It'S Me

It'S Me
Akan Ada Pelangi Setelah Hujan



Suatu ketika Yan Yuru berniat untuk mengunjungi nenek Yu bersama Xu Kai dan sang tuan besar Yan yang memang sangat ingin bertemu dengan nenek Yu yang sudah menyelamatkan nyawa putranya.


Mereka membawakan beberaa oleh-oleh seperti bahan makanan, pakaian dan lain sebagainya. Karena tuan besar Yan tentunya sangat ingin membalas kebaikan dari nenek Yu.


Perjalanan yang cukup jauh telah mereka tempuh dan mulai memasuki sebuah pedesaan yang sebenarnya masih berapa tak jauh dari Tokyo.


Setelah beberapa saat akhirnya mereka sudah sampai di depan sebuah rumah tua dengan bahan dasar kayu. Yan Yuru yang berada di paling depan dengan begitu bersemangat mengetuk pintu kayu itu.


Wajahnya begitu berbinar karena akan mengunjungi sang nenek yang selama ini sangat berjasa untuknya. Yan Yuru juga begitu menyanyangi dan menghormatinya layaknya neneknya sendiri.


Sudah cukup lama Yan Yuru mengetuk pintu kayu kecoklatan itu, namun sang nenek tak juga membukakannya.


Nenek pergi kemana ya? Apa dia sedang pergi untuk mencari kayu bakar lagi?


Batin Yan Yuru berusaha untuk mengetuk pintu rumah kayu itu lagi.


Namun tiba-tiba saja seorang tetangga menghampiri mereka semua dan mulai menyampaikan sesuatu yang cukup membuat Yan Yuru terkejut.


"Jun Ze!! Kamu sudah kembali? Bagaimana kabarmu? Kamu berubah sekali setelah sukses menjadi idol besar!" celutuk wanita paruh baya yang tak lain adalah tetangganya saa pemuda itu tinggal di pedesaan ini.


"Iya, Bibi Rin. Kabarku baik. Bagaimana dengan kabar bibi?" balas Yan Yuru ramah.


"Kabar bibi baik-baik saja." jawab wanita paruh baya itu tersenyum hangat namun tiba-tiba mulai beralih menatap Xu Kai dan tuan besar Yan.


"Ini adalah papaku, dan ini adalah Xu Kai- temanku, Bibi Rin." ucap Yan Yuru memperkenalkan mereka kepada bibi Rin.


"Salam kenal. Aku adalah Rin, tetangga Jun Ze selama dia tingal disini." ucap bibi Rin dengan ramah.


"Salam kenal ..." sahut tuan besar Yan dengan nada rendah.


"Salam kenal, Bibi." ucap Xu Kai datar.


"Bibi Rin, apa nenek sedang pergi mencari kayu bakar? Aku sudah cukup lama mengetuk pintu rumah, tapi sepertinya nenek sedang tidak ada di rumah." ucap Yan Yuru kembali menayakan keberadaan dari neneknya untuk bibi Rin.


Raut wajah bibi Rin seketika berubah. Senyumannya perlahan memudar dan berubah menjadi penuh kekalutan.


"Ada apa, Bibi Rin? Mengapa bibi diam saja? Dimana nenek Yu, Bibi?" tanya Yan Yuru lagi.


"Sebenarnya ... se-sebenarnya nenek Yu sudah meninggal 2 minggu yang lalu. Nenek Yu tidur setelah mencari kayu bakar, namun nenek Yu tidak bangun kembali, Jun Ze." jelas bibi Rin terlihat sangat berat.


"Ti-tidak mungkin, Bibi! Bibi Rin sedang bercanda kan? Nenek Yu tidak mungkin sudah pergi kan, Bibi?" ucap Yan Yuru seolah masih tak mempercayai ucapan dari wanita paruh baya itu.


"Bibi tidak sedang bercanda, Jun Ze ..."


"Lalu ... lalu mengapa tidak ada yang memberitahukan padaku selama ini?"


"Karena kami tak ingin membuatmu repot dan merasa terbebani. Kamu masih harus sibuk belajar, berlatih dan harus melakukan beberapa konser. Kami ... tidak ingin mengganggu kesibukan kamu. Dan sebenarnya ini semua adalah permintaan dari nenek Yu. Apapun yang menimpanya, kami tidak boleh memberitahukan apapun kepadamu. Kami hanya akan menunggu kamu memiliki waktu dan datang ke desa ini. Maaf, Jun Ze ..."


Ucap bibi Rin menjelaskan.


Rasanya seperti ada sebuah halilintar yang menyambarnya. Meskipun tak ada hubungan darah apapaun, namun selama ini hubungan mereka berdua sangat dekat. Seperti cucu dan nenek kandung.


Dan tentu saja hal ini membuat Yan Yuru merasa cukup terpukul dan menjadi tak berdaya. Bibi Rin mulai membuka rumah sederhana itu dan memasukinya, setelah beberapa saat dia sudah keluar lagi dengan membawa sebuah guci kecil berwarna putih polos.


"Di dalam ini adalah abu dari nenek Yu. Simpanlah ..." ucap wanita paruh baya itu sambil menyerahkan guci tersebut untuk Yan Yuru.


Pemuda itu menerimanya dan tak bisa berkata-kata lagi. Lidahnya terasa begitu kelu dan semua kata-katanya tertelan kembali tanpa terucap. Karena dia masih merasa sangat terpukul.


Akhirnya setelah beberapa saat beristirahat tuan besar Yan mengajak Yan Yuru dan Xu Kai untuk segera kembali ke kota.


...🍁🍁🍁...


Hubungannya dengan Xu Kai dan Anzu juga semakin dekat. Persahabatan mereka menjadi lebih erat. Disaat mereka sedang bersama di perpustakaan sekolah. Tak sengaja Anzu melihat sebuah berita baru yang baru beredar di media soaial yang cukup membuatnya syok.


"Ti-tidak mungkin ..." gumam Anzu masih dengan ekspresi tak percaya menatap layar berukuran kurang lebih 6 inchi itu.


"Apanya yang tidak mungkin, Anzu?" tanya Yan Yuru yang duduk di sebelahnya, sesekali melirik Anzu.


Sementara Xu Kai masih fokus dengan membaca bukunya dan tak menghiraukan mereka sama sekali. Namun sesekali pemuda tampan yang selalu bersikap dingin dan acuh tak acuh terhadap sekitarnya ini hanya melirik ke arah mereka bersua yang kini Yan Yuru sudah mendekati Anzu untuk melihat ponsel Anzu.


"Bukankah itu idol Max dan kak Liam-kakakmu, Anzu? Dan mereka berpacaran?" tanya Yan Yuru hampir tak mempercayai semua ini.


Karena biasanya Max dan Liam selalu saja bertengkar disaat bertemu seperti Tom and Jerry. Dan kini tiba-tiba saja beredar kabar di seluruh media sosial jika mereka memiliki sebuah hubungan.


Di tambah lagi Max juga baru saja melakukan sebuah klarifikasi tentang semua ini yang menyatakan jika Max dan Liam memang baru saja menjalin sebuah ikatan.


Anzu masih saja membeku melihat semua itu. Selama ini Anzu selalu saja mengagumi dan menyukai Max. Meskipun hanya sebatas sebagai penggemar saja, namun tentu saja Anzu juga akan merasa sedih ketika Max malah mengencani sang kakak.


Memang untuk bermimpi bersama dengan Max sangalah tinggi dan seakan hal yang tidak mungkin untuk Anzu gapai. Namun sedikit harapan itu tak menutup kemungkinan pasti ada! Dan kini telah pupus seketika.


"Anzu, menurutku ini adalah hal yang baik kok. Bukankah mereka berdua juga selama ini sangat dekat dan akrab? Aku lihat Max juga pemuda yang baik kok. Meskipun dia selalu saja usil kepada kak Liam, namun aku merasa jika semua keusilannya itu adalah untuk mendapatkan perhatian dari kak Liam." ucap Yan Yuru menyimpulkan.


"Dan ... untuk kamu ... percayalah, suatu saat nanti kamu pasti akan menemukan pemuda yang tepat. Pemuda yang akan selalu menyukai kamu apa adanya dan akan selalu melindungimu. Percayalah padaku, Anzu ..." imbuh Yan Yuru berusaha untuk menghibur Anzu.


Karena Yan Yuru juga peka, jika sebenarnya rasa kagum Anzu kepada Max itu melebihi rasa kekaguman antara penggemar kepada seorang idol.


Anzu yang menengarkan semua itu merasa terhibur namun juga merasa malu, karena seolah Yan Yuru bisa membaca semua isi hatinya. Sehingga gadis itu mulai mengalihkan pembicaraan.


"Kamu ini bicara apa, Jun Ze?! Aku senang kok mereka bisa bersama!" tandas Anzu mulai menyimlan ponselnya dan fokus kembali membaca bukunya.


Bohong ... semua sangat terlihat dengan jelas, jika kamu sedang cemburu dan patah hati, Anzu.


Batin Yan Yuru tersenyum tipis menatap sisi samping wajah Anzu sambil bertopang dagu.


"Ayo kita segera belajar dan membaca untuk bahan tugas kelompk kita nanti!" imbuh Anzu lagi kembali membaca sebuah buku.


"Ya, sebaiknya kamu fokus dan beralajar dengan benar saja untuk meraih mimpi-mimpimu!" sahut Yan Yuru yang juga mulai duduk dengan benar dan kembali menatap buku miliknya.


Xu Kai masih saja mengamati mereka berdua dari tadi, karena sejak tadi dia juga hanya berpura-pura untuk membaca bukunya.


...🍁🍁🍁...


Look at me now! Raise your head high and clench your first ! Look up ! Conquer the new day, confidently. Attention (right) Attention (huh). The dice is thrown. So we run it up.


I can see your eyes. I can see your face. I just want you with me, we can let go up. I can see your eyes, I can see your face. I just want you with me, come in right back. I can see your eyes, I can see your face. I just want you with me, we can let go up. I can see your eyes, I can see your face.


Hampir di setiap penjuru Jepang menayangkan beberapa live concert maupun MV video milik XJZ, karena mereka ibarat sebuah pohon yang sedang tumbuh dan semakin besar saat ini. Selalu disukai dan dicintai oleh semua orang.


🌿🌿🌿


Note : Selalu tersenyumlah disaat dunia tak sejalan denganmu. Tetaplah maju dan selalu kuat untuk mengjadapi semuanya. Karena bisa saja pelangi akan menghamlirimu setelah hujan turun.


By : Yan Yuru


The end ...