembari memperlihatkan senyum manisnya. Membuat Arkan mengangguk, kemudian memakan makanannya sendiri. disusul dengan Ariana yang juga memakan makanannya sendiri.


setelah mereka selesai makan, Arkan segera membereskan makanan mereka. Arkan tersenyum melihat Ariana, ketika Ariana sedang menonton acara TV. Arkan segera duduk di samping Ariana, sembari memeluk Ariana. Sebenarnya ada sedikit rasa bersalah Arkan terhadap Ariana, seandainya saja Arkan tidak mengajaknya ber*ciu*man, di dalam kereta tadi mungkin saja mereka sekarang, masih bergabung dengan yang lainnya untuk liburan.


"Sudah sudahlah mas lagian ini sudah terjadi, mungkin ini biar kita lebih banyak waktu untuk berdua." kekeh Ariana, membuat Arkan mengacak rambut Ariana dengan pelan.


"Sini sayang." kata Arkan menepuk pahannya, meminta Ariana untuk duduk di pangkuannya. Ariana segera mengikuti permintaan suaminya, dan mendudukkan dirinya di pangkuan Arkan. Arkan membalikkan tubuh Ariana agar berhadapan dengannya, Arkan tersenyum senang ketika melihat wajah istrinya nya, Arkan segera mengecup pipi Ariana, sambil mengusap punggung Ariana dengan lembut.


"Sayang mas dengar kita itu adalah pasangan abadi." kata akan membuat Ariana terkekeh lucu. Sebenarnya Ariana sedikit bingung, dari mana Arkan mendengarkan kata-kata tersebut. Arkan yang seakan mengerti maksud dari tatapan bingung Ariana, segera menjelaskannya.


"Mas tadi pagi dengar dari para penjaga, awalnya Mas juga bingung, tapi tadi setelah Mas lihat lukisan lama itu, Mas jadi yakin." kata Arkan sembari pengecut bibir Ariana.


"Mas mau di antara kita hanya ada aku dan kamu, tidak ada dia." kata Arkan membuat Ariana sedikit terkekeh, entah kenapa ketika akan mengucapkan hal itu, membuat Ariana sedikit merasa lucu.


"Yang ada Mas tuh yang harus di bilangin gitu, Mas kan punya banyak penggemar di kampus, mana CEO tampan, dosen tampan, pasti punya banyak penggemar." kata Ariana membuat Arkan terkekeh, karena merasa Ariana sedikit cemburu kepadanya.


Arkan segera menarik tengkuk Ariana, kemudian men*cium lalu me*lu*mat bibir Ariana. Ariana sedikit terkejut dengan tindakan Arkan yang tiba-tiba.


"Soalnya tadi enggak jadi sih, jadi Mas nagihnya sekarang Sayang." kata Arkan terkekeh, melihat ekspresi terkejut Ariana. Arkan kemudian segera mendekatkan lagi, bibirnya ke arah bibir Ariana, agar kembali me*nya*tu Arkan segera menutup matanya, begitu pun dengan Ariana. Kemudian Arkan me*lu*mat bibir Ariana, dengan sangat lembut hingga membuat Ariana terbuai dan membalas ciu*man tersebut. Setelah beberapa menit, akhirnya mereka kehabisan nafas dan melepaskan pa*ngu*tan mereka. Arkan segera menempelkan keningnya, dipundak Ariana sembari mengatur nafasnya.


...


Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.