It'S Me

It'S Me
Episode 229



Arkan sendiri telah mengkonfirmasi kebenaran berita tersebut, sedangkan istrinya saat ini sudah baik baik saja, namun istrinya belum siap untuk keluar rumah karena masih sedikit trauma. Di sela sela tayangan tersebut tampak Ririn tengah memarahi orang, saat berada di kemacetan saat menanyakan keadaannya. Ririn benar benar di sebut pelakor oleh orang orang.


Setelah puas melihat berita tersebut, Ririn segera mematikan televisi. Ririn kembali teringat bagaimana Ariana menyeringai ke arahnya, saat berpura pura pingsan. Membuat Ririn benar benar ingin sekali menghancurkan Ariana.


...


Sementara di tempat lain Ariana tengah bersantai dengan Arkan, Ariana tampak mengambil sebuah tas hitam dari lemari tasnya. Yang sama sekali tidak mirip lemari tas perempuan. Di dalam lemari itu terdapat beberapa tas sandang, tas mini Backpage, tod have, shoulder bag dan beberapa sepatu boots, sepatu sport, dan sepasang sepatu Haigh hill. Ariana mengeluarkan isi tas tersebut, kemudian mengacak kartu joker tersebut.


"Mas ayo kita main, yang kalah mukanya di coret." kata Ariana sembari mengambil bedak, blush on, Eyeshadow.


"Main giman sayang?" tanya Arkan bingung. "Mas taunya main di ranjang." kata Arkan sembari menarik turunkan alisnya. Sontak membuat Ariana memandang suaminya dengan oandangan jengah.


"Main kartu Mas, kalau kalah di coret wajahnya." kata Ariana sembari tersenyum penuh arti.


"Jangan aneh aneh deh sayang, Mas ga pernah main kartu itu ya sayang." kata Arkan merasa sedang di incar oleh istrinya. Membuat Ariana menyeringai, membayangkan apa yang akan ia perbuat.


"Ga aneh aneh kok, Mas cuman harus memenangkan permainan ini." kata Ariana penuh arti.


"Berapa kali permainan?" tanya Arkan sedikit terselip nada khawatir di dirinya.


"Sepuluh putaran saja, yang kalah akan menurut dengan yang menang." kata Ariana tersenyum ke arah Arkan. Arkan yang mendengarkan hadiah itu sontak membuatnya, bersemangat. Dengan imajinasi liar yang ia punya.


"Jangan salah kan Mas ya kalau memang." kata Arkan dengan senyum mesum nya.


"Iya tenang Mas, kita tidak boleh saling menyalahkan." kata Ariana dengan senyum manis, yang lebih terlihat seperti senyum menyeramkan di mata Arkan saat ini.


"Sekarang kita mulai." kata Arkan mulai mengacak kartu di tangannya, membuat Ariana tersenyum senang, karna menemuka mainan baru untuk sore ini.


Ariana membuka lembaran kartu tersebut, dan benar saja dugaan Ariana. Kartu pertama akan sangat bagus, sehingga kesempatan akan menang lebih banyak. Kartu itu sudah Ariana atur untuk memenangkan dirinya.


Sebenarnya Arkan hanya sebagai uji coba Ariana saja, kartu itu di pesan khusus oleh Ariana, agar memunculkan nilai yang bagus untuknya, mampu menukar gambar pada kartu itu sendiri.


Dalam setiap permainan Ariana dapat memenangkan permainannya dengan mudah, tampa adanya perlawanan balik dari Arkan. Arkan menelan ludah kasar, ketika seluruh permainan di menangkan oleh Ariana.


"Ah sayang sekali Mas, kamu kalah." kata Ariana berpura pura sedih, di depan Arkan. Padahal jika Arkan dapat melihat isi pikiran gadis tersebut, sungguh Arkan dapat melihat tawa puas yang menggema di dalam sanubari sana.


"Harapan mesum mu tak tercapai Mas." kata Ariana sedikit terkekeh geli melihat wajah Arkan yang tampak kesal. Arkan sendiri harus bersiap dengan apa yang akan di lakuka oleh Ariana.


Ariana mulai merapikan brewok Arkan, dengan pencukur jenggot elektrik. Setelah itu, Ariana mulai memakaikan pelembab di wajah Arkan, kemudian beralih ke pelapis.


"Sayang muka Mas mau di apain?" tanya Arkan mulai khawatir, timbul di harinya.


"Ga di apa apain kok, paling tambah waw aja kok." kata Ariana tersenyum kemenangan kepada Arkan.


Ariana mengaplikasikan kontur, di wajah bagian hidung Arkan, di tambah Blush-on kemudian Eyeshadow, di wajah Arkan. Membuat Arkan benar benar khawatir dengan apa yang akan di lihatnya.


"Ah tinggal sentuhan terakhir." guman Ariana kepada Arkan, kemudian mengambil lipstik miliknya. "Mas buka mulut Mas." kata Ariana yang hanya di angguki oleh Arkan.


Arkan membuka mulutnya, kemudian lipstik pun di aplikasi Ariana. Meski sedikit risih Arkan tahan, hingga pengaplikasian lipstik pun selesai.


"Ah mantap." kata Ariana tersenyum ke arah suaminya, kemudian menutun suaminya agar menghadap cermin di meja riasnya.


Arkan terperanjat kaget melihat dirinya, bagaiman tidak bagian Alis yang semakin rapi, walaupun sudah tersusun rapi. bagian hidung yang memiliki gambaran lebih mancung, dengan Eyeshadow rapi di matanya, dan Blush-on yang senada dengan warna kulitnya, serta bibirnya yang berwarna peach, sangat kontras dengan brewok nya.


"Sayang..." keluh Arkan, karn jujur saja dirinya di bagian mata hingga hidung sangat cantik, namun di bagian area yang terkena brewok sangat kontras.


"Kenapa sayang? Cantik loh kayak banci mangga dua." kata Ariana terkekh geli melihat wajah suaminya, membuat Arkan mendengus kesal.


Ariana segera mengambil ponselnya, berniat untuk memotret Arkan, dengan segera Arkan menarik tangan Ariana, dan merebut ponsel Ariana. Arkan memasukkan ponselnya di saku celana boksernya, kemudian berjalan menuju kamar mandi.


Arkan mencuci bersih wajahnya, hingga sisa make-up tak terlihat lagi, kemudian Arkan keluar dari kamar mandi, dan mendekat ke arah istrinya yang saat ini tengah memanyunkan bibirnya, di pinggir tempat tidur.


"Aihhh sayang kenapa lagi?" tanya Arkan sembari menoel pipi istrinya yang menggembung.


"Ga Mas ga ngehargain Ana." kata Ariana kesal, karna hasil karnya tidak sempat ia simpan di galeri.


"Iya iya Mas minta maaf, soalnya Mas risih kalau harus gitu." kata Arkan mencoba menjelaskan. Namun istrinya masih tetap cemberut, membuat Arkan terkekeh melihat wajah istrinya. "Aduh sayang nya Mas ini semakin lucu ya." kata Arkan menggelitiki badan Ariana, membuat Ariana terkikik geli, sehingga ternaring di ranjang.


Melihat gelagat Ariana yang ingin kabur, Arkan segera menarik selimut lalu mengurung diri mereka di dalam selimut, kemudian mulai menggelitiki istrinya.


Ceklek.


Pintu terbuka membuat Ariana dan Arkan mengalihkan pandangannya ke arah pintu. Menampilkan sosok Erick yang tengah berdiri di ambang pintu, melihat kejadian selimut selimutan, sontak segera menutup matanya.


"Lain kali kunci pintunya."


...


Hai author mau promosi nih novel baru autor duda genit, bagi yang penasaran dan suka gendre romantis dan komedi yuk baca novel duda genit.



Hi salam dari It's me, terimakasih sebanyak banyaknya telah mendukung, dengan memberikan like, dan comment, maafkan atas kesalaham di dalam novel it's me. Semoga novel ini membuat kalian semua senang dan terhibur di dalam membaca novel ini. Terimakasih banya, jangan lupa like comment, and favorite novel ini ya.


Teman teman jangan lupa pakai masker, selalu jaga kesehatan dan kebersihan di tengah pandemic covid 19 ini. Ingat pesan ibu.