
Sementara Rian memilih untuk ke samping Ariana, tak peduli pelototan dari suami Ariana, yang matanya hampir copot. "Tuh mulut lemesnya buat gue geli, omongan dia kayak Junaidi pakai baju Jubaedah di lampu merah," terangnya semakin membuat Arkan bingung. Sementara Chandra semakin terkekeh di buatnya.
...----------------...
"Auh babang Rian bawa dedek ke pelaminan," kembali Rian menggoda Chandra, semakin membuat Chandra merinding disko.
"Babang babang, dasar Bambang lo idih amit amit cabang jenglot," kesal Chandra sembari memeluk tubuhnya seolah melindungi dirinya sendiri.
"An... hati hati laki lo, nanti di goda Rian gi*la, gue mungkin masih kuat. Tapi suami lo, ga yakin gue kalau dia ga muntaber."
Ariana semakin terkekeh geli mendengarkan pertengkaran kedua temannya, yang ia percaya untuk mengawasi Hanvei entertainment, dan Hanvei modeling.
Mereka memang memiliki pengalaman di bidang entertainment, mengingat mereka adalah model internasional, yang sering wara wiri di tv untuk syuting prodak iklan. Dan sering muncul di tabloid majalah, produk wajah pria dan pakaian pria.
Arkan memang sedikit iri dengan wajah para pemuda yang ada di sampingnya, mereka memilika wajah yang tampan, dan berkarisma. Mampu memikat hati para wanita yang melihatnya.
"Ses Rian kasian Chandra nya, jangan di godain terus nanti tergoda," kekeh Ariana.
"Tergoda apaan?" pancing Rian.
"Jenglot..." kekeh Ariana, membuat Rian terkekeh geli.
Sementara Chandra semakin melotot mendengarkan hal itu.
Arkan membuka pintu untuk Ariana dan dirinya. Saat melihat pintu terbuka Chandra segera masuk, namun nasib naas menimpanya, belum lagi ia melangkah masuk, pintunya sudah tertutup terlebih dahulu, sehingga membuat kepala Chandra terbentur pintu.
Ariana dan Arkan terkejut, mereka berbalik arah melihat ke arah pintu, yang telah tertutup rapat.
Sementara Arkan segera membuka pintu kembali, dan melihat seorang pria tengah tersungkur di samping pintu.
"Aduh..." keluh Chandra sembari memegang keningnya.
Rian jangan di tanya lagi, ia tengah memegang perutnya, yang keram akibat tertawa sejak tadi. Sementara Ariana ikut terkekeh melihat keadaan Chandra, bukannya prihatin tapi malah ikut terkekeh.
Arkan yang merasa bersalah, segera memanggil seseorang untuk di bawakan kompres. Ariana membiarkan suaminya menolong Chandra, dia dan Rian memenuhi tugasnya dalam hal menertawakan, penderitaan temannya.
"Terimakasih, kalau tak ada kau mungkin aku masih di depan pintu, kedua teman laknat itu malah menertawakan ku," seru Chandra berterimakasih sembari curhat kepada Arkan.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Nih masih ada lagi yaitu terjebak cinta kolak, dengan menceritakan cinta anak SMA yang mengejar pendidikan, dan juga kerja keras. Bagaiman kisah selanjutnya? Yuk baca di Tersandung cinta kolak, novel chat story ku.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalahan di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.