
Kembali lagi ke tempat Arian, Arian turun ke meja makan, dan mendapati koran tentang dirinya, yang baru saja menyelamatkan sandra hanya tersenyum, kemudian meminta para asisten rumah tangga untuk menyiapkan makanan untuk nya. Setelah makan, terdengar suara emas Maxim membahana di ruang keluarga. Ariana segera beranjak, dan melangkahkan kaki menuju ruang keluarga, sambil membawa koran yang baru saja di bacanya.
"Kalin sudah datang?" tanya Ariana memandang Maxim, yang sudah melangkahkan kaki ke arah dapur, untuk mengambil cemilan. Sementara Bima dan Aldi hanya duduk melihat sekeliling.
...
"Ga tinggal di rumah Pak Arkan lagi An?" tanya Aldi membuka pembicaraan.
"Ga Daddy udah pulang kemarin." kata Ariana sambil membuka konsol game nya.
"An lo ada buat dessert ga?" tanya Maxim santai, dengan membawa beberapa cemilan.
"Ga, kemarin gue sibuk." kata Ariana santai.
"Lo kenapa ga masuk hari ini?" tanya Bima sambil memainkan konsol game.
Ariana tak menjawab hanya melemparkan koran, yang menampakkan beberapa perajurit militer, dan dirinya yang menggunakan pakaian pasien, saat menyamar menjadi pasien. Secara serentak mereka mengalihkan pandangan mereka ke arah koran, Maxim membacanya dengan suara yang besar, hingga mereka semua dapat membacanya.
"Lo ke sini kemarin?" tanya Aldi masih merasa tak percaya. Ariana hanya mengangguk dan menunjuk dirinya, saat tengah menyamar menjadi pasien.
"Ha ini beneran lo?" tanya Bima melototkan matanya.
"Mata lo biasa aja dong." kata Ariana, santai sambil memakan cemilannya, yang baru saja di ambil oleh Maxim.
"Wih temen gue hebat dong." kata Bima memuji Ariana. "Bisa dong gue latihan ama lu." lanjut Bima sambil tersenyum penuh harap.
"Hm... tiap minggu aja ke sini, kalau gue ada." kata Ariana, memberikan penawaran.
"Ai ai guru." kata Aldi penuh semangat.
"Eh bentar lagi kami mau ke China kalian mau ikut ga?" tanya Ariana dengan Bima dan Aldi.
"Oyo, koloon okot ojo." kata Maxim, dengan mulut masih di penuhi makanan, membuat mereka semua memandang ke arah Maxim.
Dengan kesal Ariana memukul lengan Maxim, karna bicara Maxim yang tidak jelas.
"Telah dulu Suaeb." kata Ariana menggelengkan kepalanya. "Lo lapar apa doyan?" tanya Ariana, jengah dengan sikap Maxim.
"Yeyeyeyyeyeye... ga asyik lo." protes Ariana, mencibir Maxim sambil menatapnya dengan sinis. Merasakan aura permusuhan antara Ariana dan Maxim, membuat Bima mencari solusi agar mereka tidak bertengkar lagi.
"Udah udah kita main game aja yuk." kata Bima mengeluarkan kartu remi, untuk bermain kartu bersama mereka. "Yang kalah ada hukumanannya." lanjut Bima sambil menatap mereka semua. Membuat senyum tipis tergambar di bibir mereka. Ariana yang memang sudah dendam denagan Maxim, karna setiap kali bermain, Ariana selalu kalah oleh Maxim.
"Setuju kata mereka serempak." kemudian Ariana mengambil kotak makeUp nya, yang sangat lengkap.
"Ini permainannya semacam permainan true or dear. Yang kalah harus memilih salah satunya." jelas Bima, membuat mereka mengangguk secara serentak. Kali ini Ariana bertelat untuk menang dari Maxim, membuat Ariana bersemangat. "Oke setiap perputaran permainan, kita harus mencari penenang, selanjutnya, kita akan mencari yang kalah." lanjut Bima melihat mereka satu persatu.
"Siapa takut." kata Ariana.
Ariana awalanya menganggap Maxim menjadi lawan besarnya, kini harus mengakui kehebatan Bima dalam hal bermain kartu. Bima keluar menjadi pemenang pertama, kini Bima secara otomatis akan terbebas dari hukuman. Ariana harus mengakui kekalahan dari Aldi dan Maxim.
"Nah sekarang lo mau pilih tantangan atau kejujuran." tanya Bima sembari live di Instagram, merekam keseruan mereka. Ariana tampak berfikir keras, untuk memilih salah satu, di antara pilihan tersebut. Ariana tampak bingung dan sedikit gelisah dengan pilihannya.
"Aku pilih tantangan." kata Ariana mantap, seolah sedang memilih sesuatu yang sangat besar, yang akan menentukan masa depannya.
"Ok... tantangan untuk Ana pakai eyeliner dengan rapi." kata Maxim membuat Bima dan Aldi berdecak kesal. Sementara Ariana menganga kesal, karna jujur saja Ariana tidak bisa memakai eyeliner.
"Tak ada yang lain?" tanya Ariana memelas, membuat Bima dan Aldi semakin bingung.
"Tidak, itu bukannya pilihanmu tantangan ya, jadi tinggal jalankan saja ?" tanya Maxim menyeringai.
"Iya, eyeliner Kan mudah untuk cewe An." kata Aldi mengerutkan keningnya.
"Itu untuk cewek normal, nah dia cewek yang sedikit melenceng." kata Maxim terkekeh melihat ekspresi Ariana. Dengan terpaksa Ariana mengambil eyeliner dan cerminnya, Ariana menelan ludahnya kasar, ketika melihat eyeliner yang akan di aplikasikan di matanya. Ariana dengan hati hati mengaplikasikan eyeliner tersebut, dan tampa sengaja mengenai matanya.
"Aaaaaaa..." teriak Ariana ketika eyeliner mengenai matanya, Ariana berlari ke kamar mandi, dengan mata tertutup, hingga tampa sengaja membentur tembok, membuat yang lain tertawa keras, hingga kamera yang di genggam Bima tergoyang, karna tangan Bima bergoyang.
...
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, Author di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.
Maaf teman teman jaringanku error ini aku harus bersabar, dan bersabar bisa upload.