
Akhirnya Ariana memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Arkan tersenyum melihat Ariana makan dengan lahap, Arkan menyeka sudut bibir Ariana yang berantakan akibat saus. Ariana berhenti sejenak, kemudian tersenyum ke arah Arkan.
"Lanjutin lagi makannya gih," kata Arkan mengusap pipi Ariana.
...----------------...
Hari sudah menjelang sore Arkan sudah bersiap untuk pulang ke rumah, namun Ariana tampak masih berkutat dengan berkas berkas, serta penyusunan jadwal untuk suaminya besok.
Arkan menghampiri Ariana yang masih fokus dengan berkas berkasnya. Arkan tersenyum ketika melihat istrinya yang tengah bekerja keras. Arkan tahu betul di luaran sana banyak yang mengatakan, Ariana hanya memanfaatkan jabatan suaminya untuk menjadi sekretaris, dan sengaja menempel kepada Arkan, agar Ariana dapat mengawasi Arkan setiap saat.
Namun sebaliknya, Ariana adalah wanita pekerja keras. Ia tak pernah memanfaatkan suaminya untuk memudahkan pekerjaannya. Seperti saat ini Ariana tampak begitu serius dengan berkas berkas. Sehingga melupakan waktu.
"Sayang udah sore loh..." seru Arkan, sembari menghentikan pekerjaan istrinya.
"Ini dikit lagi, tinggal ngatur jadwal kamu aja," kata Ariana tampa memandang suaminya. Ariana kembali berkutat dengan pekerjaannya.
Arkan mendengarkan hal itu, kembali duduk kembali di kursi kebesarannya, sembari memandang ke arah Ariana. Arkan tampak tersenyum memandang wajah istrinya yang begitu serius.
Setelah lima belas menit, Ariana menyelesaikan pekerjaannya. Ariana kemudian memandang ke arah Arkan, yang tampak bersandar di kursi kebesarannya. Ariana dapat melihat mata suaminya terpejam, mungkin karena kelelahan atau bosan menunggu.
Ariana segera berjalan di dekat suaminya, sembari tersenyum. Ariana sengaja berjalan pelan, agar tak mengganggu tidur suaminya. Setelah Ariana sampai di samping suaminya, Ariana segera memijit pelan pundak suaminya yang masih terpejam.
Sat merasakan sebuah tangan halus memijitnya dengan lembut, tetapi mampu membuatnya rileks. Arkan segera memandang ke arah Ariana, Arkan tersenyum segera memutar kursinya ke arah Ariana. Arkan segera memeluk Ariana, sembari mengecup bibir Ariana.
"Sayang beneran sudah bisa kan?" tanya Arkan sembari tangan kanan mengusap kepala Ariana, dan tangan kiri tetap memeluk pinggang Ariana.
"Ih, pikiran mas ya tambah hari tambah mesum aja," Ariana mendongak memandang suaminya.
Arkan segera mengecup bibir Ariana ketika Ariana mendongak ke arahnya. Awalnya hanya kecupan, tapi lama lama kecupan itu berubah menjadi lu*ma*tan.
"Ayo pulang udah sesak nih," kata Arkan sembari menekan pantat Ariana ke arah adik kecilnya.
...----------------...
Hi terimakasih telah membaca novel ini, jangan lupa like, Comment, dan beri tanda suka.
Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.
Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.
Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.