It'S Me

It'S Me
Perjalanan waktu Vekran dan Melly



"Kak, awas..." teriak Melly, membuat Vekran segera memutar kemudi mobilnya.


Namun karena kecepatan truk yang terlalu kencang, membuat Vekran tak dapat menghindari tabrakan.


Vekran Melly segera dibawa ke rumah sakit terdekat, untuk melakukan perawatan secepatnya.


Orang tua dari Melly dan Vekran segera menyusul ke Bandung.


Sementara di tempat lain, sebuah seluruh anggota keluarga tengah menangis, di depan jasad seorang lelaki. Lelaki itu mengenakan sebuah jubah perang, Ya lelaki itu baru saja pulang dari medan perang. Lelaki itu memang berhasil merebut kemenangan, namun lelaki itu mengalami pendarahan yang cukup banyak. Sehingga nyawanya tak dapat di selamat kan.


Sementara sang ibu telah pingsan ketika melihat jasad anaknya, dibawa oleh beberapa prajurit.


"Kakak William mohon bangun lah," kata seorang laki laki mengaku bernama William. "Kakak kau bilang akan selalu menemaniku."


Setelah teriakan dari William, perlahan lahan tangan laki laki yang dipanggil kakak oleh William bergerak. William menghentikan tangisnya, kemudian melihat ke arah kakaknya.


"Ayah handa tangan kakak bergerak, lihat lah," seru William sembari menunjuk tangan kakaknya yang bergerak.


"Apa? Cepat panggil tabib," Teriak lelaki yang berusia sekitar lima puluh tahunan tersebut. "Angkat Vekran segera ke kediamannya."


Semua orang heboh dengan kejadian tersebut, kemudian membawa Vekran segera ke kediamannya.


Beberapa prajurit segera membawa background ke kediamannya, sementara Raja Erick Fredrik mengikuti pangeran pertama atau Vekran ke dalam kediamannya.


Tak lama kemudian tabib datang, dengan membawa beberapa peralatan untuk memeriksa Pangeran Vekran.


"Ini sebuah keajaiban, denyut nadi yang mulia mulai normal kembali, namun tetap butuh perawatan," seru tabib tersebut sembari berdecak kagum dengan apa yang baru saja terjadi. "Yang mulia raja, doa kita terkabulkan."


"Ya Tuhan terimakasih," kata raja Eric Frederik.


"Ayah, akan ku beritahu kepada ibunda, ibunda pasti senang," kata William segera meninggalkan ruangan tersebut, dan segera menyusul ibundanya yang telah pingsan sejak tadi.


William memasuki kamar ibundanya, gimana ibundanya tengah berbaring lemah di tempat tidurnya. William segera menghampiri ibunya, dengan wajah yang sangat bahagia.


"Ibu bangun, Kakak masih hidup," seru William sembari menggoncangkan badan ibunya.


Sang ibu yang terganggu, segera membuka matanya. "Benarkah William?" tanya ibu tersebut.


"Iya ibu, untuk apa aku berbohong," seru William dengan wajah berseri. "Ayo ibu, kita ke kediaman kakak."


Mendengar hal itu, hati sang ibu benar benar bahagia. Bagaimana tidak anaknya yang dinyatakan sudah meninggal, tiba tiba diberitahukan telah hidup kembali.


Raja Erik Fredrik melihat kedatangan sang istri segera menyingkir. Raja fredrich tahu betul bahwa ratunya sangat bahagia saat ini. Ratu Bilqis segera mendekati Vekran Fredrik, dan mengelus wajah Vekran.


"Anak ku, ayah, ibu dan adikmu sangat bahagia saat ini, segeralah bangun," ucap ratu Bilqis.


"Iya kakak, kakak harus menepati janji kakak untuk latihan bersama ku, setelah pulang perang kemarin," ucap William dengan sendu.


Raja Erik Fredrik melihat hal tersebut, menjadi sangat sedih. Raja Erik Fredrik merasa bersalah dengan mengirim anak sulungnya ke medan perang. Walaupun memang sebenarnya harus begitu, namun hal ini terjadi raja Erik Fredrik hanya bisa berharap atas kesembuhan anaknya.


Tabib terus diminta untuk berjaga di samping pangeran Bekran Fredrik, raja Erik Fredrik tak ingin terjadi sesuatu kepada anaknya.


"Kalian semua perketat penjagaan, dan perintahkan seluruh tabib untuk terus mengawasi pangeran Vekran," tegas raja Erik Fredrik.


Di sebuah ruangan dengan interior kuno, ditemani dengan penerangan lilin. Seorang gadis dengan berwajah pucat.


Gadis itu tampak sangat menyedihkan, padahal Ia adalah seorang putri dari sebuah kerajaan terkenal. Gadis tersebut tak lain adalah putri Melly, anak dari raja Grace.


Putri Melly mencoba melakukan percobaan bunuh diri, karena tidak tahan dengan perlakuan para putri lainnya. Sementara raja mereka, raja Grace justru sibuk dengan kerajaannya. Sehingga tidak pernah memperhatikan putri putrinya.


Perlahan namun pasti putri Melly, membuka matanya. Membuat pelayan yang melayani nya benar benar bahagia.


"Putri, putri telah bangun, cepat Panggil tabib," seru pelayan pribadi dari putri Melly.


Semua sangat bahagia, mereka segera memanggil raja Grace, dan beberapa tabib kerajaan.


Mendengar hal itu, membuat raja Grace segera bergegas menuju ruangan putri bungsunya. Raja Grace benar benar sangat merasa bersalah, karena akibat kelalaiannya, ternyata putri sulung dan putri keduanya, selalu membully putri bungsunya.


Hal itu membuat raja Grace menghukum kedua putrinya, karena raja Grace William terkenal akan sikap adilnya.


"Bagaiman dengan keadaan putri Melly?" tanya raja Grace kepada seorang tabib, tabib tabib itu kini tengah memeriksa keadaan putri Melly.


"Keadaan yang mulia putri meli saat ini dalam keadaan normal, namun asupan gizinya tetap harus diperhatikan," kata seorang tabib lainnya dengan hormat kepada raja mereka.


"Iya, apakah pemeriksaan nya telah selesai?" tanya raja Grace William, kepada para tabib.


"Sudah yang mulia," sahut mereka dengan hormat.


Raja Grace segera mengibaskan tangannya, bermaksud untuk mengusir semua pelayan dan tabib yang mengurusi putrinya. "Keluarlah kalian."


Ayo saksikan di novel cerita cinta Vekran dan Melly, di Dia Adalah Kekasihku.