It'S Me

It'S Me
Episode 214



"Lalu apa yang akan kita perbuat selanjutnya?" tanya Arkan sedikit menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, baru saja ia merasakan bahagia namun tiba-tiba ia kembali harus waspada karena kehadiran Ririn.


"Untuk sementara kita lihat saja pergerakannya, kita awasi saja dari jauh, Jika ada sesuatu yang berbahaya maka kita harus bertindak." kata Gilang membuat Arkan mengangguk mengerti maksud dari keponakannya tersebut.


...


Seminggu setelah Ariana hamil, Arkan selalu bekerja di rumahnya tapi ingin meninggalkan Ariana di rumah. Bukan hanya itu akan menghindari pertemuannya bersama Ririn, karena Ririn hampir setiap hari datang ke kantor Arkan hanya untuk mencari Arkan dengan berbagai alasan.


"Mas istirahat hari ini kamu seharian lho ngerjain semua berkas-berkas itu." kata Ariana menghampiri akan yang tengah mengerjakan berkas-berkasnya.


"Ga Papa sayang, di tinggal dikit lagi kok, nanti tinggal di koloni kamu itu capeknya hilang kok sayangnya." kata Arkan sembari menghentikan sebentar aktivitasnya dan memandang Ariana.


"Iya Mas Tapi jangan kecapean ya." kata Ariana sembari menangkup pipi Arkan.


"Iya sayang Mas jangan khawatir ya." kata Arkan mengusap perut Ariana yang masih rata. "Cepat besar ya anak papi jangan nyusahin mommy." lanjut Arkan sembari mengecup perut Ariana.


"Sayang temani Mas ya nanti sebentar lagi kok." pinta Arkan kepada Ariana, sembari memeluk pinggang Ariana dengan manja.


"Iya Mas, ni Ana temenin." kata Ariana mengusap kepala suaminya, membuat Arkan tersenyum senang.


Arkan segera menyelesaikan berkas berkasnya secepat yang Ia bisa, rasanya Ia Tak sabar lagi untuk bermanja manja dengan Ariana. Semenjak istrinya ini hamil rasanya Arkan tambah suka untuk bermanja manja, dengan istrinya ini.


Setelah Arkan menyelesaikan semua berkas-berkasnya Ariana segera membantu Arkan untuk membereskan. Arkan segera keluar dari ruang kerjanya menuju kamar mereka.


"Mas gawat..." kata Ariana tiba-tiba menghentikan langkah suaminya, Arkan segera memandang Ariana dengan pandangan bingung.


"Kenapa sayang?" tanya Arkan heran.


"Ana mau makan sate kacang, soto malang dan ice cream." kata Ariana membuat Arkan menepuk jidatnya. Arkan terkekeh geli melihat sikap Ariana. Parker memang harus maklum dengan perubahan istrinya nya yang lebih banyak makan dari hari biasanya.


"Iya nanti Mas pesanin." kata Arkan menuntun Ariana menuju kamarnya.


"Tapi Mas kalau Ana gendut gimana? Mas masih mau ga sama Ana?" tanya Ariana tiba tiba kepada suaminya sembari cemberut.


"Ya bagus dong Sayang kalau kamu gendut itu artinya bayi kamu sehat." kata Arkan menjelaskan sembari mencubit pipi istrinya. Ariana semenjak hamil memang sedikit inspektur dengan dirinya sendiri, membuat Arkan semakin gemas dengan tingkah Ariana.


"Mas di mana nih Ana kan cita citanya kurus tapi hobi makan, nanti kamu nggak akan berpaling kan Mas." tanya Ariana meyakinkan dirinya sendiri, akhir-akhir ini Ariana suka sekali menonton drama Korea maupun novel, membuat Ariana insert your sendiri takut suaminya seperti yang ada di novel tersebut.


"Eggak sayang mau kamu gendut ya kamu kurus tetap sayang sama kamu, Karena Mas kan sukanya bermanja dengan kamu sayang." kata akan menuntun Ariana menuju tempat tidur.


"Benar loh Mas Ana takut yang kayak di novel-novel itu." jujur Ariana membuat Arkan terkekeh mendengar penuturan istrinya.


"Sayang besok-besok kamu nggak usah baca novel lagi ya." kata Arkan mengecup puncak kepala Ariana.


Ariana segera menyantap makanan tersebut dengan lahap sekali-kali menyuapi Arkan yang ada di sampingnya. Arkan tersenyum senang melihat betapa lahannya istrinya memakan makanan tersebut.


Setelah makanannya habis, Ariana dan Arfan segera menaiki tangga menuju kamarnya. Arkan mengecup pipi istrinya dengan gemas karena pipi istrinya kini semakin tembem dan membuat Arkan semakin gemas.


"Mommy... Dadi mau di peluk selamat malam dong." Kata Arkan dengan manjanya, membuat Ariana tersenyum senang melihat tingkah manja Arkan.


Ariana memang suka sekali memanjakan suami nya, menurut Ariana sikap menjajarkan membuat Arkan tampak menggemaskan. Arkan dengan tingkah itu. Arkan segera menelusupkan kepalanya di curuk leher Ariana, membuat Ariana terkikik geli.


"Mas sayang, geli tau Mas." kata Ariana mengusap rambut suaminya. Tapi Arkan tak memperdulikan nya, justru semakin mempererat pelukannya. "Aduh big baby nya Mommy semakin manja." kekeh Ariana.


"Sayang nanti kalau baby nya sudah lahiran, sayang tetap harus gini ya sama Mas." pinta Arkan membuat Ariana terkekeh geli.


"Tapi katanya dulu ga akan manja lagi, kalau ada baby nya." kata Ariana mengingatkan suaminya, tentang janji masalalu Arkan, membuat Arkan berdecak kesal.


"Sayang... Mas pokoknya maunya seperti ini." kesal Arkan mengeratkan pelukannya.


"Dulu aja ngomongnya, saya ga akan mau sama kamu, eh tau taunya lengket gini, kaya perangko." kekeh Ariana mengingat masa lalu mereka.


"Itu kan dulu sayang..." keluh Arkan membuat Ariana semakin terkekeh.


"Makanya jangan ngomong sembarangan." kata Ariana mengusap kepala suaminya. "Mas karyawan sama mahasiswa kamu kalau tahu CEO sekaligus Dosen yang terkenal dingin, angkuh, dan judes ini ternyata seperti ini jika di rumah gimana ya." kata Ariana tiba tiba membayangkan wajah terkejut, dan tak percaya orang orang.


"Jangan di pikirin sayang, lagian Mas kan cuman manjanya sama kamu." kata Arkan mendongakkan kepalanya.


"Mas perasaan dulu Ana deh yang sering manja manja sama kamu Mas, sekarang beda ya terbalik semenjak Kita nikah." Ariana membuat agar gemas dan dagu Ariana.


"Ternyata manja manja dengan kamu itu enak sayang, jadi biarin Mas manja manja dengan kamu ya." kata Arkan yang kini mensejajarkan wajah mereka.


"Jadi Ana nya manja manja sama siapa dong." goda Ariana sontak membuat Arkan mengerutkan keningnya.


"Ya sama mas lah kamu cuman boleh manja manja nya sama Mas." kata Arkan menatap lekat mata Ariana. "Nah gini aja kalau mas udah selesai manja manja nya, baru kamu yang manja manja sama mas." kata Arkan memberi solusi yang sontak membuat Ariana terkekeh geli.


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka genre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanya banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kasanah di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemi covid 19 ini. Ingat pesan ibu.